<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesehatan 25 Juta Anak Terancam Akibat Covid-19, PB IDI Dorong 2 Hal Ini</title><description>Pertama yakni menangani Covid-19 sebaik mungkin serta melanjutkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Posyandu yang sudah berjalan.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/01/337/2286760/kesehatan-25-juta-anak-terancam-akibat-covid-19-pb-idi-dorong-2-hal-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/01/337/2286760/kesehatan-25-juta-anak-terancam-akibat-covid-19-pb-idi-dorong-2-hal-ini"/><item><title>Kesehatan 25 Juta Anak Terancam Akibat Covid-19, PB IDI Dorong 2 Hal Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/01/337/2286760/kesehatan-25-juta-anak-terancam-akibat-covid-19-pb-idi-dorong-2-hal-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/01/337/2286760/kesehatan-25-juta-anak-terancam-akibat-covid-19-pb-idi-dorong-2-hal-ini</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2020 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/01/337/2286760/kesehatan-25-juta-anak-terancam-akibat-covid-19-pb-idi-dorong-2-hal-ini-98GF8zdhPp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum PB IDI, Daeng Faqih. (Foto : Okezone.com/Dimas Andhika Fikri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/01/337/2286760/kesehatan-25-juta-anak-terancam-akibat-covid-19-pb-idi-dorong-2-hal-ini-98GF8zdhPp.jpg</image><title>Ketua Umum PB IDI, Daeng Faqih. (Foto : Okezone.com/Dimas Andhika Fikri)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia hingga saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Hal ini membuat operasional Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) terdampak sehingga bisa mengancam kesehatan 25 juta anak Indonesia.
&amp;ldquo;Memang kalau kita lihat kasus Covid-19 di Indonesia ini belum menunjukkan kapan puncaknya. Jadi ini kelihatannya masih naik berlangsung, bahkan bulan September ini. Kita memang berharap Covid-19 ini bisa kita selesaikan bersama, tetapi realitanya masih terus meningkat,&amp;rdquo; Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng M Faqih dalam konferensi pers &amp;ldquo;Seruan Selamatkan 25 Juta Anak Indonesia&amp;rdquo; yang digelar secara virtual, Kamis (1/10/2020).
Daeng mengungkapkan, harus ada upaya yang ekstra agar Covid-19 ini bisa ditekan bahkan dihentikan. &amp;ldquo;Saya sangat setuju dampak Covid ini luar biasa. Dimensinya bukan hanya dimensi kesehatan, tapi dimensi yang lebih besar dari kehidupan masyarakat kita,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/gaOeWCkqJI8&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Daeng mendorong pemerintah melakukan dua hal, yaitu menangani Covid-19 dengan baik serta melanjutkan pelayanan kesehatan yang sudah ada seperti Puskesmas dan Posyandu agar tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan.
&amp;ldquo;Untuk di bidang kesehatan dengan dampak yang luar biasa kepada anak dan kesehatan ibu, mau tidak mau kita semua bersama pemerintah melakukan upaya sekaligus dua hal. Pertama melakukan penanganan Covid-19 dengan baik karena infeksinya pada anak ini vital, luar biasa mungkin yang lebih tinggi dari negara lain. Kedua yang lebih penting pelayanan kesehatan yang sudah berjalan itu kita langsungkan,&amp;rdquo; tutur Daeng.
Ia juga telah mendapatkan laporan, saat ini di daerah kegiatan-kegiatan Posyandu dan Puskesmas menurun karena banyak warga enggan datang ke sana lantaran khawatir tertulan Covid-19.
&amp;ldquo;Ini yang harus kita carikan upaya bersama, agar upaya-upaya kesehatan masyarakat di Posyandu dan Puskesmas tetap bisa berjalan. Seraya penanganan Covid tetap dilakukan,&amp;rdquo; ucapnya.

Selain itu, Daeng mengatakan, harus ada strategi untuk penguatan Puskesmas dan Posyandu.
&amp;ldquo;Ini yang mungkin perlu kita dorong pemerintah karena kami tidak tahu strategi apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk penguatan kesehatan masyarakat khususnya pelayanan di Puskesmas dan Posyandu di tengah Covid,&amp;rdquo; ujarnya.

