<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pancasila Selalu Digoda</title><description>Pancasila selalu digoda setiap saat, selalu digoyang setiap saat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/01/512/2286884/pancasila-selalu-digoda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/01/512/2286884/pancasila-selalu-digoda"/><item><title>Pancasila Selalu Digoda</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/01/512/2286884/pancasila-selalu-digoda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/01/512/2286884/pancasila-selalu-digoda</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2020 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/01/512/2286884/pancasila-selalu-digoda-2TWTpNl2yV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/01/512/2286884/pancasila-selalu-digoda-2TWTpNl2yV.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Sindo)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Tidak ada kompromi terhadap pihak-pihak yang ingin mengganti ideology Pancasila. Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

&quot;Pancasila selalu digoda setiap saat, selalu digoyang setiap saat. Negara harus tegas pada soal itu, ndak boleh ada kompromi,&quot; kata Ganjar, usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila secara virtual di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (1/10/2020).

Selain upaya menangkal paham yang ingin menyerang Pancasila, pemerintah juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat. Cara dan metode yang digunakan juga harus memenuhi unsur kebaruan.

&quot;Kalau dulu modelnya penataran, di ruang tertutup dan sifatnya klasikal, maka sekarang mesti dibuat yang lebih menarik. Dengan video, dengan pemanfaatan media sosial dan lainnya,&quot; jelasnya.

Apalagi, media sosial saat ini sudah digempur dengan banyak isu yang melawan Pancasila. Untuk itu, saatnya mengisi media sosial dengan isu-isu Pancasila agar masyarakat bisa mendapatkan inspirasi untuk berbuat baik.

&quot;Ya isu gotong royong, tolong menolong, menghormati perbedaan alias toleransi dan lainnya. Yang begini-begini ini harus memenuhi semua media, termasuk media sosial,&quot; tegasnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Polri Gelar Perkara Kasus Kebakaran Gedung Agar Berkasnya Tak Diping-pong Kejagung

Tak hanya pemerintah, masyarakat juga diminta tetap menjaga kesaktian Pancasila. Setiap masyarakat, dari semua generasi harus terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang Pancasila.

&quot;Tak hanya sosialisasi, tapi juga harus dibumikan melalui contoh dan teladan yang baik. Misalnya saat pandemi ini, mari kita amalkan nilai-nilai Pancasila dengan menolong sesama, gotong royong demi kemanusiaan yang adil dan beradab,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Tidak ada kompromi terhadap pihak-pihak yang ingin mengganti ideology Pancasila. Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

&quot;Pancasila selalu digoda setiap saat, selalu digoyang setiap saat. Negara harus tegas pada soal itu, ndak boleh ada kompromi,&quot; kata Ganjar, usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila secara virtual di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (1/10/2020).

Selain upaya menangkal paham yang ingin menyerang Pancasila, pemerintah juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat. Cara dan metode yang digunakan juga harus memenuhi unsur kebaruan.

&quot;Kalau dulu modelnya penataran, di ruang tertutup dan sifatnya klasikal, maka sekarang mesti dibuat yang lebih menarik. Dengan video, dengan pemanfaatan media sosial dan lainnya,&quot; jelasnya.

Apalagi, media sosial saat ini sudah digempur dengan banyak isu yang melawan Pancasila. Untuk itu, saatnya mengisi media sosial dengan isu-isu Pancasila agar masyarakat bisa mendapatkan inspirasi untuk berbuat baik.

&quot;Ya isu gotong royong, tolong menolong, menghormati perbedaan alias toleransi dan lainnya. Yang begini-begini ini harus memenuhi semua media, termasuk media sosial,&quot; tegasnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Polri Gelar Perkara Kasus Kebakaran Gedung Agar Berkasnya Tak Diping-pong Kejagung

Tak hanya pemerintah, masyarakat juga diminta tetap menjaga kesaktian Pancasila. Setiap masyarakat, dari semua generasi harus terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang Pancasila.

&quot;Tak hanya sosialisasi, tapi juga harus dibumikan melalui contoh dan teladan yang baik. Misalnya saat pandemi ini, mari kita amalkan nilai-nilai Pancasila dengan menolong sesama, gotong royong demi kemanusiaan yang adil dan beradab,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
