<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Batik Indonesia Tampil Menawan Runway Milan Fashion Week</title><description>Batik Indonesia tampil menawan Runway Milan Fashion Week</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/04/1/2288138/batik-indonesia-tampil-menawan-runway-milan-fashion-week</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/04/1/2288138/batik-indonesia-tampil-menawan-runway-milan-fashion-week"/><item><title>Batik Indonesia Tampil Menawan Runway Milan Fashion Week</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/04/1/2288138/batik-indonesia-tampil-menawan-runway-milan-fashion-week</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/04/1/2288138/batik-indonesia-tampil-menawan-runway-milan-fashion-week</guid><pubDate>Minggu 04 Oktober 2020 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/04/1/2288138/batik-indonesia-tampil-menawan-runway-milan-fashion-week-5tNLrZ3aFs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Maquin Couture pamerkan koleksi batik bertema Pilgrimage di Milan Fashion Week 2020/2021 (Maquin Couture)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/04/1/2288138/batik-indonesia-tampil-menawan-runway-milan-fashion-week-5tNLrZ3aFs.jpg</image><title>Maquin Couture pamerkan koleksi batik bertema Pilgrimage di Milan Fashion Week 2020/2021 (Maquin Couture)</title></images><description>Batik merupakan warisan bangsa Indonesia yang memiliki nilai estetika yang tinggi. Pengakuan batik Indonesia sebagai warisan dunia ini berlaku sejak Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan atau UNESCO, menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009. Sejak saat itu  pula Pemerintah Indonesia menetapan tanggal 2 Oktober sebagai hari Batik Nasional. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia.
Dalam rangka meramaikan perayaan Hari Batik Nasional tahun ini, akan dibuat aktivasi sosial media bertajuk #BatikItuAsyik. Aktivasi ini akan mengajak masyarakat untuk ikut menunjukkan kebanggaan dan kecintaan  terhadap batik. Penggunaan batik tidak lagi identik dengan acara-acara tradisional atau kegiataan kebudayaan. Motif batik juga sudah digunakan sebagai salah satu gaya fashion, baik untuk acara formal atau informal.
Sampai saat ini sanggar atau tempat pembuatan batik masih banyak ditemukan. Mereka membuat desain batik dengan motif dan bahkan cara yang sesuai dengan perkembangan ataupun permintaan pasar. Dari batik tulis yang menggunakan canting dalam pelukisan, kini muncul teknik cap dalam melukiskan corak ke media kain.  Selain itu, ada batik lukis yang memberikan hasil lebih halus dan artistik.
Wisatawan lokal maupun mancanegara bisa belajar mewarnai batik,  salah satunya di Desa wisata Gemawang  di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.  Memang mengasyikkan belajar membatik di desa wisata ini karena metode belajarnya menggunakan peralatan tradisional plus pewarna alami. Ada dua jenis batik yang diproduksi yakni batik tulis dan cetak. Pembuatan batik melalui beberapa proses yakni dicetak, dijemur, kemudian diwarnai.
&amp;nbsp;
Belajar mewarnai batik di Desa wisata Gemawang (Infobatik.id)
Apresiasi terhadap batik terus berdatangan jelang perayaan Hari Batik Nasional  yang diperingati setiap 2 Oktober. Busana Indonesia menuai pujian di peragaan busana ternama Italia, Milan Fashion Week (MFW) yang diselenggarakan di Palazzo Visconti, Milan, Italia, Sabtu (26/9/2020). Tampil sebagai penutup rangkaian peragaan busana Runway Show Milan Fashion Week (MFW) Emerging Talents&amp;rdquo; Spring/ Summer 2020/2021, koleksi adi busana yang ditampilkan dua perancang busana muda Indonesia dari rumah busana Maquinn Couture, Janice Pradipta dan Benita Pradipta Setyawan, sukses memukau sekitar 170 tamu undangan MFW dan publik Milan, Italia.
Lewat koleksi bertajuk &quot;Pilgrimage&quot;, Creative Director Maquin Couture, Janice Pradipta Setyawan dan Benita Pradipta Setyawan, sukses memadankan unsur khas Eropa dan motif busana sarat makna asal Indonesia tersebut. Kombinasinya pun dibuat sedemikian rupa sehingga tak meninggalkan jati diri dari setiap budaya. Motif batik Pekalongan jadi aksen dominan dalam koleksi yang mejeng di runway Milan Fashion Week itu. Batik tulis ini kemudian dipadankan dengan material sutra dan katun, serta tambahan detail kulit, serta metal. Elemen batik Indonesia khususnya batik corak Pekalongan sangat mendominasi dipadukan dengan gaya busana Eropa. Masing-masing busana yang ditampilkan juga memiliki nilai filsofi yang mendalam, baik filosofi yang mendasari pembuatan busana maupun pesan filosofi yang ingin disampaikan kepada publik. Salah satu koleksi dengan ornamen &amp;ldquo;ranting kehidupan&amp;rdquo; menggambarkan peran Indonesia sebagai &amp;ldquo;ranting&amp;rdquo; di dunia.