Baca Juga : 17% Warga Tak Percaya Bisa Tertular Corona, Satgas: Covid-19 Tak Pandang Bulu!

&amp;ldquo;Kalau ini tidak kita pecahkan bersama, kami memang sangat khawatir Covid-nya terus meningkat kemudian kebutuhan-kebutuhan pelayanan masyarakat, indikator-indikator standar pelayanan maksimal di Puskesmas akan menurun. Kalau ini terjadi dampak kesehatan masyarakat berikutnya itu akan menjadi masalah bagi kita sendiri,&amp;rdquo; tutur Daeng.

Baca Juga : Sembuh dari Corona, Menag Fachrul Razi Terima Kasih ke Masyarakat
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia hingga saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Hal ini membuat operasional Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) terdampak sehingga bisa mengancam kesehatan 25 juta anak Indonesia.
&amp;ldquo;Memang kalau kita lihat kasus Covid-19 di Indonesia ini belum menunjukkan kapan puncaknya. Jadi ini kelihatannya masih naik berlangsung, bahkan bulan September ini. Kita memang berharap Covid-19 ini bisa kita selesaikan bersama, tetapi realitanya masih terus meningkat,&amp;rdquo; Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng M Faqih dalam konferensi pers &amp;ldquo;Seruan Selamatkan 25 Juta Anak Indonesia&amp;rdquo; yang digelar secara virtual, Kamis (1/10/2020).
Daeng mengungkapkan, harus ada upaya yang ekstra agar Covid-19 ini bisa ditekan bahkan dihentikan. &amp;ldquo;Saya sangat setuju dampak Covid ini luar biasa. Dimensinya bukan hanya dimensi kesehatan, tapi dimensi yang lebih besar dari kehidupan masyarakat kita,&amp;rdquo; ujarnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/gaOeWCkqJI8&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Daeng mendorong pemerintah melakukan dua hal, yaitu menangani Covid-19 dengan baik serta melanjutkan pelayanan kesehatan yang sudah ada seperti Puskesmas dan Posyandu agar tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan.
&amp;ldquo;Untuk di bidang kesehatan dengan dampak yang luar biasa kepada anak dan kesehatan ibu, mau tidak mau kita semua bersama pemerintah melakukan upaya sekaligus dua hal. Pertama melakukan penanganan Covid-19 dengan baik karena infeksinya pada anak ini vital, luar biasa mungkin yang lebih tinggi dari negara lain. Kedua yang lebih penting pelayanan kesehatan yang sudah berjalan itu kita langsungkan,&amp;rdquo; tutur Daeng.
Ia juga telah mendapatkan laporan, saat ini di daerah kegiatan-kegiatan Posyandu dan Puskesmas menurun karena banyak warga enggan datang ke sana lantaran khawatir tertulan Covid-19.
&amp;ldquo;Ini yang harus kita carikan upaya bersama, agar upaya-upaya kesehatan masyarakat di Posyandu dan Puskesmas tetap bisa berjalan. Seraya penanganan Covid tetap dilakukan,&amp;rdquo; ucapnya.

Selain itu, Daeng mengatakan, harus ada strategi untuk penguatan Puskesmas dan Posyandu.
&amp;ldquo;Ini yang mungkin perlu kita dorong pemerintah karena kami tidak tahu strategi apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk penguatan kesehatan masyarakat khususnya pelayanan di Puskesmas dan Posyandu di tengah Covid,&amp;rdquo; ujarnya.

Baca Juga : 17% Warga Tak Percaya Bisa Tertular Corona, Satgas: Covid-19 Tak Pandang Bulu!

&amp;ldquo;Kalau ini tidak kita pecahkan bersama, kami memang sangat khawatir Covid-nya terus meningkat kemudian kebutuhan-kebutuhan pelayanan masyarakat, indikator-indikator standar pelayanan maksimal di Puskesmas akan menurun. Kalau ini terjadi dampak kesehatan masyarakat berikutnya itu akan menjadi masalah bagi kita sendiri,&amp;rdquo; tutur Daeng.

Baca Juga : Sembuh dari Corona, Menag Fachrul Razi Terima Kasih ke Masyarakat
</content:encoded></item></channel></rss>
