<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duterte Bantah Ribuan Orang Tewas Akibat Operasi Anti-Narkobanya</title><description>Duterte mengakui bahwa ada kematian akibat perang melawan narkobanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/06/18/2289418/duterte-bantah-ribuan-orang-tewas-akibat-operasi-anti-narkobanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/06/18/2289418/duterte-bantah-ribuan-orang-tewas-akibat-operasi-anti-narkobanya"/><item><title>Duterte Bantah Ribuan Orang Tewas Akibat Operasi Anti-Narkobanya</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/06/18/2289418/duterte-bantah-ribuan-orang-tewas-akibat-operasi-anti-narkobanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/06/18/2289418/duterte-bantah-ribuan-orang-tewas-akibat-operasi-anti-narkobanya</guid><pubDate>Selasa 06 Oktober 2020 18:29 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/06/18/2289418/duterte-bantah-ribuan-orang-tewas-akibat-operasi-anti-narkobanya-AjrZLZUJHj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: tangkapan layar RTVM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/06/18/2289418/duterte-bantah-ribuan-orang-tewas-akibat-operasi-anti-narkobanya-AjrZLZUJHj.jpg</image><title>Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: tangkapan layar RTVM)</title></images><description>MANILA &amp;ndash; Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Senin (5/10/2020) malam mengatakan bahwa dia tidak membantah bahwa ada kematian brutal terkait narkoba di negaranya.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Duterte mengatakan bahwa dia pernah berusaha mencari tahun mengenai kebenaran informasi tentang kematian-kematian itu. Namun,  dia membatntah bahwa tewasnya ribuan pengedar narkoba di Filipina disebabkan operasi pemberantasan narkoba yang dia gelar.
BACA JUGA: Duterte Izinkan Militer Ambil Bagian dalam Perang Narkoba
Menurut Duterte, ia pernah diberitahu bahwa sejumlah pengedar narkoba kemungkinan tewas karena persaingan di antara sindikat atau karena pencurian uang hasil transaksi jual-beli narkoba.
Diwartakan VOA, lebih dari 5.800 tersangka pengedar narkoba tewas dan 256 ribu lainnya ditangkap sejak Duterte menduduki jabatan presiden pada pertengahan 2016. Kelompok-kelompok HAM menduga, kebanyakan dari tersangka yang tewas itu akibat pembunuhan yang disengaja. Namun, Duterte dan kepolisian Filipina bersikeras mengatakan mereka yang tewas umumnya karena melawan ketika berusaha ditangkap.
BACA JUGA: Duterte Klaim Buang Mayat Gembong Narkoba Filipina ke Teluk Manila
Pemerintah negara-negara Barat telah menyerukan penyelidikan independen atas pembunuhan-pembunuhan itu, yang terus berlanjut bahkan pada masa pandemi. Namun, Duterte menolaknya dan bahkan menyebut seruan itu sebagai tindakan campur tangan terhadap urusan negaranya.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sedang mengevaluasi gugatan-gugatan mengenai adanya kejahatan terhadap kemanusiaan terkait operasi pemberantasan narkoba yang diprakarsai Duterte. Namun, belum memutuskan apakah sudah ada cukup bukti untuk memulai penyelidikan resmi.
</description><content:encoded>MANILA &amp;ndash; Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Senin (5/10/2020) malam mengatakan bahwa dia tidak membantah bahwa ada kematian brutal terkait narkoba di negaranya.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Duterte mengatakan bahwa dia pernah berusaha mencari tahun mengenai kebenaran informasi tentang kematian-kematian itu. Namun,  dia membatntah bahwa tewasnya ribuan pengedar narkoba di Filipina disebabkan operasi pemberantasan narkoba yang dia gelar.
BACA JUGA: Duterte Izinkan Militer Ambil Bagian dalam Perang Narkoba
Menurut Duterte, ia pernah diberitahu bahwa sejumlah pengedar narkoba kemungkinan tewas karena persaingan di antara sindikat atau karena pencurian uang hasil transaksi jual-beli narkoba.
Diwartakan VOA, lebih dari 5.800 tersangka pengedar narkoba tewas dan 256 ribu lainnya ditangkap sejak Duterte menduduki jabatan presiden pada pertengahan 2016. Kelompok-kelompok HAM menduga, kebanyakan dari tersangka yang tewas itu akibat pembunuhan yang disengaja. Namun, Duterte dan kepolisian Filipina bersikeras mengatakan mereka yang tewas umumnya karena melawan ketika berusaha ditangkap.
BACA JUGA: Duterte Klaim Buang Mayat Gembong Narkoba Filipina ke Teluk Manila
Pemerintah negara-negara Barat telah menyerukan penyelidikan independen atas pembunuhan-pembunuhan itu, yang terus berlanjut bahkan pada masa pandemi. Namun, Duterte menolaknya dan bahkan menyebut seruan itu sebagai tindakan campur tangan terhadap urusan negaranya.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sedang mengevaluasi gugatan-gugatan mengenai adanya kejahatan terhadap kemanusiaan terkait operasi pemberantasan narkoba yang diprakarsai Duterte. Namun, belum memutuskan apakah sudah ada cukup bukti untuk memulai penyelidikan resmi.
</content:encoded></item></channel></rss>