Brand modest fashion Indonesia, Maquin Couture terpilih sebagai delegasi tunggal Indonesia di panggung Milan Fashion Week (MFW) 2020/2021. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menghadirkan busana alkulturasi budaya Indonesia-Eropa bertema Pilgrimage.
&amp;nbsp;
Maquin Couture menjadi delegasi Indonesia di panggung Milan Fashion   (Maquin Couture)
Creative Director Maquin Couture, Janice Pradipta Setyawan dan Benita Pradipta Setyawan menjelaskan, terdapat inspirasi khusus dari lahirnya mahakarya batik Indonesia-Eropa tersebut. Di antaranya keberagaman yang harmoni dalam kehidupan para leluhur di masa lampau. &amp;ldquo;Menyelaraskan dua budaya dari dua benua dengan tetap menjaga keasliannya, tidaklah mudah. Agar tercipta busana yang indah, kekayaan batik Indonesia harus seirama dengan kekuatan fashion Eropa. Karenanya kami memilih &amp;lsquo;Pilgrimage&amp;rsquo; sebagai tema juga nyawa busana-busana kami,&amp;rdquo; kata Janice.
Lewat koleksi tersebut Maquinn Couture ingin menonjolkan sisi feminin yang luwes, indah dan segar namun tetap kuat dan megah. &amp;ldquo;Koleksi ini diilustrasikan dalam gaya modern floral. Unsur floral mengadaptasi corak batik yang gemar digunakan masyarakat Indonesia. Sementara unsur modern diambil dari gaya busana khas Eropa. Kami pun ingin menunjukkan bahwa meskipun sarat akan tradisional Indonesia, nyatanya batik mampu melebur dengan beragam budaya tanpa kehilangan jati dirinya,&amp;rdquo;  ujar Benita
Kain tenun sutra, tinta emas, dan kulit asli pun dipilih sebagai bahan yang mendominasi koleksi ini guna menghadirkan kesan tersebut. Lebih lanjut Benita menjelaskan, penggunaan bahan berkualitas tinggi adalah wujud komitmen Maquinn Couture dalam menghasilkan busana Haute Couture.
&amp;ldquo;Kain batik kami diproduksi dengan mempertahankan cara tradisional. Mulai dari penenunan kain sutra, penggambaran motif batik hingga jadi kain batik yang siap diolah, semua proses kami jaga keasliannya. Keunggulan batik bukan semata pada coraknya, melainkan dari proses pembuatannya juga,&amp;rdquo; kata Benita. Selain teknik lukis, batik pada koleksi ini diterapkan dengan mengombinasikan teknik embroidery (sulam) dan beading. Kedua teknik ini dipilih untuk menghadirkan kesan tegas, elegan, dan detail.
Uniknya, desain motif pada koleksi &amp;lsquo;Pilgrimage&amp;rsquo; salah satunya terinspirasi dari lukisan karya Lucas Cranach the Elder pada 1562 yang dibingkai dengan batik bunga menjalar. Lukisan ini berlatar di sebuah taman, di mana seorang pria dan wanita berdiri dekat sebuah pohon, serta dikelilingi berbagai hewan dan tumbuhan. &amp;ldquo;Kami tidak sedang menghadirkan kepercayaan tertentu di sini. Sebaliknya, kami melihat komposisi lukisan Cranach menyuguhkan definisi yang lengkap mengenai perjalanan leluhur,&quot; ujar Janice.
Pada setiap motif batik dalam koleksi ini, warna emas yang paling banyak digunakan. Selain memberi kesan mewah dan megah, kedua desainer kembar ini menyisipkan mimpi mereka untuk batik Indonesia lewat warna emas. &amp;ldquo;Eksistensi batik ke depannya tidak bergantung pada legalitas yang dimiliki batik, melainkan pada kebanggaan bangsa Indonesia menggunakan batik. Kami bermimpi, kelak batik Indonesia meraih kemenangannya di dunia internasional dan menjadi kebanggaan dunia,&amp;rdquo; ujar Janice.
