<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warung Makan 'Bu Fat' Jadi Klaster Covid-19, Destinasi Wisata Kuliner di Jateng Diperketat</title><description>Satpol PP rutin patrol untuk mencegah adanya pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan. Terutama pada warung, restoran, maupun tempat pariwisata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/15/512/2277906/warung-makan-bu-fat-jadi-klaster-covid-19-destinasi-wisata-kuliner-di-jateng-diperketat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/15/512/2277906/warung-makan-bu-fat-jadi-klaster-covid-19-destinasi-wisata-kuliner-di-jateng-diperketat"/><item><title>Warung Makan 'Bu Fat' Jadi Klaster Covid-19, Destinasi Wisata Kuliner di Jateng Diperketat</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/15/512/2277906/warung-makan-bu-fat-jadi-klaster-covid-19-destinasi-wisata-kuliner-di-jateng-diperketat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/15/512/2277906/warung-makan-bu-fat-jadi-klaster-covid-19-destinasi-wisata-kuliner-di-jateng-diperketat</guid><pubDate>Selasa 15 September 2020 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/15/512/2277906/warung-makan-bu-fat-jadi-klaster-covid-19-destinasi-wisata-kuliner-di-jateng-diperketat-RtSH1KiXrO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jateng Ganjar Prabnowo (foto: Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/15/512/2277906/warung-makan-bu-fat-jadi-klaster-covid-19-destinasi-wisata-kuliner-di-jateng-diperketat-RtSH1KiXrO.jpg</image><title>Gubernur Jateng Ganjar Prabnowo (foto: Sindonews)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Warung makan yang menyajikan kuliner khas Kota Semarang &amp;ldquo;Bu Fat&amp;rsquo; menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Untuk mencegah kasus serupa, kini gencar dilakukan pendataan destinasi wisata kuliner di Jawa Tengah.

&quot;Saya minta semua dinas melakukan review terkait ini. Warung Bu Fat di Semarang jadi klaster, artinya ada potensi warung lain juga terjadi seperti itu,&amp;rdquo; kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (14/9/2020).

Dia pun meminta Satpol PP rutin patrol untuk mencegah adanya pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan. Terutama pada warung, restoran, maupun tempat pariwisata yang berpotensi menjadi kerumunan massa.

&amp;ldquo;Nanti kita kelompokkan, ada destinasi kuliner, wisata. Maka harus diantisipasi, dilakukan tindakan di destinasi wisata, kuliner, pasar, perkantoran, sekolah dan lainnya. Saya minta semuanya direview dengan ketat,&quot; tegasnya.

Dinas terkait juga diperintahkan untuk turun ke lapangan agar melakukan pemantauan secara ketat. Terlebih angka kasus aktif Covid-19 di Jawa Tengah masih cukup tinggi. Dilansir dari corona.jatengprov.go.id, pada Senin (14/9/2020), total ada 18.136 kasus positif di Jawa Tengah. Dari total itu, 2.831 pasien dirawat di rumah sakit, 13.628 pasien sembuh dan 1.677 orang yang meninggal dunia.

&amp;ldquo;Kita minta untuk mereview beberapa tempat warung-warung yang ada, jaraknya  diatur semuanya. Kemudian kita minta (Dinas) Perindustrian dan Perdagangan, Pariwisata turun membersihkan,&amp;rdquo; terangnya.

&amp;ldquo;Dinas Pendidikan juga masuk kepada sekolah-sekolah. Saya minta data mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB semua yang ada di Jawa Tengah. Kita evaluasi pelaksanaan tatap mukanya seperti apa, kalau ada. Jateng cuma 7 (uji coba sekolah tatap muka) aja ya, itu kita minta untuk evaluasi,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Warung makan yang menyajikan kuliner khas Kota Semarang &amp;ldquo;Bu Fat&amp;rsquo; menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Untuk mencegah kasus serupa, kini gencar dilakukan pendataan destinasi wisata kuliner di Jawa Tengah.

&quot;Saya minta semua dinas melakukan review terkait ini. Warung Bu Fat di Semarang jadi klaster, artinya ada potensi warung lain juga terjadi seperti itu,&amp;rdquo; kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (14/9/2020).

Dia pun meminta Satpol PP rutin patrol untuk mencegah adanya pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan. Terutama pada warung, restoran, maupun tempat pariwisata yang berpotensi menjadi kerumunan massa.

&amp;ldquo;Nanti kita kelompokkan, ada destinasi kuliner, wisata. Maka harus diantisipasi, dilakukan tindakan di destinasi wisata, kuliner, pasar, perkantoran, sekolah dan lainnya. Saya minta semuanya direview dengan ketat,&quot; tegasnya.

Dinas terkait juga diperintahkan untuk turun ke lapangan agar melakukan pemantauan secara ketat. Terlebih angka kasus aktif Covid-19 di Jawa Tengah masih cukup tinggi. Dilansir dari corona.jatengprov.go.id, pada Senin (14/9/2020), total ada 18.136 kasus positif di Jawa Tengah. Dari total itu, 2.831 pasien dirawat di rumah sakit, 13.628 pasien sembuh dan 1.677 orang yang meninggal dunia.

&amp;ldquo;Kita minta untuk mereview beberapa tempat warung-warung yang ada, jaraknya  diatur semuanya. Kemudian kita minta (Dinas) Perindustrian dan Perdagangan, Pariwisata turun membersihkan,&amp;rdquo; terangnya.

&amp;ldquo;Dinas Pendidikan juga masuk kepada sekolah-sekolah. Saya minta data mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB semua yang ada di Jawa Tengah. Kita evaluasi pelaksanaan tatap mukanya seperti apa, kalau ada. Jateng cuma 7 (uji coba sekolah tatap muka) aja ya, itu kita minta untuk evaluasi,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
