<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengkhawatirkan, 148 Siswa SMA Menikah Gara-Gara Pandemi Covid-19</title><description>Kasus pernikahan dini marak terjadi di Provinsi Nusa Tengggara Barat (NTB). Pernikahan itu melibatkan lebih dari 100 siswa SMA.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/29/340/2285580/mengkhawatirkan-148-siswa-sma-menikah-gara-gara-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/29/340/2285580/mengkhawatirkan-148-siswa-sma-menikah-gara-gara-pandemi-covid-19"/><item><title>Mengkhawatirkan, 148 Siswa SMA Menikah Gara-Gara Pandemi Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/29/340/2285580/mengkhawatirkan-148-siswa-sma-menikah-gara-gara-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/29/340/2285580/mengkhawatirkan-148-siswa-sma-menikah-gara-gara-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Selasa 29 September 2020 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Ema Widiawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/29/340/2285580/148-siswa-sma-menikah-gara-gara-pandemi-covid-19-dinas-pendidikan-ini-mengkhawatirkan-jhsocnts0v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Aidy Furqan. Foto: Ema Widiawati</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/29/340/2285580/148-siswa-sma-menikah-gara-gara-pandemi-covid-19-dinas-pendidikan-ini-mengkhawatirkan-jhsocnts0v.jpg</image><title>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Aidy Furqan. Foto: Ema Widiawati</title></images><description>NTB - Kasus pernikahan dini marak terjadi di Provinsi Nusa Tengggara Barat (NTB). Pernikahan itu melibatkan lebih dari 100 siswa SMA.
Diketahui 131 sekolah di NTB telah mengisi instrumen online guna menginfetarisasi jumlah siswa yang menikah. Lalu diketahui 148 siswa tingkat SMA telah menikah terhitung sejak juli hingga september 2020.
&quot;Kita Juli sampai September awal itu tercatat 18 anak yang saya urus SMA-SMK ya. Itu baru per kemarin ya, ini kita belum semua sekolah mengembalikan instrumen pemantauan perkembangan anak-anaknya, baru 131 sekolah yang mengisi instrumen online yang kita berikan yang sudah menginventarisasi jumlah muridnya yang menikah,&quot; ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NB, Aidy Furqan pada Selasa (29/9/2020).
Ia juga mengatakan kasus pernikahan dini itu cukup mengkhawatirkan. Apalagi alasannya gara-gara pendemi Covid-19 membuat membuat motivasi anak untuk belajar menjadi turun.
Meski setiap tahun menjelang ujian puluhan anak tercatat dalam data pernikahan, namun jumlah tahun ini dinilai luar biasa.
Sebagai langkah untuk mencegah bertambahnya kasus pernikahan di tingkat SMA ini, Dinas Dikbud NTB melaksanakan simulasi belajar tatap muka di sekolah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Unik, Akad Nikah Gunakan Tali Rafia dan Panitianya Tim Satuan Tugas Covid-19
Hal itu telah berlangsung selama dua minggu, dan penerapannya sesuai protokol kesehatan guna mencegah virus corona (Covid-19).
&quot;Itu sebabnya, karena ini mengkhawatirkan terjadi terus penikahan dengan alasan pandemi, tidak terus belajar. Kita harus terus melakukan simulasi itu, mengembalikan motivasi belajar anak,&quot; pungkas  Aidy.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Viral Pasangan Ingin Bercerai Menumpuk di Pengadilan Agama, Ternyata Ini Penyebabnya</description><content:encoded>NTB - Kasus pernikahan dini marak terjadi di Provinsi Nusa Tengggara Barat (NTB). Pernikahan itu melibatkan lebih dari 100 siswa SMA.
Diketahui 131 sekolah di NTB telah mengisi instrumen online guna menginfetarisasi jumlah siswa yang menikah. Lalu diketahui 148 siswa tingkat SMA telah menikah terhitung sejak juli hingga september 2020.
&quot;Kita Juli sampai September awal itu tercatat 18 anak yang saya urus SMA-SMK ya. Itu baru per kemarin ya, ini kita belum semua sekolah mengembalikan instrumen pemantauan perkembangan anak-anaknya, baru 131 sekolah yang mengisi instrumen online yang kita berikan yang sudah menginventarisasi jumlah muridnya yang menikah,&quot; ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NB, Aidy Furqan pada Selasa (29/9/2020).
Ia juga mengatakan kasus pernikahan dini itu cukup mengkhawatirkan. Apalagi alasannya gara-gara pendemi Covid-19 membuat membuat motivasi anak untuk belajar menjadi turun.
Meski setiap tahun menjelang ujian puluhan anak tercatat dalam data pernikahan, namun jumlah tahun ini dinilai luar biasa.
Sebagai langkah untuk mencegah bertambahnya kasus pernikahan di tingkat SMA ini, Dinas Dikbud NTB melaksanakan simulasi belajar tatap muka di sekolah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Unik, Akad Nikah Gunakan Tali Rafia dan Panitianya Tim Satuan Tugas Covid-19
Hal itu telah berlangsung selama dua minggu, dan penerapannya sesuai protokol kesehatan guna mencegah virus corona (Covid-19).
&quot;Itu sebabnya, karena ini mengkhawatirkan terjadi terus penikahan dengan alasan pandemi, tidak terus belajar. Kita harus terus melakukan simulasi itu, mengembalikan motivasi belajar anak,&quot; pungkas  Aidy.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Viral Pasangan Ingin Bercerai Menumpuk di Pengadilan Agama, Ternyata Ini Penyebabnya</content:encoded></item></channel></rss>
