<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kaji Kematian Petugas Kesehatan, IDI Kesulitan Akses Data Rumah Sakit</title><description>IDI dan Kemenkes telah sepakat membentuk tim audit gabungan untuk melakukan kajian kematian petugas kesehatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/19/337/2280407/kaji-kematian-petugas-kesehatan-idi-kesulitan-akses-data-rumah-sakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/19/337/2280407/kaji-kematian-petugas-kesehatan-idi-kesulitan-akses-data-rumah-sakit"/><item><title>Kaji Kematian Petugas Kesehatan, IDI Kesulitan Akses Data Rumah Sakit</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/19/337/2280407/kaji-kematian-petugas-kesehatan-idi-kesulitan-akses-data-rumah-sakit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/19/337/2280407/kaji-kematian-petugas-kesehatan-idi-kesulitan-akses-data-rumah-sakit</guid><pubDate>Sabtu 19 September 2020 12:40 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/19/337/2280407/kaji-kematian-petugas-kesehatan-idi-kesulitan-akses-data-rumah-sakit-j5K07CRhU7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/19/337/2280407/kaji-kematian-petugas-kesehatan-idi-kesulitan-akses-data-rumah-sakit-j5K07CRhU7.jpg</image><title>ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA, Hingga saat ini sebanyak 117 dokter gugur terpapar Covid-19. Namun, Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih mengatakan tidak mudah bagi tim audit PB IDI untuk mengakses dokumen di Rumah Sakit untuk melakukan kajian kematian para tenaga kesehatan.
Hal ini diungkapkan Daeng dalam Webinar Nasional &amp;lsquo;Dokterku Sayang, Dokterku Berjuang&amp;rsquo; yang juga dihadiri Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo.
BACA JUGA: IDI Sebut Jumlah Polisi Meninggal karena Corona Melebihi Dokter
&amp;ldquo;Pak Doni mungkin saya lapor, jadi saya sudah diskusi dengan kawan-kawan Kementerian Kesehatan. Saya sudah bercerita bahwa sebenarnya di internal Ikatan Dokter Indonesia itu ada tim audit yang berusaha melakukan kajian dan audit tentang kematian petugas kesehatan khususnya dokter,&amp;rdquo; ungkapnya secara virtual, Sabtu (19/9/2020).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Sempat Dirawat karena Covid-19, Penyidik KPK Meninggal Dunia
&amp;ldquo;Tapi, kami terus terang tim audit kami melihat memiliki kendala karena kami tidak gampang mengakses dokumen di rumah sakit. Tidak mudah mengakses data-data di rumah sakit untuk melakukan kajian,&amp;rdquo; ungkap Daeng.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS8xLzEyMjQzNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Daeng mengatakan IDI dan Kementerian Kesehatan telah menyepakati untuk membentuk tim audit bersama melakukan kajian kematian petugas kesehatan. &amp;ldquo;Oleh karena itu Kementerian Kesehatan sudah setuju bersepakat untuk membentuk tim melakukan audit. Jadi nanti Pak Doni, Kementerian Kesehatan yang membentuk tim melakukan audit kematian, khususnya kematian petugas kesehatan,&amp;rdquo; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA, Hingga saat ini sebanyak 117 dokter gugur terpapar Covid-19. Namun, Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih mengatakan tidak mudah bagi tim audit PB IDI untuk mengakses dokumen di Rumah Sakit untuk melakukan kajian kematian para tenaga kesehatan.
Hal ini diungkapkan Daeng dalam Webinar Nasional &amp;lsquo;Dokterku Sayang, Dokterku Berjuang&amp;rsquo; yang juga dihadiri Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo.
BACA JUGA: IDI Sebut Jumlah Polisi Meninggal karena Corona Melebihi Dokter
&amp;ldquo;Pak Doni mungkin saya lapor, jadi saya sudah diskusi dengan kawan-kawan Kementerian Kesehatan. Saya sudah bercerita bahwa sebenarnya di internal Ikatan Dokter Indonesia itu ada tim audit yang berusaha melakukan kajian dan audit tentang kematian petugas kesehatan khususnya dokter,&amp;rdquo; ungkapnya secara virtual, Sabtu (19/9/2020).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Sempat Dirawat karena Covid-19, Penyidik KPK Meninggal Dunia
&amp;ldquo;Tapi, kami terus terang tim audit kami melihat memiliki kendala karena kami tidak gampang mengakses dokumen di rumah sakit. Tidak mudah mengakses data-data di rumah sakit untuk melakukan kajian,&amp;rdquo; ungkap Daeng.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS8xLzEyMjQzNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Daeng mengatakan IDI dan Kementerian Kesehatan telah menyepakati untuk membentuk tim audit bersama melakukan kajian kematian petugas kesehatan. &amp;ldquo;Oleh karena itu Kementerian Kesehatan sudah setuju bersepakat untuk membentuk tim melakukan audit. Jadi nanti Pak Doni, Kementerian Kesehatan yang membentuk tim melakukan audit kematian, khususnya kematian petugas kesehatan,&amp;rdquo; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
