<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nutella Timbulkan Kepanikan di Twitter Setelah Klaim Produknya &quot;Tidak Halal&quot;</title><description>Banyak yang terkejut dengan jawaban dari merek selai cokelat terkenal itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/17/18/2279134/nutella-timbulkan-kepanikan-di-twitter-setelah-klaim-produknya-tidak-halal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/17/18/2279134/nutella-timbulkan-kepanikan-di-twitter-setelah-klaim-produknya-tidak-halal"/><item><title>Nutella Timbulkan Kepanikan di Twitter Setelah Klaim Produknya &quot;Tidak Halal&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/17/18/2279134/nutella-timbulkan-kepanikan-di-twitter-setelah-klaim-produknya-tidak-halal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/17/18/2279134/nutella-timbulkan-kepanikan-di-twitter-setelah-klaim-produknya-tidak-halal</guid><pubDate>Kamis 17 September 2020 10:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/17/18/2279134/nutella-timbulkan-kepanikan-di-twitter-setelah-klaim-produknya-tidak-halal-4dYtO5Fypo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nutella. (Foto: Business Week)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/17/18/2279134/nutella-timbulkan-kepanikan-di-twitter-setelah-klaim-produknya-tidak-halal-4dYtO5Fypo.jpg</image><title>Nutella. (Foto: Business Week)</title></images><description>MEREK&amp;nbsp;selai coklat Nutella menimbulkan kepanikan di kalangan warganet setelah akun Twitternya di Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa produk mereka tidak halal.
Klaim tersebut dibuat setelah seorang pengguna Twitter yang berbasis di Manchester bertanya kepada perusahaan tersebut apakah produk mereka cocok untuk diet halal. Pertanyaan itu ditanggapi Nutella dengan jawaban &quot;Tidak, mereka (Nutella) tidak halal&quot;.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;No, they are not halal.&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Nutella (@NutellaUSA) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/NutellaUSA/status/1305252960558084096?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;September 13, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Merek selai yang berbasis di AS itu dengan cepat menarik jawaban tersebut, setelah pengguna Twitter mengonfirmasi keyakinan mereka bahwa produk Nutella adalah produk halal.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kekayaan Keluarga Ferrero di Balik Resep Nutella
&quot;(Produk Nutella) tidak bersertifikat halal,&quot; tulis seorang pengguna Twitter, &quot;tapi produk itu halal menurut definisi selama tidak ada produk sampingan dari hewan (selain dari susu) atau alkohol di dalamnya&quot;.
&amp;nbsp;Pengguna Twitter yang sama kemudian mengonfirmasi bahwa mereka telah &quot;memeriksa ulang bahan-bahan Nutella dan tidak ada apa pun di dalamnya yang akan membuat produk itu haram. Menurutnya, jika ada bahan rahasia, kemungkinan ada ada di bagian &quot;rasa alami/buatan&quot; tetapi tidak ada tanda-tanda adanya bahan yang dilarang di sana.
Berdasarkan undang-undang AS dan Kanada, sertifikasi halal, yang menegaskan bahwa produk tersebut cocok untuk diet halal, tidak diwajibkan pada produk yang tidak mengandung daging atau aditif.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Diskon Nutella Picu Kekacauan di Seluruh Prancis
Akun Twitter Nutella AS tersebut kemudian mengklarifikasi postingan aslinya, memberi tahu pengguna &quot;Semua Nutella yang dijual di seluruh dunia cocok untuk konsumsi Halal&quot;.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;All Nutella sold worldwide is suitable for Halal consumption. Over 90% of the industrial plants producing Nutella are already Halal certified by a third party and we are in the process of certifying the remaining plants. We apologize for the mistake made in our earlier tweet.&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Nutella (@NutellaUSA) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/NutellaUSA/status/1305525010950492166?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;September 14, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
&amp;ldquo;Lebih dari 90% pabrik industri yang memproduksi Nutella telah disertifikasi Halal oleh pihak ketiga dan kami sedang dalam proses mensertifikasi pabrik yang tersisa. Kami mohon maaf atas kesalahan yang dibuat dalam tweet kami sebelumnya,&quot; demikian klarifikasi dari Nutella AS sebagaimana dilansir Middle East Monitor.
