<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BWI Luncurkan Gerakan Kebangkitan Wakaf Produktif Menuju Indonesia Emas 2045</title><description>M. Nuh menerangkan, sifat aset wakaf harus kekal dan harus diinvestasikan sesuai dengan akad yang telah ditetapkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/14/337/2277559/bwi-luncurkan-gerakan-kebangkitan-wakaf-produktif-menuju-indonesia-emas-2045</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/14/337/2277559/bwi-luncurkan-gerakan-kebangkitan-wakaf-produktif-menuju-indonesia-emas-2045"/><item><title>BWI Luncurkan Gerakan Kebangkitan Wakaf Produktif Menuju Indonesia Emas 2045</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/14/337/2277559/bwi-luncurkan-gerakan-kebangkitan-wakaf-produktif-menuju-indonesia-emas-2045</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/14/337/2277559/bwi-luncurkan-gerakan-kebangkitan-wakaf-produktif-menuju-indonesia-emas-2045</guid><pubDate>Senin 14 September 2020 16:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/14/337/2277559/bwi-luncurkan-gerakan-kebangkitan-wakaf-produktif-menuju-indonesia-emas-2045-UYjsjjO4uM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Sindonews</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/14/337/2277559/bwi-luncurkan-gerakan-kebangkitan-wakaf-produktif-menuju-indonesia-emas-2045-UYjsjjO4uM.jpg</image><title>Foto: Sindonews</title></images><description>JAKARTA - Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggelar rapat kordinasi nasional (Rakornas) se-Indonesia dan meluncurkan gerakan 'Kebangkitan Wakaf Produktif Menuju Indonesia Emas 2045'.
Ketua BWI Mohammad Nuh mengatakan, umat Islam harus mampu mensinergikan zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf). Ia berharap, BWI bisa berkontribusi dalam mengisi 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia.
&quot;Intinya kami ingin memberikan kontribusi kepada bangsa. Kami punya keyakinan pada 100 tahun Indonesia. Ini bukan waktu yang panjang. Oleh karena itu kami ingin berkontribusi pada 2045 dengan bangsa ini bisa melunasi janji kemerdekaan,&quot; kata M. Nuh melalui telekonfrensi, Senin (14/9/2020).
Menurut dia, potensi wakaf Indonesia mampu memaksimalkan bonus demografi pada 2045 dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia semakin baik.
Ia melanjutkan, umat Islam memiliki sumber daya yang besar sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Zakat, lanjut dia, merupakan kewajiban untuk dilaksanakan bagi orang yang mampu.
&quot;Sifat harta zakat bisa langsung dibagikan habis dan penerima manfaatnya terbatas hanya sampai delapan asnaf,&quot; ucap dia.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk berinfak dan sedekah yang hukumnya sunah. M. Nuh melanjutkan bahwa tidak ada batasan infak dan sedekah tersebut dan bisa langsung diinvestasikan.
M. Nuh menerangkan, sifat aset wakaf harus kekal dan harus diinvestasikan sesuai dengan akad yang telah ditetapkan.
&quot;Oleh karena itu umat ini harus mampu mensinergikan antara zakat, infak dan sedekah serta wakaf (Ziswaf), itu adalah satu kesatuan utuh,&quot; terangnya.
Ia menambahkan, wakaf bukan hanya sekedar melepaskan harta. Lebih dari itu, sambung dia, ada dimensi keyakinan, dan pola pikir dalam mengelola wakaf yang harus produktif agar bermanfaat untuk umat.
&quot;Begitu kita melakukan aksi wakaf maka pasti punya dampak sosial yang positif, dan pasti pula ikatan sosial kita akan semakin baik, karena masing-masing akan saling memperkuat,&quot; ucapnya.
BWI menilai, saat ini fokus utama dalam pengelolaan dana wakaf di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi yang berpotensi untuk memajukan kualitas hidup umat Islam.
&quot;Kalau ini bisa kita dapatkan, maka yang namanya kualitas hidup kita akan semakin baik, dan itu adalah bagian dari melunasi janji kemerdekaan itu,&quot; tutup dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggelar rapat kordinasi nasional (Rakornas) se-Indonesia dan meluncurkan gerakan 'Kebangkitan Wakaf Produktif Menuju Indonesia Emas 2045'.
Ketua BWI Mohammad Nuh mengatakan, umat Islam harus mampu mensinergikan zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf). Ia berharap, BWI bisa berkontribusi dalam mengisi 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia.
&quot;Intinya kami ingin memberikan kontribusi kepada bangsa. Kami punya keyakinan pada 100 tahun Indonesia. Ini bukan waktu yang panjang. Oleh karena itu kami ingin berkontribusi pada 2045 dengan bangsa ini bisa melunasi janji kemerdekaan,&quot; kata M. Nuh melalui telekonfrensi, Senin (14/9/2020).
Menurut dia, potensi wakaf Indonesia mampu memaksimalkan bonus demografi pada 2045 dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia semakin baik.
Ia melanjutkan, umat Islam memiliki sumber daya yang besar sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Zakat, lanjut dia, merupakan kewajiban untuk dilaksanakan bagi orang yang mampu.
&quot;Sifat harta zakat bisa langsung dibagikan habis dan penerima manfaatnya terbatas hanya sampai delapan asnaf,&quot; ucap dia.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk berinfak dan sedekah yang hukumnya sunah. M. Nuh melanjutkan bahwa tidak ada batasan infak dan sedekah tersebut dan bisa langsung diinvestasikan.
M. Nuh menerangkan, sifat aset wakaf harus kekal dan harus diinvestasikan sesuai dengan akad yang telah ditetapkan.
&quot;Oleh karena itu umat ini harus mampu mensinergikan antara zakat, infak dan sedekah serta wakaf (Ziswaf), itu adalah satu kesatuan utuh,&quot; terangnya.
Ia menambahkan, wakaf bukan hanya sekedar melepaskan harta. Lebih dari itu, sambung dia, ada dimensi keyakinan, dan pola pikir dalam mengelola wakaf yang harus produktif agar bermanfaat untuk umat.
&quot;Begitu kita melakukan aksi wakaf maka pasti punya dampak sosial yang positif, dan pasti pula ikatan sosial kita akan semakin baik, karena masing-masing akan saling memperkuat,&quot; ucapnya.
BWI menilai, saat ini fokus utama dalam pengelolaan dana wakaf di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi yang berpotensi untuk memajukan kualitas hidup umat Islam.
&quot;Kalau ini bisa kita dapatkan, maka yang namanya kualitas hidup kita akan semakin baik, dan itu adalah bagian dari melunasi janji kemerdekaan itu,&quot; tutup dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
