<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tito: 2% Penduduk Belum Masuk Database Kependudukan</title><description>Tito Karnavian mengatakan 98% masyarakat telah masuk dalam data kependudukan Dukcapil Kemendagri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/06/337/2289259/tito-2-penduduk-belum-masuk-database-kependudukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/06/337/2289259/tito-2-penduduk-belum-masuk-database-kependudukan"/><item><title>Tito: 2% Penduduk Belum Masuk Database Kependudukan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/06/337/2289259/tito-2-penduduk-belum-masuk-database-kependudukan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/06/337/2289259/tito-2-penduduk-belum-masuk-database-kependudukan</guid><pubDate>Selasa 06 Oktober 2020 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/06/337/2289259/tito-2-penduduk-belum-masuk-database-kependudukan-d8VqQBb2Dc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendagri Tito Karnavian. (Foto : Okezone.com/Avirista Midaada)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/06/337/2289259/tito-2-penduduk-belum-masuk-database-kependudukan-d8VqQBb2Dc.jpg</image><title>Mendagri Tito Karnavian. (Foto : Okezone.com/Avirista Midaada)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan 98% masyarakat telah masuk dalam data kependudukan Dukcapil Kemendagri. Dia mengatakan capaian 98% perekaman data ini sangat bermanfaat dalam mendukung pembangunan nasional.
&amp;ldquo;Baik dalam perencanaan, eksekusi oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota,&amp;rdquo; kata Tito dalam Rakornas Dukcapil, Selasa (6/10/2020)
Menurutnya, adanya data ini akan membuat perencanaan pembangunan lebih akurat, efektif, dan efisien.

&amp;ldquo;Data jumlah laki-laki, perempuan dalam kategori per tahun, umur. Kemudian zonasi wilayah, tingkat pendidikan, dan lain-lain. Itu semua bisa diolah dari data-data mentah jadi data spesifik yang dapat digunakan banyak pihak baik pemerintah maupun swasta dengan otoritas tertentu,&amp;rdquo; ucapnya.
Meski begitu, Tito mengingatkan, masih ada 2% masyarakat yang belum masuk database kependudukan. Dia ingin agar hal ini dituntaskan sehingga seluruh masyarakat sudah ada di database kependudukan.




&amp;ldquo;Kita masih punya PR, masih ada sekitar 2% yang belum masuk database. Kita upayakan untuk sesegera mungkin seluruh 100% WNI atau yang tinggal di Indonesia dapat teridentifikasi dalam satu database. Sehingga pembuatan program, perencanaan termasuk dalam penegakan hukum dan lain-lain dapat tertunjang dengan database ini,&amp;rdquo; ujarnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah mengatakan, target nasional perekaman e-KTP memang di angka 98%. Namun, di tingkatan daerah masih banyak yang belum tercapai.

Baca Juga : Polisi Tangkap Sindikat Pemalsu E-KTP yang Sudah Beroperasi 2 Tahun

&amp;ldquo;Target kinerja yang harus dipenuhi dukcapil adalah tentang perekaman e-KTP 98% di tingkat nasional sudah tercapai. Tetapi di kabupaten/kota banyak yang belum tercapai,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga : Cetak KTP Elektronik Diprioritaskan bagi Korban Bencana Alam
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan 98% masyarakat telah masuk dalam data kependudukan Dukcapil Kemendagri. Dia mengatakan capaian 98% perekaman data ini sangat bermanfaat dalam mendukung pembangunan nasional.
&amp;ldquo;Baik dalam perencanaan, eksekusi oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota,&amp;rdquo; kata Tito dalam Rakornas Dukcapil, Selasa (6/10/2020)
Menurutnya, adanya data ini akan membuat perencanaan pembangunan lebih akurat, efektif, dan efisien.

&amp;ldquo;Data jumlah laki-laki, perempuan dalam kategori per tahun, umur. Kemudian zonasi wilayah, tingkat pendidikan, dan lain-lain. Itu semua bisa diolah dari data-data mentah jadi data spesifik yang dapat digunakan banyak pihak baik pemerintah maupun swasta dengan otoritas tertentu,&amp;rdquo; ucapnya.
Meski begitu, Tito mengingatkan, masih ada 2% masyarakat yang belum masuk database kependudukan. Dia ingin agar hal ini dituntaskan sehingga seluruh masyarakat sudah ada di database kependudukan.




&amp;ldquo;Kita masih punya PR, masih ada sekitar 2% yang belum masuk database. Kita upayakan untuk sesegera mungkin seluruh 100% WNI atau yang tinggal di Indonesia dapat teridentifikasi dalam satu database. Sehingga pembuatan program, perencanaan termasuk dalam penegakan hukum dan lain-lain dapat tertunjang dengan database ini,&amp;rdquo; ujarnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah mengatakan, target nasional perekaman e-KTP memang di angka 98%. Namun, di tingkatan daerah masih banyak yang belum tercapai.

Baca Juga : Polisi Tangkap Sindikat Pemalsu E-KTP yang Sudah Beroperasi 2 Tahun

&amp;ldquo;Target kinerja yang harus dipenuhi dukcapil adalah tentang perekaman e-KTP 98% di tingkat nasional sudah tercapai. Tetapi di kabupaten/kota banyak yang belum tercapai,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga : Cetak KTP Elektronik Diprioritaskan bagi Korban Bencana Alam
</content:encoded></item></channel></rss>
