<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Terlibat Pelarian WN China, Dua Oknum Sipir Dinonaktifkan   </title><description>Rika menjelaskan, penonaktifan keduanya dilakukan demi menjalani pemeriksaan lebih lanjut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/02/338/2287512/diduga-terlibat-pelarian-wn-china-dua-oknum-sipir-dinonaktifkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/02/338/2287512/diduga-terlibat-pelarian-wn-china-dua-oknum-sipir-dinonaktifkan"/><item><title>Diduga Terlibat Pelarian WN China, Dua Oknum Sipir Dinonaktifkan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/02/338/2287512/diduga-terlibat-pelarian-wn-china-dua-oknum-sipir-dinonaktifkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/02/338/2287512/diduga-terlibat-pelarian-wn-china-dua-oknum-sipir-dinonaktifkan</guid><pubDate>Jum'at 02 Oktober 2020 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/02/338/2287512/diduga-terlibat-pelarian-wn-china-dua-oknum-sipir-dinonaktifkan-WVMbPgXf2E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/02/338/2287512/diduga-terlibat-pelarian-wn-china-dua-oknum-sipir-dinonaktifkan-WVMbPgXf2E.jpg</image><title>ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Rika Aprianti mengatakan, dua petugas di Lapas Kelas 1 Tangerang dinonaktifkan. Keduanya diduga kuat terkait dalam kasus pelarian terpidana mati kasus narkoba Chai Cangpan.
(Baca juga: Oknum Sipir yang Bantu Napi WN China Kabur Dapat Imbalan Rp100 Ribu)
&quot;Saat ini dua orang, yakni Kepala Keamanan dan Komandan Jaga dinonaktifkan,&quot; kata Rika saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/10/2020).
Rika menjelaskan, penonaktifan keduanya dilakukan demi menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka sendiri saat ini telah dipindahkan ke Kantor Ditjend PAS Wilayah Banten.
(Baca juga: Dididik Militer China, Terpidana Mati yang Kabur Memiliki Kemampuan Survival di Hutan)
&quot;Saat ini dipindahkan ke Kantor Ditjen PAS Wilayah Banten,&quot; ujarnya.
Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menambahkan bahwa ada dugaan keterlibatan dua oknum lapas.
&quot;Ada indikasi sementara ini dua pegawai melakukan kelalaian, yang pertama adalah inisialnya S dia sipir lapas, kemudian satu lagi adalah inisialnya S dia PNS dari lapas ya,&quot; kata Yusri di Polda Metro Jaya.
Keduanya diduga berperan dalam pelarian Chai Cangpan dengan membantu melakukan pembelian sejumlah barang untuk menggali lubang dari kamar lapar.
&quot;Peran kedua-duanya adalah memang diakui bahwa informasi dari salah satu napi juga, bahwa dia yang membantu untuk membelikan peralatan-peralatan salah satunya adalah pompa air ini,&quot; ungkapnya.
Meski demikian kata Yusri kepada keduanya saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih akan melakukan gelar perkara terkait perkara tersebut untuk menaikan status dari penyelidikan ke penyidikan.
&quot;Kita mau gelarkan lagi untuk menentukan kedua orang ini sementara menjadi saksi tapi rencana kita lakukan gelar perkara ya untuk menentukan meningkatkan apakah yang bersangkutan bisa ditentukan sebagai tersangka,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Rika Aprianti mengatakan, dua petugas di Lapas Kelas 1 Tangerang dinonaktifkan. Keduanya diduga kuat terkait dalam kasus pelarian terpidana mati kasus narkoba Chai Cangpan.
(Baca juga: Oknum Sipir yang Bantu Napi WN China Kabur Dapat Imbalan Rp100 Ribu)
&quot;Saat ini dua orang, yakni Kepala Keamanan dan Komandan Jaga dinonaktifkan,&quot; kata Rika saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/10/2020).
Rika menjelaskan, penonaktifan keduanya dilakukan demi menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka sendiri saat ini telah dipindahkan ke Kantor Ditjend PAS Wilayah Banten.
(Baca juga: Dididik Militer China, Terpidana Mati yang Kabur Memiliki Kemampuan Survival di Hutan)
&quot;Saat ini dipindahkan ke Kantor Ditjen PAS Wilayah Banten,&quot; ujarnya.
Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menambahkan bahwa ada dugaan keterlibatan dua oknum lapas.
&quot;Ada indikasi sementara ini dua pegawai melakukan kelalaian, yang pertama adalah inisialnya S dia sipir lapas, kemudian satu lagi adalah inisialnya S dia PNS dari lapas ya,&quot; kata Yusri di Polda Metro Jaya.
Keduanya diduga berperan dalam pelarian Chai Cangpan dengan membantu melakukan pembelian sejumlah barang untuk menggali lubang dari kamar lapar.
&quot;Peran kedua-duanya adalah memang diakui bahwa informasi dari salah satu napi juga, bahwa dia yang membantu untuk membelikan peralatan-peralatan salah satunya adalah pompa air ini,&quot; ungkapnya.
Meski demikian kata Yusri kepada keduanya saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih akan melakukan gelar perkara terkait perkara tersebut untuk menaikan status dari penyelidikan ke penyidikan.
&quot;Kita mau gelarkan lagi untuk menentukan kedua orang ini sementara menjadi saksi tapi rencana kita lakukan gelar perkara ya untuk menentukan meningkatkan apakah yang bersangkutan bisa ditentukan sebagai tersangka,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