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni yang tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Batik harus dilestarikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya pemerintah saja yang berperan dalam melestarikan batik, namun masyarakat juga mempunyai peranan penting untuk melestarikan batik.
Yuk,  wujudkan rasa cinta Tanah Air dengan bangga pakai batik asli Indonesia. Ikuti juga kontes foto dan video #BatikItuAsyik dengan mengenakan batik atau kain tradisional bermotif khas daerah. Pemenang akan mendapatkan tiga signature batik eksklusif dan 10 hadiah menarik. Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi tautan ini.
&amp;nbsp;CM</description><content:encoded>Batik merupakan warisan bangsa Indonesia yang memiliki nilai estetika yang tinggi. Pengakuan batik Indonesia sebagai warisan dunia ini berlaku sejak Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan atau UNESCO, menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009. Sejak saat itu  pula Pemerintah Indonesia menetapan tanggal 2 Oktober sebagai hari Batik Nasional. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia.
Dalam rangka meramaikan perayaan Hari Batik Nasional tahun ini, akan dibuat aktivasi sosial media bertajuk #BatikItuAsyik. Aktivasi ini akan mengajak masyarakat untuk ikut menunjukkan kebanggaan dan kecintaan  terhadap batik. Penggunaan batik tidak lagi identik dengan acara-acara tradisional atau kegiataan kebudayaan. Motif batik juga sudah digunakan sebagai salah satu gaya fashion, baik untuk acara formal atau informal.
Sampai saat ini sanggar atau tempat pembuatan batik masih banyak ditemukan. Mereka membuat desain batik dengan motif dan bahkan cara yang sesuai dengan perkembangan ataupun permintaan pasar. Dari batik tulis yang menggunakan canting dalam pelukisan, kini muncul teknik cap dalam melukiskan corak ke media kain.  Selain itu, ada batik lukis yang memberikan hasil lebih halus dan artistik.
Wisatawan lokal maupun mancanegara bisa belajar mewarnai batik,  salah satunya di Desa wisata Gemawang  di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.  Memang mengasyikkan belajar membatik di desa wisata ini karena metode belajarnya menggunakan peralatan tradisional plus pewarna alami. Ada dua jenis batik yang diproduksi yakni batik tulis dan cetak. Pembuatan batik melalui beberapa proses yakni dicetak, dijemur, kemudian diwarnai.
&amp;nbsp;
Belajar mewarnai batik di Desa wisata Gemawang (Infobatik.id)
Apresiasi terhadap batik terus berdatangan jelang perayaan Hari Batik Nasional  yang diperingati setiap 2 Oktober. Busana Indonesia menuai pujian di peragaan busana ternama Italia, Milan Fashion Week (MFW) yang diselenggarakan di Palazzo Visconti, Milan, Italia, Sabtu (26/9/2020). Tampil sebagai penutup rangkaian peragaan busana Runway Show Milan Fashion Week (MFW) Emerging Talents&amp;rdquo; Spring/ Summer 2020/2021, koleksi adi busana yang ditampilkan dua perancang busana muda Indonesia dari rumah busana Maquinn Couture, Janice Pradipta dan Benita Pradipta Setyawan, sukses memukau sekitar 170 tamu undangan MFW dan publik Milan, Italia.
Lewat koleksi bertajuk &quot;Pilgrimage&quot;, Creative Director Maquin Couture, Janice Pradipta Setyawan dan Benita Pradipta Setyawan, sukses memadankan unsur khas Eropa dan motif busana sarat makna asal Indonesia tersebut. Kombinasinya pun dibuat sedemikian rupa sehingga tak meninggalkan jati diri dari setiap budaya. Motif batik Pekalongan jadi aksen dominan dalam koleksi yang mejeng di runway Milan Fashion Week itu. Batik tulis ini kemudian dipadankan dengan material sutra dan katun, serta tambahan detail kulit, serta metal. Elemen batik Indonesia khususnya batik corak Pekalongan sangat mendominasi dipadukan dengan gaya busana Eropa. Masing-masing busana yang ditampilkan juga memiliki nilai filsofi yang mendalam, baik filosofi yang mendasari pembuatan busana maupun pesan filosofi yang ingin disampaikan kepada publik. Salah satu koleksi dengan ornamen &amp;ldquo;ranting kehidupan&amp;rdquo; menggambarkan peran Indonesia sebagai &amp;ldquo;ranting&amp;rdquo; di dunia.

