<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Klaster COVID-19 dengan Memahami Penyebarannya</title><description>Masyarakat harus memahami penyebaran COVID-19 guna mencegah terjadinya klaster-klaster.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/01/1/2286974/cegah-klaster-covid-19-dengan-memahami-penyebarannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/01/1/2286974/cegah-klaster-covid-19-dengan-memahami-penyebarannya"/><item><title>Cegah Klaster COVID-19 dengan Memahami Penyebarannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/01/1/2286974/cegah-klaster-covid-19-dengan-memahami-penyebarannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/01/1/2286974/cegah-klaster-covid-19-dengan-memahami-penyebarannya</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2020 19:06 WIB</pubDate><dc:creator>Karina Asta Widara </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/01/1/2286974/cegah-klaster-covid-19-dengan-memahami-penyebarannya-kVKdhTYbAw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Dok BNPB</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/01/1/2286974/cegah-klaster-covid-19-dengan-memahami-penyebarannya-kVKdhTYbAw.jpg</image><title>Foto : Dok BNPB</title></images><description>JAKARTA- Dalam talkshow bertema &amp;ldquo;Covid-19 dalam Angka: Ragam Klaster di Indonesia&quot; di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Graha BNPB Jakarta pada Selasa (30/9) siang Tim Pakar Satgas Covid-19 Dr. Dewi Nur Aisyah memamaparkan bagaimana memahami potensi penularan virus corona untuk mencegah timbulnya klaster.
Jika salah satu rekan satu ruangan di kantor atau anggota keluarga positif Covid-19, maka kru sekantor dan keluarga wajib melakukan swab test. Selama hasil swab belum keluar semua wajib melakukan isolasi mandiri.
&quot;Harus paham potensi penularan dari siapa. Jika sudah ada gejala langsung pakai masker,&quot; papar Dr. Dewi Nur Aisyah.
Dewi mengingatkan penerapan protokol kesehatan dilakukan saat menerima kunjungan tamu dari luar. Pergunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak.
&quot;Kurangi kegiatan sosial di masyarakat karena ada risiko membawa virus ke rumah,&quot; tambahnya.
Selain itu, Dewi juga memberi tahu hindari berkunjung ke tempat keramaian atau berwisata. Ia membeberkan catatan ada empat orang pergi ke tempat rekreasi bersama-sama. Mereka datang ke Kota M pada tanggal 31 Juli 2020.
&quot;Empat orang itu jalan bersama-sama ke tempat wisata C, makan bakso, dan ke alun-alun B yang ramai pengunjung. Dan mereka terpapar,&quot; ujarnya.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak takut pada penelusuran kontak dan jangan berbohong pada petugas karena dapat berlanjut penularan ke orang sekitar.
&quot;Jangan sampai ada kontak positif tapi menyembunyikan pada keluarga karena takut. Ini dampaknya bakal berbahaya,&quot; ujarnya.

CM</description><content:encoded>JAKARTA- Dalam talkshow bertema &amp;ldquo;Covid-19 dalam Angka: Ragam Klaster di Indonesia&quot; di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Graha BNPB Jakarta pada Selasa (30/9) siang Tim Pakar Satgas Covid-19 Dr. Dewi Nur Aisyah memamaparkan bagaimana memahami potensi penularan virus corona untuk mencegah timbulnya klaster.
Jika salah satu rekan satu ruangan di kantor atau anggota keluarga positif Covid-19, maka kru sekantor dan keluarga wajib melakukan swab test. Selama hasil swab belum keluar semua wajib melakukan isolasi mandiri.
&quot;Harus paham potensi penularan dari siapa. Jika sudah ada gejala langsung pakai masker,&quot; papar Dr. Dewi Nur Aisyah.
Dewi mengingatkan penerapan protokol kesehatan dilakukan saat menerima kunjungan tamu dari luar. Pergunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak.
&quot;Kurangi kegiatan sosial di masyarakat karena ada risiko membawa virus ke rumah,&quot; tambahnya.
Selain itu, Dewi juga memberi tahu hindari berkunjung ke tempat keramaian atau berwisata. Ia membeberkan catatan ada empat orang pergi ke tempat rekreasi bersama-sama. Mereka datang ke Kota M pada tanggal 31 Juli 2020.
&quot;Empat orang itu jalan bersama-sama ke tempat wisata C, makan bakso, dan ke alun-alun B yang ramai pengunjung. Dan mereka terpapar,&quot; ujarnya.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak takut pada penelusuran kontak dan jangan berbohong pada petugas karena dapat berlanjut penularan ke orang sekitar.
&quot;Jangan sampai ada kontak positif tapi menyembunyikan pada keluarga karena takut. Ini dampaknya bakal berbahaya,&quot; ujarnya.

CM</content:encoded></item></channel></rss>
