<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Munculnya Klaster Baru di Jakarta, Epidemiolog: Pandemi Corona Belum Terkendali</title><description>Munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 merupakan konsekuensi dari belum terkendalinya pandemi ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/24/338/2282790/munculnya-klaster-baru-di-jakarta-epidemiolog-pandemi-corona-belum-terkendali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/24/338/2282790/munculnya-klaster-baru-di-jakarta-epidemiolog-pandemi-corona-belum-terkendali"/><item><title>Munculnya Klaster Baru di Jakarta, Epidemiolog: Pandemi Corona Belum Terkendali</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/24/338/2282790/munculnya-klaster-baru-di-jakarta-epidemiolog-pandemi-corona-belum-terkendali</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/24/338/2282790/munculnya-klaster-baru-di-jakarta-epidemiolog-pandemi-corona-belum-terkendali</guid><pubDate>Kamis 24 September 2020 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/24/338/2282790/munculnya-klaster-baru-di-jakarta-epidemiolog-pandemi-corona-belum-terkendali-NJDke4ehKq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi virus corona. (Foto : Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/24/338/2282790/munculnya-klaster-baru-di-jakarta-epidemiolog-pandemi-corona-belum-terkendali-NJDke4ehKq.jpg</image><title>Ilustrasi virus corona. (Foto : Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Satuan Tugas Covid-19 menemukan adanya klaster baru penyebaran virus corona atau Covid-19 di Jakarta. Klaster baru itu mulai dari hotel, pesantren, tempat hiburan malam, dan pernikahan.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebut, munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 merupakan konsekuensi dari belum terkendalinya pandemi ini.

&amp;ldquo;Kemunculan klaster-klaster itu adalah konsekuensi logis dari belum terkendalinya pandemi Covid-19 di Indonesia,&amp;rdquo; ujar Dicky kepada Okezone di Jakarta, Kamis (23/9/2020).

Dicky menyebutkan munculnya klaster baru menjadi sebuah permasalahan saat ini. Lantaran ini membuktikan strategi mendasar pengendalian Covid-19 seperti testing, tracing, dan isolasi karantina belum sepenuhnya berjalan.

&amp;ldquo;Strategi mendasar tersebut untuk pengendalian pandemi ya banyak orang tidak terdeteksi. Padahal dia bawa virus, menyebarkan virus ini dan menyebabkan klaster hotel, pesantren, dan pernikahan segala macam,&amp;rdquo; tutur Dicky.

Di samping itu, Dicky menekankan diperlukan juga strategi komunikasi risiko selain harus mengenakan strategi dasar penanganan Covid-19 agar tak lagi menimbulkan klaster baru.
Strategi komunikasi risiko ini berupa penyampaian informasi yang membangun kewaspadaan masyarakat akan penyebaran virus corona ini.

&amp;ldquo;Sehingga bisa membangun kewaspadaan kesadaran dan peran aktif dari masyarakat,&amp;rdquo; tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah membeberkan klaster baru persebaran Covid-19 di DKI Jakarta yakni klaster hotel, pesantren, hiburan malam, dan pernikahan.

&amp;ldquo;Sebenarnya ada beberapa yang baru yang sebelumnya tidak ada klasternya. Contohnya adalah klaster hotel sudah mulai ada, pesantren ada, hiburan malam ada,&amp;rdquo; ucap Dewi.

Baca Juga : Kasus Positif Kembali Pecah Rekor, Epidemiolog : Belum Masuk Puncak Pandemi Covid-19

Dari data pada klaster hotel ditemukan sebesar 0,01% atau 3 kasus, pesantren 0,01% atau 4 kasus, hiburan malam 0,01% atau 5 kasus, dan kegiataan pernikahan 0,07% atau 25 kasus.

Baca Juga : Pemprov DKI Diminta Bangun Kesadaran Kolektif Warga untuk Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan



</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Satuan Tugas Covid-19 menemukan adanya klaster baru penyebaran virus corona atau Covid-19 di Jakarta. Klaster baru itu mulai dari hotel, pesantren, tempat hiburan malam, dan pernikahan.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebut, munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 merupakan konsekuensi dari belum terkendalinya pandemi ini.

&amp;ldquo;Kemunculan klaster-klaster itu adalah konsekuensi logis dari belum terkendalinya pandemi Covid-19 di Indonesia,&amp;rdquo; ujar Dicky kepada Okezone di Jakarta, Kamis (23/9/2020).

Dicky menyebutkan munculnya klaster baru menjadi sebuah permasalahan saat ini. Lantaran ini membuktikan strategi mendasar pengendalian Covid-19 seperti testing, tracing, dan isolasi karantina belum sepenuhnya berjalan.

&amp;ldquo;Strategi mendasar tersebut untuk pengendalian pandemi ya banyak orang tidak terdeteksi. Padahal dia bawa virus, menyebarkan virus ini dan menyebabkan klaster hotel, pesantren, dan pernikahan segala macam,&amp;rdquo; tutur Dicky.

Di samping itu, Dicky menekankan diperlukan juga strategi komunikasi risiko selain harus mengenakan strategi dasar penanganan Covid-19 agar tak lagi menimbulkan klaster baru.
Strategi komunikasi risiko ini berupa penyampaian informasi yang membangun kewaspadaan masyarakat akan penyebaran virus corona ini.

&amp;ldquo;Sehingga bisa membangun kewaspadaan kesadaran dan peran aktif dari masyarakat,&amp;rdquo; tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah membeberkan klaster baru persebaran Covid-19 di DKI Jakarta yakni klaster hotel, pesantren, hiburan malam, dan pernikahan.

&amp;ldquo;Sebenarnya ada beberapa yang baru yang sebelumnya tidak ada klasternya. Contohnya adalah klaster hotel sudah mulai ada, pesantren ada, hiburan malam ada,&amp;rdquo; ucap Dewi.

Baca Juga : Kasus Positif Kembali Pecah Rekor, Epidemiolog : Belum Masuk Puncak Pandemi Covid-19

Dari data pada klaster hotel ditemukan sebesar 0,01% atau 3 kasus, pesantren 0,01% atau 4 kasus, hiburan malam 0,01% atau 5 kasus, dan kegiataan pernikahan 0,07% atau 25 kasus.

Baca Juga : Pemprov DKI Diminta Bangun Kesadaran Kolektif Warga untuk Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan



</content:encoded></item></channel></rss>
