<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> KPAI Bakal Dampingi Saudara Kembar Bocah yang Tewas Dipukuli Ibu Kandungnya   </title><description>Seorang ibu di Tangerang, Banten, tega membunuh anak kandungnya sendiri lantara tak memperhatikan arahannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/16/337/2278746/kpai-bakal-dampingi-saudara-kembar-bocah-yang-tewas-dipukuli-ibu-kandungnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/16/337/2278746/kpai-bakal-dampingi-saudara-kembar-bocah-yang-tewas-dipukuli-ibu-kandungnya"/><item><title> KPAI Bakal Dampingi Saudara Kembar Bocah yang Tewas Dipukuli Ibu Kandungnya   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/16/337/2278746/kpai-bakal-dampingi-saudara-kembar-bocah-yang-tewas-dipukuli-ibu-kandungnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/16/337/2278746/kpai-bakal-dampingi-saudara-kembar-bocah-yang-tewas-dipukuli-ibu-kandungnya</guid><pubDate>Rabu 16 September 2020 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/16/337/2278746/kpai-bakal-dampingi-saudara-kembar-bocah-yang-tewas-dipukuli-ibu-kandungnya-k39dPAR4qB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/16/337/2278746/kpai-bakal-dampingi-saudara-kembar-bocah-yang-tewas-dipukuli-ibu-kandungnya-k39dPAR4qB.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>

JAKARTA - Seorang ibu di Tangerang, Banten, tega membunuh anak kandungnya sendiri lantara tak memperhatikan arahannya saat belajar online. Bocah itu dipukul dengan gagang sapu hingga meninggal dunia dan kembarannya tak mengalami hal demikian.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan langkah koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan setempat terkait pemenuhan hak pembelajaran saudara kembar KS (8) yang menjadi korban pembunuhan orang tuanya sendiri.

&amp;ldquo;KPAI akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan setempat terkait pemenuhan hak pembelajaran dari sekolah anak korban, yang ternyata juga memiliki saudara kembar dan bersekolah di sekolah yang sama dengan anak korban,&amp;rdquo; ungkap Retno dalam keterangannya, Rabu (16/9/2020).
&amp;nbsp;
Kemudian, kata Retno, KPAI juga akan perlu memastikan pengasuh penganti kepada saudara kembar korban selama kedua orang tuanya menjalani proses hukum.

&amp;ldquo;KPAI perlu memastikan pengasuh penganti selama kedua orangtuanya menjalani proses hukum,&amp;rdquo; ujarnya.

Selain itu, Retno menerangkan bila KPAI juga akan memastikan saudara kembar korban    mendapatkan rehabilitasi psikologis  dari P2TP2A setempat.

&amp;ldquo;Karena kemungkinan besar melihat peristiwa kekerasan yang dialami  ananda korban,&amp;rdquo; tandasnya.

Sebelumnya diwartakan seorang ibu di Tangerang, Banten, tega membunuh anak kandungnya sendiri, Korban dipukul dengan gagang sapu hingga meninggal dunia, lalu dibawa ke Cijaku, Lebak, Banten untuk dimakamkan secara diam-diam.

Pelaku merupakan ibu muda warga Keluragan Kreo Tangerang. Ia menganiaya anaknya hingga tewas hanya karena tak memperhatikan arahannya saat berlajar secara online di rumah.

Korban, KS (8) saat itu sedang belajar online bersama kembarannya. Saudara kembarnya selamat karena menurut ibunya, sedangkan Keysa cuek sehingga ia dianiaya.

Kesal dengan ulah korban, pelaku naik pitam lalu memukuli korban pakai sapu. Tak hanya itu, Keysa juga dicubit lalu dihantam pakai benda keras hingga korban tak sadarkan diri.

Suaminya yang mengetahui hal tersebut panik. Kemudian korban dan suaminya membawa korban ke Cijaku, Lebak, Banten, untuk dimakamkan secara diam-diam.</description><content:encoded>

JAKARTA - Seorang ibu di Tangerang, Banten, tega membunuh anak kandungnya sendiri lantara tak memperhatikan arahannya saat belajar online. Bocah itu dipukul dengan gagang sapu hingga meninggal dunia dan kembarannya tak mengalami hal demikian.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan langkah koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan setempat terkait pemenuhan hak pembelajaran saudara kembar KS (8) yang menjadi korban pembunuhan orang tuanya sendiri.

&amp;ldquo;KPAI akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan setempat terkait pemenuhan hak pembelajaran dari sekolah anak korban, yang ternyata juga memiliki saudara kembar dan bersekolah di sekolah yang sama dengan anak korban,&amp;rdquo; ungkap Retno dalam keterangannya, Rabu (16/9/2020).
&amp;nbsp;
Kemudian, kata Retno, KPAI juga akan perlu memastikan pengasuh penganti kepada saudara kembar korban selama kedua orang tuanya menjalani proses hukum.

&amp;ldquo;KPAI perlu memastikan pengasuh penganti selama kedua orangtuanya menjalani proses hukum,&amp;rdquo; ujarnya.

Selain itu, Retno menerangkan bila KPAI juga akan memastikan saudara kembar korban    mendapatkan rehabilitasi psikologis  dari P2TP2A setempat.

&amp;ldquo;Karena kemungkinan besar melihat peristiwa kekerasan yang dialami  ananda korban,&amp;rdquo; tandasnya.

Sebelumnya diwartakan seorang ibu di Tangerang, Banten, tega membunuh anak kandungnya sendiri, Korban dipukul dengan gagang sapu hingga meninggal dunia, lalu dibawa ke Cijaku, Lebak, Banten untuk dimakamkan secara diam-diam.

Pelaku merupakan ibu muda warga Keluragan Kreo Tangerang. Ia menganiaya anaknya hingga tewas hanya karena tak memperhatikan arahannya saat berlajar secara online di rumah.

Korban, KS (8) saat itu sedang belajar online bersama kembarannya. Saudara kembarnya selamat karena menurut ibunya, sedangkan Keysa cuek sehingga ia dianiaya.

Kesal dengan ulah korban, pelaku naik pitam lalu memukuli korban pakai sapu. Tak hanya itu, Keysa juga dicubit lalu dihantam pakai benda keras hingga korban tak sadarkan diri.

Suaminya yang mengetahui hal tersebut panik. Kemudian korban dan suaminya membawa korban ke Cijaku, Lebak, Banten, untuk dimakamkan secara diam-diam.</content:encoded></item></channel></rss>
