<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kampanye Virtual Dinilai Efektif Jangkau Pemilih di Tengah Pandemi Covid-19   </title><description>Kampanye virtual menjadi salah satu pilihan bagi calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2020.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/27/337/2284476/kampanye-virtual-dinilai-efektif-jangkau-pemilih-di-tengah-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/27/337/2284476/kampanye-virtual-dinilai-efektif-jangkau-pemilih-di-tengah-pandemi-covid-19"/><item><title> Kampanye Virtual Dinilai Efektif Jangkau Pemilih di Tengah Pandemi Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/27/337/2284476/kampanye-virtual-dinilai-efektif-jangkau-pemilih-di-tengah-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/27/337/2284476/kampanye-virtual-dinilai-efektif-jangkau-pemilih-di-tengah-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Minggu 27 September 2020 13:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/27/337/2284476/kampanye-virtual-dinilai-efektif-jangkau-pemilih-di-tengah-pandemi-covid-19-C9jzO3QgF0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/27/337/2284476/kampanye-virtual-dinilai-efektif-jangkau-pemilih-di-tengah-pandemi-covid-19-C9jzO3QgF0.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Kampanye virtual menjadi salah satu pilihan bagi calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2020, lantaran berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Cara tersebut dinilai sangat relevan karena menghindari penyebaran virus corona.

Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), August Mellaz mengatakan, semua paslon dituntut untuk beradaptasi dengan berbagai kendala dan batasan selama kontestasi berlangsung di tengah pandemi Covid-19.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Perludem Beberkan Tantangan Pencalonan Perempuan Dalam Pilkada 2020&amp;nbsp;
Kampanye virtual juga dilakukan oleh paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa di Pilkada Solo. Gibran melakukan blusukan daring di hari pertama kampanye di Kampung Bonorejo, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah pada Sabtu 26 September 2020.

&quot;Setiap pasangan calon dituntut untuk melakukan penyesuaian secara radikal terkait dengan metode-metode kampanye yang dinilai efektif menjangkau para pemilih,&quot; ujar August Mellaz, Minggu (27/9/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Ketika Pelanggar Kesehatan Covid-19 Tak Ingat Teks Pancasila&amp;nbsp;
Dia mengatakan, ide-ide baru harus dilakukan karena Pilkada di tengah pandemi Covid-19. Menurut dia, kampanye virtual juga bisa menjangkau para pemilih.

&quot;Tantangan penting lainnya adalah bagaimana pasangan calon dapat mengemas dan mengajukan berbagai alternatif ide dan program yang menjawab kebutuhan masyarakat pemilih sesuai dengan dinamika dan kekhasan masing-masing wilayah,&quot; jelasnya.

Selain itu, para calon kepala daerah juga dapat menggerakkan tim kampanyenya dengan bersama melawan pandemi Covid-19.

&quot;Pelaksanaan pilkada di tengah pandemi ini, hendaknya dijadikan momentum bagi setiap pasangan calon untuk mengkompetisikan ide dan program-program alternatif sebagai cara yang otentik untuk mengatasi krisis,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Milenial untuk Indonesia (AMMI), Nurkhasanah menambahkan, kampanye daring bisa mencegah kerumunan yang berpotensi menjadi klaster penyebaran corona.

Ia menambahkan, media sosial bisa dioptimalisasikan untuk menyampaikan berbagai ide, hingga visi misi para calon kepala daerah.

&quot;Pandemi Covid-19 telah mengubah hampir semua mekanisme pertemuan menjadi online seperti saat ini, harusnya paslon lain bisa mencontoh calon wali kota Gibran Rakabuming Raka besama wakilnyaTeguh Prakosa,&quot; tutur Nurkhasanah.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kampanye virtual menjadi salah satu pilihan bagi calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2020, lantaran berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Cara tersebut dinilai sangat relevan karena menghindari penyebaran virus corona.

Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), August Mellaz mengatakan, semua paslon dituntut untuk beradaptasi dengan berbagai kendala dan batasan selama kontestasi berlangsung di tengah pandemi Covid-19.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Perludem Beberkan Tantangan Pencalonan Perempuan Dalam Pilkada 2020&amp;nbsp;
Kampanye virtual juga dilakukan oleh paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa di Pilkada Solo. Gibran melakukan blusukan daring di hari pertama kampanye di Kampung Bonorejo, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah pada Sabtu 26 September 2020.

&quot;Setiap pasangan calon dituntut untuk melakukan penyesuaian secara radikal terkait dengan metode-metode kampanye yang dinilai efektif menjangkau para pemilih,&quot; ujar August Mellaz, Minggu (27/9/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Ketika Pelanggar Kesehatan Covid-19 Tak Ingat Teks Pancasila&amp;nbsp;
Dia mengatakan, ide-ide baru harus dilakukan karena Pilkada di tengah pandemi Covid-19. Menurut dia, kampanye virtual juga bisa menjangkau para pemilih.

&quot;Tantangan penting lainnya adalah bagaimana pasangan calon dapat mengemas dan mengajukan berbagai alternatif ide dan program yang menjawab kebutuhan masyarakat pemilih sesuai dengan dinamika dan kekhasan masing-masing wilayah,&quot; jelasnya.

Selain itu, para calon kepala daerah juga dapat menggerakkan tim kampanyenya dengan bersama melawan pandemi Covid-19.

&quot;Pelaksanaan pilkada di tengah pandemi ini, hendaknya dijadikan momentum bagi setiap pasangan calon untuk mengkompetisikan ide dan program-program alternatif sebagai cara yang otentik untuk mengatasi krisis,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Milenial untuk Indonesia (AMMI), Nurkhasanah menambahkan, kampanye daring bisa mencegah kerumunan yang berpotensi menjadi klaster penyebaran corona.

Ia menambahkan, media sosial bisa dioptimalisasikan untuk menyampaikan berbagai ide, hingga visi misi para calon kepala daerah.

&quot;Pandemi Covid-19 telah mengubah hampir semua mekanisme pertemuan menjadi online seperti saat ini, harusnya paslon lain bisa mencontoh calon wali kota Gibran Rakabuming Raka besama wakilnyaTeguh Prakosa,&quot; tutur Nurkhasanah.
</content:encoded></item></channel></rss>
