<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polda Metro Akui Lakukan Penyekatan di Beberapa Titik Terkait Demo Buruh</title><description>Yusri menjelaskan, penyekatan itu dilakukan agar massa tidak melanjutkan kegiatan aksi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/06/338/2289074/polda-metro-akui-lakukan-penyekatan-di-beberapa-titik-terkait-demo-buruh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/06/338/2289074/polda-metro-akui-lakukan-penyekatan-di-beberapa-titik-terkait-demo-buruh"/><item><title>Polda Metro Akui Lakukan Penyekatan di Beberapa Titik Terkait Demo Buruh</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/06/338/2289074/polda-metro-akui-lakukan-penyekatan-di-beberapa-titik-terkait-demo-buruh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/06/338/2289074/polda-metro-akui-lakukan-penyekatan-di-beberapa-titik-terkait-demo-buruh</guid><pubDate>Selasa 06 Oktober 2020 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/06/338/2289074/polda-metro-akui-lakukan-penyekatan-di-beberapa-titik-terkait-demo-buruh-s0D3zUJQJD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Foto : Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/06/338/2289074/polda-metro-akui-lakukan-penyekatan-di-beberapa-titik-terkait-demo-buruh-s0D3zUJQJD.jpg</image><title>Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. (Foto : Sindonews)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengakui, pihaknya mencegah terjadinya demonstrasi buruh di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta Pusat. Salah satunya langkah mengantisipasi hal itu dengan melakukan penyekatan di beberapa titik keberangkatan buruh dari luar menuju Jakarta.

&quot;Ada beberapa titik (dari luar Jakarta) yang turun, tapi saat kami dekati dengan humanis, bisa tertangani,&quot; kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2020).

Yusri menjelaskan, penyekatan itu dilakukan agar massa tidak melanjutkan kegiatan aksi sebab hal itu bisa menyebabkan kerumunan massa yang rawan akan penularan virus corona.

&quot;Karena dalam Pergub 88 diatur, kerumunan orang lebih dari lima kami bubarkan,&quot; tuturnya.

Yusri juga mengatakan, pihaknya tidak memberikan izin kepada buruh berunjuk rasa. Namun mereka tetap menyiagakan 9.236 personel gabungan guna mengantisipasi aksi tersebut.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/paH4h2AL73Y&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

&quot;Ada 9.236 personel yang kita turunkan se-wilayah hukum Polda Metro Jaya secara gabungan antara TNI-Polri dan Pemda,&quot; kata Yusri.

Yusri mengimbau massa tidak memaksakan diri untuk menggelar aksi demontrasi lantaran masih dalam kondisi pandemi corona.

&quot;Kita mengharapkan teman-teman serikat buruh dan pekerja dan teman-teman buruh lainnya untuk bisa mengerti bahwa kegiatan ini bisa membentuk satu klaster baru lagi penyebaran Covid-19,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Beredar Surat Pembatalan Aksi Mogok Nasional Buruh, KSPI: Hoaks

&quot;Tidak usah turun, tidak usah berkumpul ramai dan mari kita taati aturan peraturan kesehatan yang ada salah satunya adalah menghindari kerumunan karena ini bisa membuat klaster baru lagi nantinya,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Buruh Bakal Demo di Sejumlah Titik, Polres Bekasi Siaga


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengakui, pihaknya mencegah terjadinya demonstrasi buruh di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta Pusat. Salah satunya langkah mengantisipasi hal itu dengan melakukan penyekatan di beberapa titik keberangkatan buruh dari luar menuju Jakarta.

&quot;Ada beberapa titik (dari luar Jakarta) yang turun, tapi saat kami dekati dengan humanis, bisa tertangani,&quot; kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2020).

Yusri menjelaskan, penyekatan itu dilakukan agar massa tidak melanjutkan kegiatan aksi sebab hal itu bisa menyebabkan kerumunan massa yang rawan akan penularan virus corona.

&quot;Karena dalam Pergub 88 diatur, kerumunan orang lebih dari lima kami bubarkan,&quot; tuturnya.

Yusri juga mengatakan, pihaknya tidak memberikan izin kepada buruh berunjuk rasa. Namun mereka tetap menyiagakan 9.236 personel gabungan guna mengantisipasi aksi tersebut.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/paH4h2AL73Y&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

&quot;Ada 9.236 personel yang kita turunkan se-wilayah hukum Polda Metro Jaya secara gabungan antara TNI-Polri dan Pemda,&quot; kata Yusri.

Yusri mengimbau massa tidak memaksakan diri untuk menggelar aksi demontrasi lantaran masih dalam kondisi pandemi corona.

&quot;Kita mengharapkan teman-teman serikat buruh dan pekerja dan teman-teman buruh lainnya untuk bisa mengerti bahwa kegiatan ini bisa membentuk satu klaster baru lagi penyebaran Covid-19,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Beredar Surat Pembatalan Aksi Mogok Nasional Buruh, KSPI: Hoaks

&quot;Tidak usah turun, tidak usah berkumpul ramai dan mari kita taati aturan peraturan kesehatan yang ada salah satunya adalah menghindari kerumunan karena ini bisa membuat klaster baru lagi nantinya,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Buruh Bakal Demo di Sejumlah Titik, Polres Bekasi Siaga


</content:encoded></item></channel></rss>
