<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>115 Dokter Gugur, IDI Sebut Penyebaran Covid-19 Tidak Terkendali</title><description>Semakin banyak dokter yang gugur, semakin besar kerugian bagi pemerintah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/13/337/2277021/115-dokter-gugur-idi-sebut-penyebaran-covid-19-tidak-terkendali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/13/337/2277021/115-dokter-gugur-idi-sebut-penyebaran-covid-19-tidak-terkendali"/><item><title>115 Dokter Gugur, IDI Sebut Penyebaran Covid-19 Tidak Terkendali</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/13/337/2277021/115-dokter-gugur-idi-sebut-penyebaran-covid-19-tidak-terkendali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/13/337/2277021/115-dokter-gugur-idi-sebut-penyebaran-covid-19-tidak-terkendali</guid><pubDate>Minggu 13 September 2020 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/13/337/2277021/115-dokter-gugur-idi-sebut-penyebaran-covid-19-tidak-terkendali-svnw5Yz3WJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/13/337/2277021/115-dokter-gugur-idi-sebut-penyebaran-covid-19-tidak-terkendali-svnw5Yz3WJ.jpg</image><title>ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat hingga saat ini sebanyak 115 dokter meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19. Dari 115 dokter yang meninggal itu sebanyak tujuh dokter berstatus Guru Besar. Sementara 51 dokter merupakan dokter spesialis dan 57 lainnya adalah dokter umum.
Juru Bicara Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Erlina Burhan mengatakan bahwa saat ini penyebaran Covid-19 di Tanah Air sudah tidak terkendali, dan dokter menjadi kelompok yang memiliki risiko besar terpapar virus tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;IDI: Dokter &amp;amp; Tenaga Medis Tidak Akan Menyerah untuk Berjuang Tangani Covid-19
&amp;ldquo;Penyebaran Covid tidak terkendali. Dokter adalah kelompok yang paling berisiko terpapar,&quot; jelasnya, Minggu (13/9/2020).
BACA JUGA:&amp;nbsp;115 Dokter Meninggal Karena Covid-19, Paling Banyak Terjadi di Jawa Timur
Selain itu, Erlina mengatakan bahwa dokter merupakan investasi masa depan pemerintah dan semakin banyaknya dokter yang gugur, semakin besar kerugian bagi pemerintah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS8xLzEyMjQzNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Dokter adalah investasi pemerintah di bidang kesehatan. Bila dokter banyak yang gugur, yang rugi juga pemerintah. Untuk mencetak dokter butuh waktu yang lama,&amp;rdquo; tegas Erlina.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat hingga saat ini sebanyak 115 dokter meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19. Dari 115 dokter yang meninggal itu sebanyak tujuh dokter berstatus Guru Besar. Sementara 51 dokter merupakan dokter spesialis dan 57 lainnya adalah dokter umum.
Juru Bicara Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Erlina Burhan mengatakan bahwa saat ini penyebaran Covid-19 di Tanah Air sudah tidak terkendali, dan dokter menjadi kelompok yang memiliki risiko besar terpapar virus tersebut.
BACA JUGA:&amp;nbsp;IDI: Dokter &amp;amp; Tenaga Medis Tidak Akan Menyerah untuk Berjuang Tangani Covid-19
&amp;ldquo;Penyebaran Covid tidak terkendali. Dokter adalah kelompok yang paling berisiko terpapar,&quot; jelasnya, Minggu (13/9/2020).
BACA JUGA:&amp;nbsp;115 Dokter Meninggal Karena Covid-19, Paling Banyak Terjadi di Jawa Timur
Selain itu, Erlina mengatakan bahwa dokter merupakan investasi masa depan pemerintah dan semakin banyaknya dokter yang gugur, semakin besar kerugian bagi pemerintah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS8xLzEyMjQzNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Dokter adalah investasi pemerintah di bidang kesehatan. Bila dokter banyak yang gugur, yang rugi juga pemerintah. Untuk mencetak dokter butuh waktu yang lama,&amp;rdquo; tegas Erlina.
</content:encoded></item></channel></rss>