Pengguna media sosial dengan cepat mengungkapkan kelegaannya menanggapi konfirmasi lanjutan tersebut. Beberapa mengatakan mereka kaget, dan sangat khawatir selai cokelat yang terkenal itu mengandung bahan haram.
Sementara itu, beberapa pengguna Twitter meminta tweet awal yang menyatakan produk Nutella tidak halal untuk dihapus, agar tidak ada kebingungan lebih lanjut.
Yang lain meminta perusahaan itu untuk mempelajari lebih lanjut tentang diet halal dan menyalahkan karyawan yang menjalankan akun media sosial Nutella karena kurang &quot;pengetahuan yang tepat&quot; untuk menjawab pertanyaan semacam itu secara otoritatif.

&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;This is a typical example of a company&amp;amp;#39;s social media account answering a question they don&amp;amp;#39;t have proper knowledge about. They could have said Nutella are not halal certified. I think companies in the UK are much more educated about halal labelling than the US. &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/elpAG7ftT1&quot;&amp;gt;https://t.co/elpAG7ftT1&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Mohammad Zaheer (@mzaheer88) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/mzaheer88/status/1305385320112943104?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;September 14, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;This is a typical example of a company&amp;amp;#39;s social media account answering a question they don&amp;amp;#39;t have proper knowledge about. They could have said Nutella are not halal certified. I think companies in the UK are much more educated about halal labelling than the US. &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/elpAG7ftT1&quot;&amp;gt;https://t.co/elpAG7ftT1&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Mohammad Zaheer (@mzaheer88) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/mzaheer88/status/1305385320112943104?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;September 14, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
&quot;Ini adalah contoh khas dari akun media sosial perusahaan yang menjawab pertanyaan yang tidak mereka ketahui&quot;, tulis seorang pengguna. Selain itu, tanpa mengetahui apa pun tentang makanan mana yang cocok untuk diet halal,&quot; kata seorang pengguna. Dia mengatakan, pengelola akun Nutella seharusnya menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan Nutella tidak bersertifikat halal.
Pengguna lain mengatakan dia berharap ada &quot;undang-undang internasional yang melarang perusahaan cokelat yang memberikan fatwa&quot; dan bertanya kepada produsen selai cokelat apakah menurutnya itu adalah &quot;dewan sarjana Muslim yang baru untuk cokelat?&quot;.</description><content:encoded>MEREK&amp;nbsp;selai coklat Nutella menimbulkan kepanikan di kalangan warganet setelah akun Twitternya di Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa produk mereka tidak halal.
Klaim tersebut dibuat setelah seorang pengguna Twitter yang berbasis di Manchester bertanya kepada perusahaan tersebut apakah produk mereka cocok untuk diet halal. Pertanyaan itu ditanggapi Nutella dengan jawaban &quot;Tidak, mereka (Nutella) tidak halal&quot;.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;No, they are not halal.&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Nutella (@NutellaUSA) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/NutellaUSA/status/1305252960558084096?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;September 13, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Merek selai yang berbasis di AS itu dengan cepat menarik jawaban tersebut, setelah pengguna Twitter mengonfirmasi keyakinan mereka bahwa produk Nutella adalah produk halal.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kekayaan Keluarga Ferrero di Balik Resep Nutella
&quot;(Produk Nutella) tidak bersertifikat halal,&quot; tulis seorang pengguna Twitter, &quot;tapi produk itu halal menurut definisi selama tidak ada produk sampingan dari hewan (selain dari susu) atau alkohol di dalamnya&quot;.
