<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 di Jabar Terus Bertambah, Epidemiolog: Menggambarkan Penyebaran Masih Tinggi</title><description>Epidemiolog Unair menilai, lonjakan kasus positif di Jabar menggambarkan penyebaran Covid-19 masih tinggi.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288063/kasus-covid-19-di-jabar-terus-bertambah-epidemiolog-menggambarkan-penyebaran-masih-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288063/kasus-covid-19-di-jabar-terus-bertambah-epidemiolog-menggambarkan-penyebaran-masih-tinggi"/><item><title>Kasus Covid-19 di Jabar Terus Bertambah, Epidemiolog: Menggambarkan Penyebaran Masih Tinggi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288063/kasus-covid-19-di-jabar-terus-bertambah-epidemiolog-menggambarkan-penyebaran-masih-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288063/kasus-covid-19-di-jabar-terus-bertambah-epidemiolog-menggambarkan-penyebaran-masih-tinggi</guid><pubDate>Minggu 04 Oktober 2020 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/04/337/2288063/kasus-covid-19-di-jabar-terus-bertambah-epidemiolog-menggambarkan-penyebaran-masih-tinggi-WlHev2UcL9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi virus corona. (Foto : Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/04/337/2288063/kasus-covid-19-di-jabar-terus-bertambah-epidemiolog-menggambarkan-penyebaran-masih-tinggi-WlHev2UcL9.jpg</image><title>Ilustrasi virus corona. (Foto : Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dalam beberapa hari belakangan kasus baru virus corona (Covid-19) di wilayah Jawa Barat terus melonjak. Hingga 3 Oktober 2020, total akumulasi kasus di Jawa Barat sudah 23.308 orang.
Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navila Yamani menilai, terjadinya penambahan kasus baru Covid-19 di Jawa Barat menggambarkan penyebaran masih terus terjadi.

&amp;ldquo;Menggambarkan penyebaran kasus di Jawa Barat masih ada ya atau bahkan tinggi,&amp;rdquo; ujar Laura saat dihubungi Okezone di Jakarta, Minggu (4/10/2020).

Ia menambahkan aktifnya pemerintah Jawa Barat yang melakukan testing dan tracing menjadi salah satu faktor tingginya kasus baru Covid-19.

Tak hanya itu, lanjut Laura, klaster baru yang ditemukan di wilayah Jawa Barat pun menjadi faktor penunjang bertambahnya kasus virus corona ini.

&amp;ldquo;Kalau pemeriksaan ditingkatkan dan kemudian kasus juga meningkat artinya penyebaran masih ada. Artinya pemeriksaan tracing dilakukan jumlahnya stuck artinya penyebaran sudah dapat dikendalikan, tapi kenyataannya tidak,&amp;rdquo; ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan, terdapat penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 4.007 orang, Sabtu (3/10/2020). Secara total kasus positif Covid-19 menjadi 299.506.

Dari laporan penambahan kasus baru itu, setidaknya ada lima provinsi yang paling tinggi melaporkan angka kasus positif. Posisi pertama ditempati DKI Jakarta dengan penambahan kasus baru sebanyak 1.265. Kedua adalah Jawa Tengah dengan penambahan 372 orang.

Baca Juga : Wakil Pemerintah dan MUI Akan Bertolak ke China Cek Keamanan &amp;amp; Kehalalan Vaksin Covid-19

Ketiga diisi Jawa Barat dengan 343 kasus positif Covid-19. Posisi keempat ditempati Jawa Timur dengan 308 kasus. Terakhir Sumatera Barat dengan 285 positif baru.

Hingga saat ini, penyebaran virus corona sudah terjadi di 34 provinsi dan 497 kabupaten/kota.

Baca Juga : Presiden Jokowi : Kesehatan Masyarakat Prioritas, tapi Bukan Berarti Korbankan Ekonomi



</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dalam beberapa hari belakangan kasus baru virus corona (Covid-19) di wilayah Jawa Barat terus melonjak. Hingga 3 Oktober 2020, total akumulasi kasus di Jawa Barat sudah 23.308 orang.
Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navila Yamani menilai, terjadinya penambahan kasus baru Covid-19 di Jawa Barat menggambarkan penyebaran masih terus terjadi.

&amp;ldquo;Menggambarkan penyebaran kasus di Jawa Barat masih ada ya atau bahkan tinggi,&amp;rdquo; ujar Laura saat dihubungi Okezone di Jakarta, Minggu (4/10/2020).

Ia menambahkan aktifnya pemerintah Jawa Barat yang melakukan testing dan tracing menjadi salah satu faktor tingginya kasus baru Covid-19.

Tak hanya itu, lanjut Laura, klaster baru yang ditemukan di wilayah Jawa Barat pun menjadi faktor penunjang bertambahnya kasus virus corona ini.

&amp;ldquo;Kalau pemeriksaan ditingkatkan dan kemudian kasus juga meningkat artinya penyebaran masih ada. Artinya pemeriksaan tracing dilakukan jumlahnya stuck artinya penyebaran sudah dapat dikendalikan, tapi kenyataannya tidak,&amp;rdquo; ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan, terdapat penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 4.007 orang, Sabtu (3/10/2020). Secara total kasus positif Covid-19 menjadi 299.506.

Dari laporan penambahan kasus baru itu, setidaknya ada lima provinsi yang paling tinggi melaporkan angka kasus positif. Posisi pertama ditempati DKI Jakarta dengan penambahan kasus baru sebanyak 1.265. Kedua adalah Jawa Tengah dengan penambahan 372 orang.

Baca Juga : Wakil Pemerintah dan MUI Akan Bertolak ke China Cek Keamanan &amp;amp; Kehalalan Vaksin Covid-19

Ketiga diisi Jawa Barat dengan 343 kasus positif Covid-19. Posisi keempat ditempati Jawa Timur dengan 308 kasus. Terakhir Sumatera Barat dengan 285 positif baru.

Hingga saat ini, penyebaran virus corona sudah terjadi di 34 provinsi dan 497 kabupaten/kota.

Baca Juga : Presiden Jokowi : Kesehatan Masyarakat Prioritas, tapi Bukan Berarti Korbankan Ekonomi



</content:encoded></item></channel></rss>
