<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Bicara Soal Obat Covid-19: Kita Harus Cepat   </title><description>Pemerintah meminta produsen farmasi nasional mempercepat produksi obat Covid 19, salah satunya adalah remdesivir untuk selanjutnya diuji.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/27/337/2284436/luhut-bicara-soal-obat-covid-19-kita-harus-cepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/27/337/2284436/luhut-bicara-soal-obat-covid-19-kita-harus-cepat"/><item><title>Luhut Bicara Soal Obat Covid-19: Kita Harus Cepat   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/27/337/2284436/luhut-bicara-soal-obat-covid-19-kita-harus-cepat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/27/337/2284436/luhut-bicara-soal-obat-covid-19-kita-harus-cepat</guid><pubDate>Minggu 27 September 2020 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/27/337/2284436/luhut-bicara-soal-obat-covid-19-kita-harus-cepat-oAo0wq5NZo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/27/337/2284436/luhut-bicara-soal-obat-covid-19-kita-harus-cepat-oAo0wq5NZo.jpg</image><title>Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah meminta produsen farmasi nasional mempercepat produksi obat Covid 19, salah satunya adalah remdesivir untuk selanjutnya diuji.

&amp;ldquo;Harus diupayakan untuk segera produksi dalam negeri. Kita cari bahan-bahannya itu nanti, jadi jangan ada hambatan,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitandi Jakarta, Minggu (27/9/2020).

Dia meminta agar demi kepentingan nasional, Bio Farma segera mengambil langkah yang cepat dan tepat agar bahan baku untuk produksi nasional dapat segera dilakukan.

&amp;ldquo;Strateginya untuk kepentingan emergency dan kepentingan nasional. Kita harus cepat dan jangan terlalu kaku karena ini untuk kemanusiaan,&amp;rdquo; bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan pihaknya telah memproses izin uji klinis untuk remdesivir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kenapa Kasus Positif Corona di Indonesia Terus Meningkat?
&amp;ldquo;Terkait bahan baku dari Tiongkok, kami sudah mencatat dan akan cari jalan yang terbaik dengan tetap menjaga aspek keamanan dan mutu,&amp;rdquo; ujarnya.

Sementara Dirut Bio Farma Honesti mengatakan pihaknya telah mengurus izin untuk memproduksi remdesivir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kasus Corona Masih Tinggi, DPRD DKI : Dampak Pengetatan PSBB Baru Terlihat Sebulan ke Depan
&amp;ldquo;Ada dua cara yang kami lakukan yakni kita mengadakan kerja sama dengan India. Sementara kita akan melakukan uji klinis, nanti kerja sama dengan BUMN. Kedua, di samping izin impor, kami juga sedang riset untuk produksi dalam negeri,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah meminta produsen farmasi nasional mempercepat produksi obat Covid 19, salah satunya adalah remdesivir untuk selanjutnya diuji.

&amp;ldquo;Harus diupayakan untuk segera produksi dalam negeri. Kita cari bahan-bahannya itu nanti, jadi jangan ada hambatan,&amp;rdquo; ujar Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitandi Jakarta, Minggu (27/9/2020).

Dia meminta agar demi kepentingan nasional, Bio Farma segera mengambil langkah yang cepat dan tepat agar bahan baku untuk produksi nasional dapat segera dilakukan.

&amp;ldquo;Strateginya untuk kepentingan emergency dan kepentingan nasional. Kita harus cepat dan jangan terlalu kaku karena ini untuk kemanusiaan,&amp;rdquo; bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan pihaknya telah memproses izin uji klinis untuk remdesivir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kenapa Kasus Positif Corona di Indonesia Terus Meningkat?
&amp;ldquo;Terkait bahan baku dari Tiongkok, kami sudah mencatat dan akan cari jalan yang terbaik dengan tetap menjaga aspek keamanan dan mutu,&amp;rdquo; ujarnya.

Sementara Dirut Bio Farma Honesti mengatakan pihaknya telah mengurus izin untuk memproduksi remdesivir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kasus Corona Masih Tinggi, DPRD DKI : Dampak Pengetatan PSBB Baru Terlihat Sebulan ke Depan
&amp;ldquo;Ada dua cara yang kami lakukan yakni kita mengadakan kerja sama dengan India. Sementara kita akan melakukan uji klinis, nanti kerja sama dengan BUMN. Kedua, di samping izin impor, kami juga sedang riset untuk produksi dalam negeri,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
