<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>130 Dokter di Indonesia Meninggal Akibat Covid-19</title><description>Data terbaru, sebanyak 130 dokter meninggal dunia akibat Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288131/130-dokter-di-indonesia-meninggal-akibat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288131/130-dokter-di-indonesia-meninggal-akibat-covid-19"/><item><title>130 Dokter di Indonesia Meninggal Akibat Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288131/130-dokter-di-indonesia-meninggal-akibat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288131/130-dokter-di-indonesia-meninggal-akibat-covid-19</guid><pubDate>Minggu 04 Oktober 2020 10:51 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/04/337/2288131/130-dokter-di-indonesia-meninggal-akibat-covid-19-pbRTAs5qGy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/04/337/2288131/130-dokter-di-indonesia-meninggal-akibat-covid-19-pbRTAs5qGy.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat, hingga Sabtu (3/10/2020), sebanyak 130 dokter meninggal dunia akibat Covid-19. Rinciannya, 67 dokter umum dengan empat di antaranya adalah guru besar, 61 dokter spesialis dan empat di antaranya adalah guru besar, serta 2 orang residen.
Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Ari Kusuma mengatakan, seluruh dokter tersebut berasal dari 18 IDI wilayah provinsi dan 61 IDI cabang atau kota/kabupaten. Dia pun merasa prihatin karena masih banyak masyarakat yang abai akan protokol kesehatan.
&quot;Kita tahu angka kematian yang cepat ini membuktikan bahwa masyarakat tidak hanya abai dengan protokol kesehatan, namun juga tidak peduli terhadap keselamatan tenaga kesehatan,&quot; ujar Ari dalam keterangan video, Minggu (4/10/2020).

Tingginya angka kematian dokter, kata Ari, merupakan kerugian yang amat besar bagi Indonesia. Pasalnya, sebelum pandemi pun, jumlah dokter Indonesia salah satu yang terkecil di dunia.
&quot;Kehilangan tenaga kesehatan merupakan kehilangan yang besar bagi suatu bangsa, terutama dalam mempertahankan dan mengembangkan aspek kesehatan, Sebelum pandemi Covid-19 ini sudah merupakan salah satu yang terendah di dunia. Jumlah satu dokter (di Indonesia) diestimasi melayani 3.000 masyarakat,&quot; tuturnya.
Baca juga: Presiden Jokowi: Jangan Anggap Pemerintah Mencla-mencle Tangani Covid-19
Jika pemahaman akan protokol kesehatan belum juga dipahami dengan baik, maka layanan kesehatan akan terganggu. Dia pun meminta masyarakat tidak menganggap remeh pandemi Covid-19. Semakin masyarakat abai terhadap protokol kesehatan, maka Indonesia akan sulit melewati masa pandemi.
&quot;Banyaknya korban dari pihak tenaga kesehatan saat ini, maka ke depannya layanan kesehatan baik Covid-19 maupun non-Covid-19 jelas akan terganggu karena kurangnya tenaga medis,&amp;rdquo; ujarnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat, hingga Sabtu (3/10/2020), sebanyak 130 dokter meninggal dunia akibat Covid-19. Rinciannya, 67 dokter umum dengan empat di antaranya adalah guru besar, 61 dokter spesialis dan empat di antaranya adalah guru besar, serta 2 orang residen.
Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Ari Kusuma mengatakan, seluruh dokter tersebut berasal dari 18 IDI wilayah provinsi dan 61 IDI cabang atau kota/kabupaten. Dia pun merasa prihatin karena masih banyak masyarakat yang abai akan protokol kesehatan.
&quot;Kita tahu angka kematian yang cepat ini membuktikan bahwa masyarakat tidak hanya abai dengan protokol kesehatan, namun juga tidak peduli terhadap keselamatan tenaga kesehatan,&quot; ujar Ari dalam keterangan video, Minggu (4/10/2020).

Tingginya angka kematian dokter, kata Ari, merupakan kerugian yang amat besar bagi Indonesia. Pasalnya, sebelum pandemi pun, jumlah dokter Indonesia salah satu yang terkecil di dunia.
&quot;Kehilangan tenaga kesehatan merupakan kehilangan yang besar bagi suatu bangsa, terutama dalam mempertahankan dan mengembangkan aspek kesehatan, Sebelum pandemi Covid-19 ini sudah merupakan salah satu yang terendah di dunia. Jumlah satu dokter (di Indonesia) diestimasi melayani 3.000 masyarakat,&quot; tuturnya.
Baca juga: Presiden Jokowi: Jangan Anggap Pemerintah Mencla-mencle Tangani Covid-19
Jika pemahaman akan protokol kesehatan belum juga dipahami dengan baik, maka layanan kesehatan akan terganggu. Dia pun meminta masyarakat tidak menganggap remeh pandemi Covid-19. Semakin masyarakat abai terhadap protokol kesehatan, maka Indonesia akan sulit melewati masa pandemi.
&quot;Banyaknya korban dari pihak tenaga kesehatan saat ini, maka ke depannya layanan kesehatan baik Covid-19 maupun non-Covid-19 jelas akan terganggu karena kurangnya tenaga medis,&amp;rdquo; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
