<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Peti Mati untuk Pasien Meninggal Covid-19 di Depok Menipis   </title><description>Semakin tingginya kasus Covid-19, stok peti mati di Kota Depok, Jawa Barat semakin menipis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/17/338/2279469/peti-mati-untuk-pasien-meninggal-covid-19-di-depok-menipis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/17/338/2279469/peti-mati-untuk-pasien-meninggal-covid-19-di-depok-menipis"/><item><title> Peti Mati untuk Pasien Meninggal Covid-19 di Depok Menipis   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/17/338/2279469/peti-mati-untuk-pasien-meninggal-covid-19-di-depok-menipis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/17/338/2279469/peti-mati-untuk-pasien-meninggal-covid-19-di-depok-menipis</guid><pubDate>Kamis 17 September 2020 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Muntinanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/17/338/2279469/peti-mati-untuk-pasien-meninggal-covid-19-di-depok-menipis-hSeGoEmyu6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/17/338/2279469/peti-mati-untuk-pasien-meninggal-covid-19-di-depok-menipis-hSeGoEmyu6.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone.com</title></images><description>
DEPOK -  Semakin tingginya kasus Covid-19, stok peti mati di Kota Depok, Jawa Barat semakin menipis. Maka dari itu pemerintah kota melakukan penambahan untuk peti mati.

Unit Pelayanan Tehnis (UPT) Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Hasudungan mengatakan saat ini sudah terdapat penambahan sebanyak 25 peti mati untuk pasien Covid-19 yang meninggal.

&quot;Benar pengajuan tambahan sudah kami lakukan, sementara sudah ada 25 penambahan (peti jenazah) karena stoknya sudah mau habis,&quot; kata Hasudungan saat dihubungi wartawan, kamis (17/9/2020).
&amp;nbsp;
Hasudungan mengaku penambahan sebanyak 25 peti mati sepertinya masih dirasa kurang sebab, ketika baru didatangkan peti mati itu sudah digunakan sebanyak 4 peti

&quot;Kemarin kepakai empat unit, tiga untuk jenazah dari rumah sakit di Depok dan satu dari rumah sakit di Jakarta,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, tingginya kasus Covid-19 berbuntut semakin banyaknya kasus kematian di Kota Depok, Jawa Barat. Hal tersebut berdampak pada penyediaan peti mati.

Kepala Unit Pelayanan Tehnis (UPT) Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Hasudungan mengatakan saat ini peti mati mati yang tersedia untuk pasien covid-19 semakin menipis.

&amp;ldquo;Data kami peti mati semakin menipis, sejak 10 April sampai 13 September ada sebanyak 121 peti (jenazah) yang sudah kami keluarkan,&amp;rdquo; kata Hasudungan ketika dihubungi wartawan, Selasa (15/9/2020).

Dia memastikan peti mati tersebut digunakan untuk pasien covid-19, namun dirinya tak bisa memastikan apakah pasien tersebut bersetatus positif atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

&amp;ldquo;Kami keluarkan sesuai protap. Kita nggak bisa menjust korban positif atau PDP, itu hanya pihak rumah sakit yang tahu,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>
DEPOK -  Semakin tingginya kasus Covid-19, stok peti mati di Kota Depok, Jawa Barat semakin menipis. Maka dari itu pemerintah kota melakukan penambahan untuk peti mati.

Unit Pelayanan Tehnis (UPT) Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Hasudungan mengatakan saat ini sudah terdapat penambahan sebanyak 25 peti mati untuk pasien Covid-19 yang meninggal.

&quot;Benar pengajuan tambahan sudah kami lakukan, sementara sudah ada 25 penambahan (peti jenazah) karena stoknya sudah mau habis,&quot; kata Hasudungan saat dihubungi wartawan, kamis (17/9/2020).
&amp;nbsp;
Hasudungan mengaku penambahan sebanyak 25 peti mati sepertinya masih dirasa kurang sebab, ketika baru didatangkan peti mati itu sudah digunakan sebanyak 4 peti

&quot;Kemarin kepakai empat unit, tiga untuk jenazah dari rumah sakit di Depok dan satu dari rumah sakit di Jakarta,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, tingginya kasus Covid-19 berbuntut semakin banyaknya kasus kematian di Kota Depok, Jawa Barat. Hal tersebut berdampak pada penyediaan peti mati.

Kepala Unit Pelayanan Tehnis (UPT) Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Hasudungan mengatakan saat ini peti mati mati yang tersedia untuk pasien covid-19 semakin menipis.

&amp;ldquo;Data kami peti mati semakin menipis, sejak 10 April sampai 13 September ada sebanyak 121 peti (jenazah) yang sudah kami keluarkan,&amp;rdquo; kata Hasudungan ketika dihubungi wartawan, Selasa (15/9/2020).

Dia memastikan peti mati tersebut digunakan untuk pasien covid-19, namun dirinya tak bisa memastikan apakah pasien tersebut bersetatus positif atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

&amp;ldquo;Kami keluarkan sesuai protap. Kita nggak bisa menjust korban positif atau PDP, itu hanya pihak rumah sakit yang tahu,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