Brand modest fashion Indonesia, Maquin Couture terpilih sebagai delegasi tunggal Indonesia di panggung Milan Fashion Week (MFW) 2020/2021. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menghadirkan busana alkulturasi budaya Indonesia-Eropa bertema Pilgrimage.
&amp;nbsp;
Maquin Couture menjadi delegasi Indonesia di panggung Milan Fashion   (Maquin Couture)
Creative Director Maquin Couture, Janice Pradipta Setyawan dan Benita Pradipta Setyawan menjelaskan, terdapat inspirasi khusus dari lahirnya mahakarya batik Indonesia-Eropa tersebut. Di antaranya keberagaman yang harmoni dalam kehidupan para leluhur di masa lampau. &amp;ldquo;Menyelaraskan dua budaya dari dua benua dengan tetap menjaga keasliannya, tidaklah mudah. Agar tercipta busana yang indah, kekayaan batik Indonesia harus seirama dengan kekuatan fashion Eropa. Karenanya kami memilih &amp;lsquo;Pilgrimage&amp;rsquo; sebagai tema juga nyawa busana-busana kami,&amp;rdquo; kata Janice.
Lewat koleksi tersebut Maquinn Couture ingin menonjolkan sisi feminin yang luwes, indah dan segar namun tetap kuat dan megah. &amp;ldquo;Koleksi ini diilustrasikan dalam gaya modern floral. Unsur floral mengadaptasi corak batik yang gemar digunakan masyarakat Indonesia. Sementara unsur modern diambil dari gaya busana khas Eropa. Kami pun ingin menunjukkan bahwa meskipun sarat akan tradisional Indonesia, nyatanya batik mampu melebur dengan beragam budaya tanpa kehilangan jati dirinya,&amp;rdquo;  ujar Benita
Kain tenun sutra, tinta emas, dan kulit asli pun dipilih sebagai bahan yang mendominasi koleksi ini guna menghadirkan kesan tersebut. Lebih lanjut Benita menjelaskan, penggunaan bahan berkualitas tinggi adalah wujud komitmen Maquinn Couture dalam menghasilkan busana Haute Couture.
&amp;ldquo;Kain batik kami diproduksi dengan mempertahankan cara tradisional. Mulai dari penenunan kain sutra, penggambaran motif batik hingga jadi kain batik yang siap diolah, semua proses kami jaga keasliannya. Keunggulan batik bukan semata pada coraknya, melainkan dari proses pembuatannya juga,&amp;rdquo; kata Benita. Selain teknik lukis, batik pada koleksi ini diterapkan dengan mengombinasikan teknik embroidery (sulam) dan beading. Kedua teknik ini dipilih untuk menghadirkan kesan tegas, elegan, dan detail.
Uniknya, desain motif pada koleksi &amp;lsquo;Pilgrimage&amp;rsquo; salah satunya terinspirasi dari lukisan karya Lucas Cranach the Elder pada 1562 yang dibingkai dengan batik bunga menjalar. Lukisan ini berlatar di sebuah taman, di mana seorang pria dan wanita berdiri dekat sebuah pohon, serta dikelilingi berbagai hewan dan tumbuhan. &amp;ldquo;Kami tidak sedang menghadirkan kepercayaan tertentu di sini. Sebaliknya, kami melihat komposisi lukisan Cranach menyuguhkan definisi yang lengkap mengenai perjalanan leluhur,&quot; ujar Janice.
Pada setiap motif batik dalam koleksi ini, warna emas yang paling banyak digunakan. Selain memberi kesan mewah dan megah, kedua desainer kembar ini menyisipkan mimpi mereka untuk batik Indonesia lewat warna emas. &amp;ldquo;Eksistensi batik ke depannya tidak bergantung pada legalitas yang dimiliki batik, melainkan pada kebanggaan bangsa Indonesia menggunakan batik. Kami bermimpi, kelak batik Indonesia meraih kemenangannya di dunia internasional dan menjadi kebanggaan dunia,&amp;rdquo; ujar Janice.
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni yang tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Batik harus dilestarikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya pemerintah saja yang berperan dalam melestarikan batik, namun masyarakat juga mempunyai peranan penting untuk melestarikan batik.
Yuk,  wujudkan rasa cinta Tanah Air dengan bangga pakai batik asli Indonesia. Ikuti juga kontes foto dan video #BatikItuAsyik dengan mengenakan batik atau kain tradisional bermotif khas daerah. Pemenang akan mendapatkan tiga signature batik eksklusif dan 10 hadiah menarik. Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi tautan ini.
&amp;nbsp;CM</content:encoded></item></channel></rss>
