<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Nelayan Terombang-ambing di Tengah Laut Sambil Memegang Termos</title><description>Meski tubuhnya terombang-ambing dihempas ombak, namun dia tak patah arang hingga pertolongan datang menjemputnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/05/512/2288607/kisah-nelayan-terombang-ambing-di-tengah-laut-sambil-memegang-termos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/05/512/2288607/kisah-nelayan-terombang-ambing-di-tengah-laut-sambil-memegang-termos"/><item><title>Kisah Nelayan Terombang-ambing di Tengah Laut Sambil Memegang Termos</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/05/512/2288607/kisah-nelayan-terombang-ambing-di-tengah-laut-sambil-memegang-termos</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/05/512/2288607/kisah-nelayan-terombang-ambing-di-tengah-laut-sambil-memegang-termos</guid><pubDate>Senin 05 Oktober 2020 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/05/512/2288607/kisah-nelayan-terombang-ambing-di-tengah-laut-sambil-memegang-termos-nQI3DA542G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Okezone.com/Taufik Budi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/05/512/2288607/kisah-nelayan-terombang-ambing-di-tengah-laut-sambil-memegang-termos-nQI3DA542G.jpg</image><title>(Foto: Okezone.com/Taufik Budi)</title></images><description>JEPARA &amp;ndash; Seorang nelayan bertahan hidup di tengah lautan Mlonggo, Jepara Jawa Tengah, dengan memegang wadah penyimpan air minum atau termos. Meski tubuhnya terombang-ambing dihempas ombak, namun dia tak patah arang hingga pertolongan datang menjemputnya.
Nelayan tersebut adalah Ahmad Syaifuri (35), warga Desa Karangaji, RT 4/2, Kabupaten Jepara. Dia dikabarkan hilang oleh keluarganya setelah berangkat melaut pada Minggu 4 September 2020, sekira pukul 06.00 WIB.&amp;nbsp;
Saat itu, Ahmad mencari ikan menggunakan perahu sopek warna hijau muda dengan panjang 7 meter dan lebar 2 meter, bertuliskan Santika. Dia berlayar ke arah 3 nautical mil utara PLTU Jepara. Tak seperti biasanya, hingga sore hari dia belum juga kembali.&amp;nbsp;
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/0dZEGIPfQzc&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
&quot;Biasanya sore sekitar pukul 17.00 WIB sudah kembali, namun hingga malam tak kunjung pulang,&quot; tutur Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya, Senin (5/10/2020).
Baca juga:&amp;nbsp;Cuaca Ekstrem Bikin Tangkapan Ikan Nelayan Berkurang hingga 50%
Dengan informasi tersebut, Basarnas memberangkatkan 1 tim rescue untuk melakukan pencarian dan pertolongan. Petugas juga disertai peralatan Rigid Inflatable Boat (RIB), guna memudahkan proses pencarian.Pencarian membuahkan hasil. Korban ditemukan sekira 5 nautical mil ke arah timur laut dari PLTU Kabupaten Jepara. Korban ditemukan dalam keadaan selamat, sementara perahu yang ditumpangi sudah pecah dan tenggelam.&amp;nbsp;
&quot;Korban ditemukan oleh nelayan yang kebetulan melintas sekitar Pulau Panjang dalam keadaan mengapung terombang-ambing terbawa arus, dengan memegang penyimpan minuman (termos). Selanjutnya korban langsung dievakuasi oleh nelayan tersebut ke TPI Mlonggo,&quot; imbuhnya&amp;nbsp;
&quot;Dengan ditemukannya survivor operasi SAR dinyatakan selesai dan tim SAR gabungan kembali ke satuannya masing-masing,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JEPARA &amp;ndash; Seorang nelayan bertahan hidup di tengah lautan Mlonggo, Jepara Jawa Tengah, dengan memegang wadah penyimpan air minum atau termos. Meski tubuhnya terombang-ambing dihempas ombak, namun dia tak patah arang hingga pertolongan datang menjemputnya.
Nelayan tersebut adalah Ahmad Syaifuri (35), warga Desa Karangaji, RT 4/2, Kabupaten Jepara. Dia dikabarkan hilang oleh keluarganya setelah berangkat melaut pada Minggu 4 September 2020, sekira pukul 06.00 WIB.&amp;nbsp;
Saat itu, Ahmad mencari ikan menggunakan perahu sopek warna hijau muda dengan panjang 7 meter dan lebar 2 meter, bertuliskan Santika. Dia berlayar ke arah 3 nautical mil utara PLTU Jepara. Tak seperti biasanya, hingga sore hari dia belum juga kembali.&amp;nbsp;
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/0dZEGIPfQzc&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
&quot;Biasanya sore sekitar pukul 17.00 WIB sudah kembali, namun hingga malam tak kunjung pulang,&quot; tutur Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya, Senin (5/10/2020).
Baca juga:&amp;nbsp;Cuaca Ekstrem Bikin Tangkapan Ikan Nelayan Berkurang hingga 50%
Dengan informasi tersebut, Basarnas memberangkatkan 1 tim rescue untuk melakukan pencarian dan pertolongan. Petugas juga disertai peralatan Rigid Inflatable Boat (RIB), guna memudahkan proses pencarian.Pencarian membuahkan hasil. Korban ditemukan sekira 5 nautical mil ke arah timur laut dari PLTU Kabupaten Jepara. Korban ditemukan dalam keadaan selamat, sementara perahu yang ditumpangi sudah pecah dan tenggelam.&amp;nbsp;
&quot;Korban ditemukan oleh nelayan yang kebetulan melintas sekitar Pulau Panjang dalam keadaan mengapung terombang-ambing terbawa arus, dengan memegang penyimpan minuman (termos). Selanjutnya korban langsung dievakuasi oleh nelayan tersebut ke TPI Mlonggo,&quot; imbuhnya&amp;nbsp;
&quot;Dengan ditemukannya survivor operasi SAR dinyatakan selesai dan tim SAR gabungan kembali ke satuannya masing-masing,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
