<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kak Seto: Belajar Daring Jangan Malah Jadi Darah Tinggi</title><description>Sistem pembelajaran daring jangan malah berubah menjadi darah tinggi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288152/kak-seto-belajar-daring-jangan-malah-jadi-darah-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288152/kak-seto-belajar-daring-jangan-malah-jadi-darah-tinggi"/><item><title>Kak Seto: Belajar Daring Jangan Malah Jadi Darah Tinggi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288152/kak-seto-belajar-daring-jangan-malah-jadi-darah-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/04/337/2288152/kak-seto-belajar-daring-jangan-malah-jadi-darah-tinggi</guid><pubDate>Minggu 04 Oktober 2020 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/04/337/2288152/kak-seto-belajar-daring-jangan-malah-jadi-darah-tinggi-0eS4Fniodz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kak Seto. (Foto: YouTube BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/04/337/2288152/kak-seto-belajar-daring-jangan-malah-jadi-darah-tinggi-0eS4Fniodz.jpg</image><title>Kak Seto. (Foto: YouTube BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi (Kak Seto) mengajak para orangtua untuk memastikan anak-anaknya bergembira di tengah pandemi Covid-19.
Dia mengingatkan, sistem pembelajaran daring jangan malah berubah menjadi darah tinggi alias darting, yang mengakibatkan anak menjadi stres di rumah.
&quot;Pokoknya daring jangan jadi darting,&quot; ujar Kak Seto dalam acara BNPB bertajuk 'Mengajak Anak-Anak Bergembira saat Pandemi', Minggu (4/10/2020).
Kak Seto menerangkan, selama ini banyak orangtua yang mengeluhkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), karena kurikulum pembelajaran yang dinilai dipaksakan. Dia lantas mengajak para orangtua untuk berkomunikasi dengan pihak sekolah, melalui komite sekolah untuk menyelesaikan persoalan PJJ tersebut.
&quot;Ini belajar di rumah berbeda sama di kelas. Kami sudah minta kurikulum, kurikulum darurat saja atau kurikulum adaptif,&quot; jelas dia.
Baca juga: 130 Dokter di Indonesia Meninggal Akibat Covid-19
Menurut Kak Seto, orangtua sebaiknya memberikan pembelajaran dengan cara berdiskusi kepada anak, dengan tak melulu menatap layar handphone atau laptop di rumah.
&quot;Pendekatan psikologis harus dilakukan baik itu secara individual yang disesuaikan dengan bakat anak. Mungkin dengan bernyanyi bagi anak yang hobi bernyanyi,&quot; imbuhnya.Anak Berkebutuhan Khusus
Kak Seto juga meminta para orangtua untuk mencurahkan banyak  energinya bagi anak-anak berkebutuhan khusus, dengan membuat anak  senyaman mungkin di rumah.
&quot;Anak-anak disabilitas kan berkebutuhan khusus. Adanya situasi  seperti ini buat lebih khusus lagi. Energi lebih dicurahkan lagi kepada  anak. Selalu mendengar anak,&quot; ujarnya.
Dia menambahkan, orangtua harus lebih memantau psikologis anaknya  saat pandemi virus corona, dengan melihat apakah anak tersenyum atau  tidak selama di rumah.
Kak Seto melanjutkan, kebahagiaan anak penting untuk menjaga daya  tahan dan imunitas tubuhnya selama pandemi virus corona. &quot;Yang penting  anak seperti bunga yang merekah di tanah yang subur. Itu keluarga yang  kondusif,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi (Kak Seto) mengajak para orangtua untuk memastikan anak-anaknya bergembira di tengah pandemi Covid-19.
Dia mengingatkan, sistem pembelajaran daring jangan malah berubah menjadi darah tinggi alias darting, yang mengakibatkan anak menjadi stres di rumah.
&quot;Pokoknya daring jangan jadi darting,&quot; ujar Kak Seto dalam acara BNPB bertajuk 'Mengajak Anak-Anak Bergembira saat Pandemi', Minggu (4/10/2020).
Kak Seto menerangkan, selama ini banyak orangtua yang mengeluhkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), karena kurikulum pembelajaran yang dinilai dipaksakan. Dia lantas mengajak para orangtua untuk berkomunikasi dengan pihak sekolah, melalui komite sekolah untuk menyelesaikan persoalan PJJ tersebut.
&quot;Ini belajar di rumah berbeda sama di kelas. Kami sudah minta kurikulum, kurikulum darurat saja atau kurikulum adaptif,&quot; jelas dia.
Baca juga: 130 Dokter di Indonesia Meninggal Akibat Covid-19
Menurut Kak Seto, orangtua sebaiknya memberikan pembelajaran dengan cara berdiskusi kepada anak, dengan tak melulu menatap layar handphone atau laptop di rumah.
&quot;Pendekatan psikologis harus dilakukan baik itu secara individual yang disesuaikan dengan bakat anak. Mungkin dengan bernyanyi bagi anak yang hobi bernyanyi,&quot; imbuhnya.Anak Berkebutuhan Khusus
Kak Seto juga meminta para orangtua untuk mencurahkan banyak  energinya bagi anak-anak berkebutuhan khusus, dengan membuat anak  senyaman mungkin di rumah.
&quot;Anak-anak disabilitas kan berkebutuhan khusus. Adanya situasi  seperti ini buat lebih khusus lagi. Energi lebih dicurahkan lagi kepada  anak. Selalu mendengar anak,&quot; ujarnya.
Dia menambahkan, orangtua harus lebih memantau psikologis anaknya  saat pandemi virus corona, dengan melihat apakah anak tersenyum atau  tidak selama di rumah.
Kak Seto melanjutkan, kebahagiaan anak penting untuk menjaga daya  tahan dan imunitas tubuhnya selama pandemi virus corona. &quot;Yang penting  anak seperti bunga yang merekah di tanah yang subur. Itu keluarga yang  kondusif,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
