<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Perbedaan Rapid Test Antigen dan Antibodi Deteksi Covid-19</title><description>Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan perbedaan test cepat atau rapid test antigen dan antibodi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/30/337/2285925/ini-perbedaan-rapid-test-antigen-dan-antibodi-deteksi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/09/30/337/2285925/ini-perbedaan-rapid-test-antigen-dan-antibodi-deteksi-covid-19"/><item><title>Ini Perbedaan Rapid Test Antigen dan Antibodi Deteksi Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/09/30/337/2285925/ini-perbedaan-rapid-test-antigen-dan-antibodi-deteksi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/09/30/337/2285925/ini-perbedaan-rapid-test-antigen-dan-antibodi-deteksi-covid-19</guid><pubDate>Rabu 30 September 2020 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/30/337/2285925/ini-perbedaan-rapid-test-antigen-dan-antibodi-deteksi-covid-19-RerGYtUaVj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rapid Test (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/30/337/2285925/ini-perbedaan-rapid-test-antigen-dan-antibodi-deteksi-covid-19-RerGYtUaVj.jpg</image><title>Rapid Test (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan perbedaan test cepat atau rapid test antigen dan antibodi. Pasalnya, baru-baru ini metode rapid test antigen telah mendapat persetujuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menggantikan rapid test antibodi.
&quot;Tiga hari lalu WHO sudah merilis izin penggunaan secara emergency rapid test antigen,&quot; kata Dicky kepada Okezone, Rabu (30/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Soal Mini Lockdown, Wagub DKI : Jakarta Sudah Buat Konsep Kampung Siaga
Dicky mengatakan, rapid test antigen merupakan tes cepat yang dapat melihat seseorang apakah terinfeksi virus corona atau tidak.
&quot;Ini berbeda dengan rapid test antibodi yang selama ini digunakan di Indonesia. Karena rapid test antibodi itu tidak bisa menentukan apakah seseorang terinfeksi Covid-19, hanya untuk melihat jika reaktif pernah terpapar Covid-19. Artinya, apakah dia sedang terinfeksi atau tidak ya tidak diketahui sehingga perlu dilakukan tes lagi,&quot; ungkapnya.
Selain itu kata Dicky, metode yang digunakan  rapid test antigen juga sama dengan cara swab atau mengusap rongga hidung dan tenggorokan. Sementara tes antibodi hanya mengambil sampel darah.
&quot;Pemeriksaannya tetap lewat swab jadi dicolok hidung atau rongga mulut,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;120 ASN di Tangsel Reaktif Covid-19&amp;nbsp;
Dari segi efektivitas menurut Dicky, tes cepat antigen lebih murah dan cepat mendapat hasil dibandingkan swab test yang biasa dilakukan sebelumnya.  &quot;Antigen ini bisa mengganti tes PCR yang terbatas di daerah, harganya juga murah, cepat hasilnya,&quot; tutur Dicky. (Ari)</description><content:encoded>JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan perbedaan test cepat atau rapid test antigen dan antibodi. Pasalnya, baru-baru ini metode rapid test antigen telah mendapat persetujuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menggantikan rapid test antibodi.
&quot;Tiga hari lalu WHO sudah merilis izin penggunaan secara emergency rapid test antigen,&quot; kata Dicky kepada Okezone, Rabu (30/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Soal Mini Lockdown, Wagub DKI : Jakarta Sudah Buat Konsep Kampung Siaga
Dicky mengatakan, rapid test antigen merupakan tes cepat yang dapat melihat seseorang apakah terinfeksi virus corona atau tidak.
&quot;Ini berbeda dengan rapid test antibodi yang selama ini digunakan di Indonesia. Karena rapid test antibodi itu tidak bisa menentukan apakah seseorang terinfeksi Covid-19, hanya untuk melihat jika reaktif pernah terpapar Covid-19. Artinya, apakah dia sedang terinfeksi atau tidak ya tidak diketahui sehingga perlu dilakukan tes lagi,&quot; ungkapnya.
Selain itu kata Dicky, metode yang digunakan  rapid test antigen juga sama dengan cara swab atau mengusap rongga hidung dan tenggorokan. Sementara tes antibodi hanya mengambil sampel darah.
&quot;Pemeriksaannya tetap lewat swab jadi dicolok hidung atau rongga mulut,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;120 ASN di Tangsel Reaktif Covid-19&amp;nbsp;
Dari segi efektivitas menurut Dicky, tes cepat antigen lebih murah dan cepat mendapat hasil dibandingkan swab test yang biasa dilakukan sebelumnya.  &quot;Antigen ini bisa mengganti tes PCR yang terbatas di daerah, harganya juga murah, cepat hasilnya,&quot; tutur Dicky. (Ari)</content:encoded></item></channel></rss>