&amp;nbsp;Pengguna Twitter yang sama kemudian mengonfirmasi bahwa mereka telah &quot;memeriksa ulang bahan-bahan Nutella dan tidak ada apa pun di dalamnya yang akan membuat produk itu haram. Menurutnya, jika ada bahan rahasia, kemungkinan ada ada di bagian &quot;rasa alami/buatan&quot; tetapi tidak ada tanda-tanda adanya bahan yang dilarang di sana.
Berdasarkan undang-undang AS dan Kanada, sertifikasi halal, yang menegaskan bahwa produk tersebut cocok untuk diet halal, tidak diwajibkan pada produk yang tidak mengandung daging atau aditif.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Diskon Nutella Picu Kekacauan di Seluruh Prancis
Akun Twitter Nutella AS tersebut kemudian mengklarifikasi postingan aslinya, memberi tahu pengguna &quot;Semua Nutella yang dijual di seluruh dunia cocok untuk konsumsi Halal&quot;.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;All Nutella sold worldwide is suitable for Halal consumption. Over 90% of the industrial plants producing Nutella are already Halal certified by a third party and we are in the process of certifying the remaining plants. We apologize for the mistake made in our earlier tweet.&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Nutella (@NutellaUSA) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/NutellaUSA/status/1305525010950492166?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;September 14, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
&amp;ldquo;Lebih dari 90% pabrik industri yang memproduksi Nutella telah disertifikasi Halal oleh pihak ketiga dan kami sedang dalam proses mensertifikasi pabrik yang tersisa. Kami mohon maaf atas kesalahan yang dibuat dalam tweet kami sebelumnya,&quot; demikian klarifikasi dari Nutella AS sebagaimana dilansir Middle East Monitor.
Pengguna media sosial dengan cepat mengungkapkan kelegaannya menanggapi konfirmasi lanjutan tersebut. Beberapa mengatakan mereka kaget, dan sangat khawatir selai cokelat yang terkenal itu mengandung bahan haram.
Sementara itu, beberapa pengguna Twitter meminta tweet awal yang menyatakan produk Nutella tidak halal untuk dihapus, agar tidak ada kebingungan lebih lanjut.
Yang lain meminta perusahaan itu untuk mempelajari lebih lanjut tentang diet halal dan menyalahkan karyawan yang menjalankan akun media sosial Nutella karena kurang &quot;pengetahuan yang tepat&quot; untuk menjawab pertanyaan semacam itu secara otoritatif.

&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;This is a typical example of a company&amp;amp;#39;s social media account answering a question they don&amp;amp;#39;t have proper knowledge about. They could have said Nutella are not halal certified. I think companies in the UK are much more educated about halal labelling than the US. &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/elpAG7ftT1&quot;&amp;gt;https://t.co/elpAG7ftT1&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Mohammad Zaheer (@mzaheer88) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/mzaheer88/status/1305385320112943104?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;September 14, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;This is a typical example of a company&amp;amp;#39;s social media account answering a question they don&amp;amp;#39;t have proper knowledge about. They could have said Nutella are not halal certified. I think companies in the UK are much more educated about halal labelling than the US. &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/elpAG7ftT1&quot;&amp;gt;https://t.co/elpAG7ftT1&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Mohammad Zaheer (@mzaheer88) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/mzaheer88/status/1305385320112943104?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;September 14, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
&quot;Ini adalah contoh khas dari akun media sosial perusahaan yang menjawab pertanyaan yang tidak mereka ketahui&quot;, tulis seorang pengguna. Selain itu, tanpa mengetahui apa pun tentang makanan mana yang cocok untuk diet halal,&quot; kata seorang pengguna. Dia mengatakan, pengelola akun Nutella seharusnya menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan Nutella tidak bersertifikat halal.
Pengguna lain mengatakan dia berharap ada &quot;undang-undang internasional yang melarang perusahaan cokelat yang memberikan fatwa&quot; dan bertanya kepada produsen selai cokelat apakah menurutnya itu adalah &quot;dewan sarjana Muslim yang baru untuk cokelat?&quot;.</content:encoded></item></channel></rss>
