<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi: Jangan Anggap Pemerintah Mencla-mencle Tangani Covid-19</title><description>Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan, selama 7 bulan menghadapi pandemi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288117/presiden-jokowi-jangan-anggap-pemerintah-mencla-mencle-tangani-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288117/presiden-jokowi-jangan-anggap-pemerintah-mencla-mencle-tangani-covid-19"/><item><title>Presiden Jokowi: Jangan Anggap Pemerintah Mencla-mencle Tangani Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288117/presiden-jokowi-jangan-anggap-pemerintah-mencla-mencle-tangani-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288117/presiden-jokowi-jangan-anggap-pemerintah-mencla-mencle-tangani-covid-19</guid><pubDate>Minggu 04 Oktober 2020 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/04/337/2288117/presiden-jokowi-jangan-anggap-pemerintah-mencla-mencle-tangani-covid-19-69vuvU18Yi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/04/337/2288117/presiden-jokowi-jangan-anggap-pemerintah-mencla-mencle-tangani-covid-19-69vuvU18Yi.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan, selama 7 bulan menghadapi pandemi Covid-19. Kebijakan itu disesuaikan dengan perkembangan terkini Covid-19.
Salah satunya berkaitan dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang di awal pandemi menjadi salah satu langkah penanganan Covid-19. Namun akhir-akhir ini, pemerintah cenderung menekankan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM).
&amp;ldquo;Setelah 7 bulan banyak yang bisa kita pelajari dari wabah ini. Misalnya pembatasan sosial, saya kira harus kita sesuaikan. Untuk itu saya menekankan pentingnya pembatasan sosial skala mikro atau mini lockdown,&amp;rdquo; kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (4/10/2020).
&amp;ldquo;Kita buat lebih terarah, spesifik, fokus, tajam, untuk mengatasi masalah covid tapi tidak membunuh ekonomi dan kehidupan masyarakat. Ini yang harus kita lakukan,&amp;rdquo; lanjutnya.

Meski ada penyesuaian kebijakan, Jokowi meminta agar masyarakat tak menganggap hal itu sebagai inkonsistensi. Pasalnya, apa yang dilakukan Pemerintah bagian dari upaya mencari cara terbaik untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.
Baca juga: Tangani Covid-19, Presiden Jokowi: Tak Perlu Sok-sokan Me-lockdown Daerah
&amp;ldquo;Penyesuaian kebijakan itu jangan dianggap pemerintah mencla-mencle. Covid ini masalah baru. Seluruh dunia juga sama. Belum ada negara yang berani mengklaim sudah menemukan solusi yang terbaik. Tiap negara juga beda-beda masalahnya, berbeda cara dalam menanganinya. Jadi kita pun harus terus menyesuaikan diri mencari cara terbaik yang paling cocok dengan situasi kita,&amp;rdquo; ujar Jokowi.
Apalagi menurutnya, selama 7 bulan ini pencapaian Indonesia tidaklah buruk. Salah satunya terlihat dari angka kesembuhan yang mengalami peningkatan, dari 3,84% di bulan Maret menjadi 74,9% per 2 Oktober 2020. Angka ini sudah melampaui angka kesembuhan dunia yakni 74,43%.&amp;ldquo;Sekali lagi pencapaian kita sejauh ini tidak buruk. Angka-angkanya  jelas. Tapi jangan membuat kita terlena. Kita harus waspada, kita harus  tetap bekerja keras. Wabah ini jangan diremehkan. Ini realita. Tapi  jangan membuat kita pesimistis,&amp;rdquo; ujarnya.
Meski begitu, Jokowi mengakui kondisi Indonesia belum sempurna.  Sehingga perlu kerja sama semua pihak untuk mengatasi pandemi ini.
&amp;ldquo;Tujuh bulan ini, Indonesia membuktikan mampu mengatasi masalah.  Belum sempurna, iya. Tapi bisa kita perbaiki bersama-sama. Mengatasi  pandemi ini memang sulit. Memerlukan kerja keras bersama dan saya yakin  kita akan dapat melakukannya. Yang penting dalam situasi seperti ini  jangan ada yang berpolemik. Dan jangan ada yang membuat kegaduhan  kegaduhan,&amp;rdquo; harap Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan, selama 7 bulan menghadapi pandemi Covid-19. Kebijakan itu disesuaikan dengan perkembangan terkini Covid-19.
Salah satunya berkaitan dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang di awal pandemi menjadi salah satu langkah penanganan Covid-19. Namun akhir-akhir ini, pemerintah cenderung menekankan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM).
&amp;ldquo;Setelah 7 bulan banyak yang bisa kita pelajari dari wabah ini. Misalnya pembatasan sosial, saya kira harus kita sesuaikan. Untuk itu saya menekankan pentingnya pembatasan sosial skala mikro atau mini lockdown,&amp;rdquo; kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (4/10/2020).
&amp;ldquo;Kita buat lebih terarah, spesifik, fokus, tajam, untuk mengatasi masalah covid tapi tidak membunuh ekonomi dan kehidupan masyarakat. Ini yang harus kita lakukan,&amp;rdquo; lanjutnya.

Meski ada penyesuaian kebijakan, Jokowi meminta agar masyarakat tak menganggap hal itu sebagai inkonsistensi. Pasalnya, apa yang dilakukan Pemerintah bagian dari upaya mencari cara terbaik untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.
Baca juga: Tangani Covid-19, Presiden Jokowi: Tak Perlu Sok-sokan Me-lockdown Daerah
&amp;ldquo;Penyesuaian kebijakan itu jangan dianggap pemerintah mencla-mencle. Covid ini masalah baru. Seluruh dunia juga sama. Belum ada negara yang berani mengklaim sudah menemukan solusi yang terbaik. Tiap negara juga beda-beda masalahnya, berbeda cara dalam menanganinya. Jadi kita pun harus terus menyesuaikan diri mencari cara terbaik yang paling cocok dengan situasi kita,&amp;rdquo; ujar Jokowi.
Apalagi menurutnya, selama 7 bulan ini pencapaian Indonesia tidaklah buruk. Salah satunya terlihat dari angka kesembuhan yang mengalami peningkatan, dari 3,84% di bulan Maret menjadi 74,9% per 2 Oktober 2020. Angka ini sudah melampaui angka kesembuhan dunia yakni 74,43%.&amp;ldquo;Sekali lagi pencapaian kita sejauh ini tidak buruk. Angka-angkanya  jelas. Tapi jangan membuat kita terlena. Kita harus waspada, kita harus  tetap bekerja keras. Wabah ini jangan diremehkan. Ini realita. Tapi  jangan membuat kita pesimistis,&amp;rdquo; ujarnya.
Meski begitu, Jokowi mengakui kondisi Indonesia belum sempurna.  Sehingga perlu kerja sama semua pihak untuk mengatasi pandemi ini.
&amp;ldquo;Tujuh bulan ini, Indonesia membuktikan mampu mengatasi masalah.  Belum sempurna, iya. Tapi bisa kita perbaiki bersama-sama. Mengatasi  pandemi ini memang sulit. Memerlukan kerja keras bersama dan saya yakin  kita akan dapat melakukannya. Yang penting dalam situasi seperti ini  jangan ada yang berpolemik. Dan jangan ada yang membuat kegaduhan  kegaduhan,&amp;rdquo; harap Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
