<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Optimisme di Tengah Pandemi Covid-19!</title><description>Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengajak insan media untuk membangun optimisme di tengah pandemi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/23/337/2282561/bangun-optimisme-di-tengah-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/23/337/2282561/bangun-optimisme-di-tengah-pandemi-covid-19"/><item><title>Bangun Optimisme di Tengah Pandemi Covid-19!</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/23/337/2282561/bangun-optimisme-di-tengah-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/23/337/2282561/bangun-optimisme-di-tengah-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Rabu 23 September 2020 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/23/337/2282561/bangun-optimisme-di-tengah-pandemi-covid-19-gVHTIjBwTV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/23/337/2282561/bangun-optimisme-di-tengah-pandemi-covid-19-gVHTIjBwTV.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengajak insan media untuk membangun optimisme di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, lanjut dia, wabah corona tidak hanya berdampak pada krisis kesehatan dan ekonomi, tapi  juga pada media.

&quot;Kita itu sekarang (kasusnya) sedang naik dan belum tahu kapan puncaknya. Tapi kalau bisa kita flatkan, agar puncaknya masih bisa dicover oleh kapasitas rumah sakit kita,&quot; kata M. Nuh dalam pengantarnya pada diskusi virtual '21 Tahun UU Pers: Prospek &amp;amp; Tantangan', Rabu (23/9/2020).

Mantan Mendikbud mengatakan, jika kasus Covid-19 terus meningkat akan mengakibatkan banyak pasien yang tidak bisa dilayani lantaran terbatasnya kapasitas rumah sakit dan layanan kesehatan.

&quot;Kita harapkan (kasus) puncaknya tidak naik agar banyak warga terlayani,&quot; ujarnya.

M. Nuh meminta media untuk mengajak warga mematuhi protokol kesehatan dengan ketat, hingga menumbuhkan optimisme publik untuk bisa bangkit melewati pandemi Covid-19.

&quot;Kita nggak tahu sampai kapan (pandemi Covid-19) berakhir, dan kita nggak tahu apakah ini bisa melebihi dari kapasitas layanan kesehatan kita karena di situ ada chaos kesehatan dan menimbulkan fatality rate semakin tinggi,&quot; tuturnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Ingub Pengendalian Banjir Jakarta Dipercepat karena Perubahan Cuaca

M. Nuh berharap, puncak pandemi Covid-19 bisa berakhir dengan kapasitas layanan kesehatan yang cukup. Sehingga, semua pihak bisa bangkit kembali dari krisis yang ditimbulkan pandemi Covid-19.

&quot;Dan kita bisa bangkit kembali untuk melunasi janji kemerdekaan kita,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengajak insan media untuk membangun optimisme di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, lanjut dia, wabah corona tidak hanya berdampak pada krisis kesehatan dan ekonomi, tapi  juga pada media.

&quot;Kita itu sekarang (kasusnya) sedang naik dan belum tahu kapan puncaknya. Tapi kalau bisa kita flatkan, agar puncaknya masih bisa dicover oleh kapasitas rumah sakit kita,&quot; kata M. Nuh dalam pengantarnya pada diskusi virtual '21 Tahun UU Pers: Prospek &amp;amp; Tantangan', Rabu (23/9/2020).

Mantan Mendikbud mengatakan, jika kasus Covid-19 terus meningkat akan mengakibatkan banyak pasien yang tidak bisa dilayani lantaran terbatasnya kapasitas rumah sakit dan layanan kesehatan.

&quot;Kita harapkan (kasus) puncaknya tidak naik agar banyak warga terlayani,&quot; ujarnya.

M. Nuh meminta media untuk mengajak warga mematuhi protokol kesehatan dengan ketat, hingga menumbuhkan optimisme publik untuk bisa bangkit melewati pandemi Covid-19.

&quot;Kita nggak tahu sampai kapan (pandemi Covid-19) berakhir, dan kita nggak tahu apakah ini bisa melebihi dari kapasitas layanan kesehatan kita karena di situ ada chaos kesehatan dan menimbulkan fatality rate semakin tinggi,&quot; tuturnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Ingub Pengendalian Banjir Jakarta Dipercepat karena Perubahan Cuaca

M. Nuh berharap, puncak pandemi Covid-19 bisa berakhir dengan kapasitas layanan kesehatan yang cukup. Sehingga, semua pihak bisa bangkit kembali dari krisis yang ditimbulkan pandemi Covid-19.

&quot;Dan kita bisa bangkit kembali untuk melunasi janji kemerdekaan kita,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
