<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>32 Tenaga Medis di RSUD Soedono Madiun Positif Corona</title><description>Jumlah tersebut bertambah setelah dilakukan tracing dan swab terhadap tenaga kesehatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/01/519/2286598/32-tenaga-medis-di-rsud-soedono-madiun-positif-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/01/519/2286598/32-tenaga-medis-di-rsud-soedono-madiun-positif-corona"/><item><title>32 Tenaga Medis di RSUD Soedono Madiun Positif Corona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/01/519/2286598/32-tenaga-medis-di-rsud-soedono-madiun-positif-corona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/01/519/2286598/32-tenaga-medis-di-rsud-soedono-madiun-positif-corona</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2020 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/01/519/2286598/32-tenaga-medis-di-rsud-soedono-madiun-positif-corona-WrA2uLZ5fU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/01/519/2286598/32-tenaga-medis-di-rsud-soedono-madiun-positif-corona-WrA2uLZ5fU.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>MADIUN - Sebanyak 32 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedono, Madiun, Jawa Timur, positif Covid-19. Meski demikian, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan. Tidak ada lockdown, hanya menutup satu ruang paviliun.
Menurut Direktur RSUD dr. Soedono, dr. Bangun Trapsila, awalnya ada 16 tenaga kesehatan pekan lalu terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah tersebut bertambah setelah dilakukan tracing dan swab terhadap tenaga kesehatan.
&quot;Hingga kini totalnya mencapai 32 orang yang positif,&quot; ujar Bangun.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;170 Kematian di Malang, Satgas Covid-19 Sebut Pasien Datang saat Keadaan Sudah Memburuk
Bangun menambahkan, tidak mungkin me-lockdown rumah sakit. Alasannya masyarakat harus tetap dilayani. Apalagi, dr Sudono adalah rumah sakit milik provinsi yang menjadi rujukan di wilayah Jawa Timur bagian barat.
Menurutnya, manajemen rumah sakit hanya menutup satu paviliun, yaitu Paviliun Merpati. Tenaga medis di paviliun ini untuk sementara dialihkan ke ruangan lain.
&quot;Saat ini, seluruh tenaga medis yang terkonfirmasi Covid-19 kondisinya baik. Mereka berada di ruang isolasi khusus,&quot; tandasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 di DKI Fluktuatif, Epidemiolog Sebut Sudah Kritis Sebelum PSBB&amp;nbsp;</description><content:encoded>MADIUN - Sebanyak 32 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedono, Madiun, Jawa Timur, positif Covid-19. Meski demikian, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan. Tidak ada lockdown, hanya menutup satu ruang paviliun.
Menurut Direktur RSUD dr. Soedono, dr. Bangun Trapsila, awalnya ada 16 tenaga kesehatan pekan lalu terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah tersebut bertambah setelah dilakukan tracing dan swab terhadap tenaga kesehatan.
&quot;Hingga kini totalnya mencapai 32 orang yang positif,&quot; ujar Bangun.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;170 Kematian di Malang, Satgas Covid-19 Sebut Pasien Datang saat Keadaan Sudah Memburuk
Bangun menambahkan, tidak mungkin me-lockdown rumah sakit. Alasannya masyarakat harus tetap dilayani. Apalagi, dr Sudono adalah rumah sakit milik provinsi yang menjadi rujukan di wilayah Jawa Timur bagian barat.
Menurutnya, manajemen rumah sakit hanya menutup satu paviliun, yaitu Paviliun Merpati. Tenaga medis di paviliun ini untuk sementara dialihkan ke ruangan lain.
&quot;Saat ini, seluruh tenaga medis yang terkonfirmasi Covid-19 kondisinya baik. Mereka berada di ruang isolasi khusus,&quot; tandasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 di DKI Fluktuatif, Epidemiolog Sebut Sudah Kritis Sebelum PSBB&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
