<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kata Epidemiolog soal Banyaknya Kasus Baru Covid-19 di Jawa Barat</title><description>Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menilai, Jawa Barat harus meningkatkan kapasitas testing.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/03/337/2287722/kata-epidemiolog-soal-banyaknya-kasus-baru-covid-19-di-jawa-barat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/03/337/2287722/kata-epidemiolog-soal-banyaknya-kasus-baru-covid-19-di-jawa-barat"/><item><title>Kata Epidemiolog soal Banyaknya Kasus Baru Covid-19 di Jawa Barat</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/03/337/2287722/kata-epidemiolog-soal-banyaknya-kasus-baru-covid-19-di-jawa-barat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/03/337/2287722/kata-epidemiolog-soal-banyaknya-kasus-baru-covid-19-di-jawa-barat</guid><pubDate>Sabtu 03 Oktober 2020 07:31 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/03/337/2287722/kata-epidemiolog-soal-banyaknya-kasus-baru-covid-19-di-jawa-barat-5unk3dQZOs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi virus corona (Foto : Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/03/337/2287722/kata-epidemiolog-soal-banyaknya-kasus-baru-covid-19-di-jawa-barat-5unk3dQZOs.jpg</image><title>Ilustrasi virus corona (Foto : Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan tingginya kasus baru Covid-19 di wilayah Jawa Barat beberapa hari ini harus segera diantisipasi. Pasalnya sejak awal pandemi Covid-19, di Jawa Barat banyak ditemukan klaster penularan.
&amp;ldquo;Ini ibarat bom waktu, ditambah lagi Jawa Barat merupakan klaster paling banyak dari awal,&amp;rdquo; kata Dicky kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (3/10/2020).
Ia mengungkapkan, kapasitas testing Jawa Barat sedari awal belum berjalan maksimal untuk mendeteksi dini secara cepat terhadap orang yang terpapar Covid-19.
&amp;ldquo;Jawa Barat ini dari awal sudah saya wanti-wanti sangat serius karena dari awal kapasitas testing masih rendah, belum sesuai dengan eskalasi skala pandemi yang serius,&amp;rdquo; ujarnya.
Lebih lanjut Dicky menegaskan, tak hanya Jawa Barat yang rentan penyebaran virus corona. Namun, menurutnya, seluruh Pulau Jawa berada di posisi demikian.
Karena itu, menurutnya, diperlukan sebuah intervensi yang bersinergi antar tiap wilayah. Dengan demikian diharapkan dapat menekan angka kasus Covid-19 secara baik.
&amp;ldquo;Sehingga kenapa untuk Jawa ini dari awal kita melihat perlu adanya satu intervensi yang bersinergi. Tidak bisa hanya Jakarta dan daerah penyangga saja, karena kondisi Jawa sudah kritis ya. Jadi kalau enggak direspons bersama, yang rugi bersama,&amp;rdquo; tuturnya.Sebagaimana diketahui, sebelumnya Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan pada Jumat 2 Oktober 2020, kasus positif virus corona mencapai 4.317 orang. Total, kasus positif hingga saat ini menjadi 295.499.
Dari laporan penambahan kasus baru itu setidaknya ada lima provinsi yang paling tinggi melaporkan angka kasus positif.
Baca Juga : Epidemiolog Tidak Kaget Masih Ada Warga Merasa Kebal Corona
Pada posisi pertama ditempati DKI Jakarta dengan penambahan kasus baru sebanyak 1.198 dan pasien sembuh sebanyak 655 orang. Posisi kedua diduduki oleh Jawa Barat yang melaporkan penambahan kasus positif corona baru sebanyak 544 dan 185 orang dinyatakan sembuh.
Baca Juga : Ridwan Kamil Temui Banyak Persoalan Penanganan Covid-19 di Depok</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan tingginya kasus baru Covid-19 di wilayah Jawa Barat beberapa hari ini harus segera diantisipasi. Pasalnya sejak awal pandemi Covid-19, di Jawa Barat banyak ditemukan klaster penularan.
&amp;ldquo;Ini ibarat bom waktu, ditambah lagi Jawa Barat merupakan klaster paling banyak dari awal,&amp;rdquo; kata Dicky kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (3/10/2020).
Ia mengungkapkan, kapasitas testing Jawa Barat sedari awal belum berjalan maksimal untuk mendeteksi dini secara cepat terhadap orang yang terpapar Covid-19.
&amp;ldquo;Jawa Barat ini dari awal sudah saya wanti-wanti sangat serius karena dari awal kapasitas testing masih rendah, belum sesuai dengan eskalasi skala pandemi yang serius,&amp;rdquo; ujarnya.
Lebih lanjut Dicky menegaskan, tak hanya Jawa Barat yang rentan penyebaran virus corona. Namun, menurutnya, seluruh Pulau Jawa berada di posisi demikian.
Karena itu, menurutnya, diperlukan sebuah intervensi yang bersinergi antar tiap wilayah. Dengan demikian diharapkan dapat menekan angka kasus Covid-19 secara baik.
&amp;ldquo;Sehingga kenapa untuk Jawa ini dari awal kita melihat perlu adanya satu intervensi yang bersinergi. Tidak bisa hanya Jakarta dan daerah penyangga saja, karena kondisi Jawa sudah kritis ya. Jadi kalau enggak direspons bersama, yang rugi bersama,&amp;rdquo; tuturnya.Sebagaimana diketahui, sebelumnya Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan pada Jumat 2 Oktober 2020, kasus positif virus corona mencapai 4.317 orang. Total, kasus positif hingga saat ini menjadi 295.499.
Dari laporan penambahan kasus baru itu setidaknya ada lima provinsi yang paling tinggi melaporkan angka kasus positif.
Baca Juga : Epidemiolog Tidak Kaget Masih Ada Warga Merasa Kebal Corona
Pada posisi pertama ditempati DKI Jakarta dengan penambahan kasus baru sebanyak 1.198 dan pasien sembuh sebanyak 655 orang. Posisi kedua diduduki oleh Jawa Barat yang melaporkan penambahan kasus positif corona baru sebanyak 544 dan 185 orang dinyatakan sembuh.
Baca Juga : Ridwan Kamil Temui Banyak Persoalan Penanganan Covid-19 di Depok</content:encoded></item></channel></rss>
