<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Spanyol Hadapi Wabah WNV Terbesar, Tewaskan 4 Orang </title><description>Ditemukan 52 kasus WNV di Spanyol dalam sebulan terakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/15/18/2278325/spanyol-hadapi-wabah-wnv-terbesar-tewaskan-4-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/15/18/2278325/spanyol-hadapi-wabah-wnv-terbesar-tewaskan-4-orang"/><item><title>Spanyol Hadapi Wabah WNV Terbesar, Tewaskan 4 Orang </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/15/18/2278325/spanyol-hadapi-wabah-wnv-terbesar-tewaskan-4-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/15/18/2278325/spanyol-hadapi-wabah-wnv-terbesar-tewaskan-4-orang</guid><pubDate>Selasa 15 September 2020 09:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/15/18/2278325/spanyol-hadapi-wabah-wnv-terbesar-tewaskan-4-orang-d2psZzT5KW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Pexels)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/15/18/2278325/spanyol-hadapi-wabah-wnv-terbesar-tewaskan-4-orang-d2psZzT5KW.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Pexels)</title></images><description>MADRID - Virus West Nile (WNV), yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, telah merenggut nyawa pasien keempat di Spanyol. Pihak berwenang telah mengerahkan tim untuk mengasapi ladang dan kebun untuk memerangi penyakit ini.
Media lokal mengutip keterangan pejabat medis melaporkan, seorang pasien berusia 87 tahun telah meninggal di kota selatan Cadiz, menjadikan jumlah kematian akibat penyakit itu di Spanyol menjadi empat. Sebelumnya tiga kematian telah dilaporkan di Seville, yang, bersama dengan Cadiz, merupakan bagian dari wilayah Andalusia. Semua korban berusia di atas 70 tahun.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Waspada Ancaman Virus West Nile
WNV pertama kali terdeteksi di Spanyol pada 2006, dan sementara hanya ada tujuh kasus yang tercatat di Spanyol selama dekade terakhir, dalam satu bulan terakhir telah ditemukan 52 kasus. Dalam beberapa kasus, pasien dirawat di rumah sakit dan ditempatkan di unit perawatan intensif, demikian diwartakan The Local yang dilansir RT.
Lonjakan kasus di Spanyol diyakini terkait dengan pertumbuhan populasi nyamuk di lahan basah. Pejabat di Cadiz telah mengerahkan tim untuk mengasapi daerah tersebut dalam upaya menghentikan penyebaran penyakit.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tanggapan Kemenkes Terkait Munculnya Virus West Nile
Pertama kali tercatat di Uganda pada 1930-an, virus ini ditemukan pada burung dan ditularkan ke manusia dan kuda melalui nyamuk yang terinfeksi. Tidak ada penularan dari manusia ke manusia.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekira 80 persen orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, sementara sisanya mengembangkan penyakit mirip flu.
Angka kematian kasus untuk pasien dengan penyakit parah dilaporkan antara 3 dan 15 persen. Tidak ada vaksin manusia untuk WNV dan tidak ada pengobatan khusus selain meredakan gejalanya.
</description><content:encoded>MADRID - Virus West Nile (WNV), yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, telah merenggut nyawa pasien keempat di Spanyol. Pihak berwenang telah mengerahkan tim untuk mengasapi ladang dan kebun untuk memerangi penyakit ini.
Media lokal mengutip keterangan pejabat medis melaporkan, seorang pasien berusia 87 tahun telah meninggal di kota selatan Cadiz, menjadikan jumlah kematian akibat penyakit itu di Spanyol menjadi empat. Sebelumnya tiga kematian telah dilaporkan di Seville, yang, bersama dengan Cadiz, merupakan bagian dari wilayah Andalusia. Semua korban berusia di atas 70 tahun.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Waspada Ancaman Virus West Nile
WNV pertama kali terdeteksi di Spanyol pada 2006, dan sementara hanya ada tujuh kasus yang tercatat di Spanyol selama dekade terakhir, dalam satu bulan terakhir telah ditemukan 52 kasus. Dalam beberapa kasus, pasien dirawat di rumah sakit dan ditempatkan di unit perawatan intensif, demikian diwartakan The Local yang dilansir RT.
Lonjakan kasus di Spanyol diyakini terkait dengan pertumbuhan populasi nyamuk di lahan basah. Pejabat di Cadiz telah mengerahkan tim untuk mengasapi daerah tersebut dalam upaya menghentikan penyebaran penyakit.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Tanggapan Kemenkes Terkait Munculnya Virus West Nile
Pertama kali tercatat di Uganda pada 1930-an, virus ini ditemukan pada burung dan ditularkan ke manusia dan kuda melalui nyamuk yang terinfeksi. Tidak ada penularan dari manusia ke manusia.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekira 80 persen orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, sementara sisanya mengembangkan penyakit mirip flu.
Angka kematian kasus untuk pasien dengan penyakit parah dilaporkan antara 3 dan 15 persen. Tidak ada vaksin manusia untuk WNV dan tidak ada pengobatan khusus selain meredakan gejalanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
