<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasien Covid-19 Penderita Hipertensi dan Obesitas Jadi Golongan Paling Berisiko Kematian</title><description>Gaga Irawan Nugraha mengatakan obesitas jadi golongan berisiko kematian kedua akibat Covid-19, setelah hipertensi.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/29/337/2285675/pasien-covid-19-penderita-hipertensi-dan-obesitas-jadi-golongan-paling-berisiko-kematian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/29/337/2285675/pasien-covid-19-penderita-hipertensi-dan-obesitas-jadi-golongan-paling-berisiko-kematian"/><item><title>Pasien Covid-19 Penderita Hipertensi dan Obesitas Jadi Golongan Paling Berisiko Kematian</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/29/337/2285675/pasien-covid-19-penderita-hipertensi-dan-obesitas-jadi-golongan-paling-berisiko-kematian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/29/337/2285675/pasien-covid-19-penderita-hipertensi-dan-obesitas-jadi-golongan-paling-berisiko-kematian</guid><pubDate>Selasa 29 September 2020 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/29/337/2285675/pasien-covid-19-penderita-hipertensi-dan-obesitas-jadi-golongan-paling-berisiko-kematian-G1z50GGmW5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok. okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/29/337/2285675/pasien-covid-19-penderita-hipertensi-dan-obesitas-jadi-golongan-paling-berisiko-kematian-G1z50GGmW5.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok. okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Dokter Spesialis Gizi sekaligus Associate Professor di Departemen Ilmu Kedokteran Dasar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Gaga Irawan Nugraha mengatakan obesitas jadi golongan berisiko kematian kedua akibat Covid-19, setelah hipertensi.

&amp;ldquo;Jadi sekarang ini faktor risiko yang kedua setelah hipertensi, jadi di nomor 1 yang mudah terkena Covid-19 adalah hipertensi, dan kedua adalah obesitas,&amp;rdquo; ungkap Gaga dalam diskusi di Media Center Satgas Covid-19, Graha BNPB, Jakarta (29/9/2020).

Gaga pun memberikan contoh di Amerika dimana di Kota New York dilaporkan kematian tertinggi akibat Covid-19 adalah mereka yang mengalami obesitas hingga 42%. &amp;ldquo;Sebelum awal-awal Covid kemudian meningkat kasusnya orang tidak mengetahui bahwa obesitas menjadi salah satu faktor risiko dari terkena dan mengalami Covid-19.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Namun, setelah Covid masuk ke Amerika, di bulan April dilaporkan bahwa ternyata begitu banyak kematian akibat Covid-19 terutama di kota New York ternyata terjadi banyak orang di New York itu sampai lebih dari 42% mengalami obesitas,&amp;rdquo; ungkapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMC8xLzEyMjc5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Gaga menjelaskan kenapa orang dengan obesitas lebih berisiko terpapar Covid-19. &amp;ldquo;Karena apa? Pertama dia memiliki lemak yang lebih besar permukaannya sehingga reseptor untuk menempelnya virus itu, menempelnya virus Covid-19 itu menjadi lebih banyak, lebih luas. Sehingga orang yang obesitas lebih mudah terpapar Covid-19.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Yang kedua orang obesitas itu lemak ada dimana-mana, jantungnya lebih banyak lemak di kiri-kanan depan-belakang, begitu juga di perutnya. Sehingga ketika terinfeksi Covid-19 dan kemudian dia sulit bernafas, kesulitan bernafasnya semakin bertambah karena jantungnya tertekan oleh lemak,&amp;rdquo; jelas Gaga.

Dan yang ketiga, orang dengan obesitas akan mengalami kelainan imunitas yang mengakibatkan dia lebih mudah terkena Covid-19. &amp;ldquo;Dan lebih mudah terkena Covid-19 setelah mengalami pergerakan karena obesitasnya tersebut,&amp;rdquo; kata Gaga.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Dokter Spesialis Gizi sekaligus Associate Professor di Departemen Ilmu Kedokteran Dasar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Gaga Irawan Nugraha mengatakan obesitas jadi golongan berisiko kematian kedua akibat Covid-19, setelah hipertensi.

&amp;ldquo;Jadi sekarang ini faktor risiko yang kedua setelah hipertensi, jadi di nomor 1 yang mudah terkena Covid-19 adalah hipertensi, dan kedua adalah obesitas,&amp;rdquo; ungkap Gaga dalam diskusi di Media Center Satgas Covid-19, Graha BNPB, Jakarta (29/9/2020).

Gaga pun memberikan contoh di Amerika dimana di Kota New York dilaporkan kematian tertinggi akibat Covid-19 adalah mereka yang mengalami obesitas hingga 42%. &amp;ldquo;Sebelum awal-awal Covid kemudian meningkat kasusnya orang tidak mengetahui bahwa obesitas menjadi salah satu faktor risiko dari terkena dan mengalami Covid-19.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Namun, setelah Covid masuk ke Amerika, di bulan April dilaporkan bahwa ternyata begitu banyak kematian akibat Covid-19 terutama di kota New York ternyata terjadi banyak orang di New York itu sampai lebih dari 42% mengalami obesitas,&amp;rdquo; ungkapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMC8xLzEyMjc5My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Gaga menjelaskan kenapa orang dengan obesitas lebih berisiko terpapar Covid-19. &amp;ldquo;Karena apa? Pertama dia memiliki lemak yang lebih besar permukaannya sehingga reseptor untuk menempelnya virus itu, menempelnya virus Covid-19 itu menjadi lebih banyak, lebih luas. Sehingga orang yang obesitas lebih mudah terpapar Covid-19.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Yang kedua orang obesitas itu lemak ada dimana-mana, jantungnya lebih banyak lemak di kiri-kanan depan-belakang, begitu juga di perutnya. Sehingga ketika terinfeksi Covid-19 dan kemudian dia sulit bernafas, kesulitan bernafasnya semakin bertambah karena jantungnya tertekan oleh lemak,&amp;rdquo; jelas Gaga.

Dan yang ketiga, orang dengan obesitas akan mengalami kelainan imunitas yang mengakibatkan dia lebih mudah terkena Covid-19. &amp;ldquo;Dan lebih mudah terkena Covid-19 setelah mengalami pergerakan karena obesitasnya tersebut,&amp;rdquo; kata Gaga.</content:encoded></item></channel></rss>
