<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Polres Bekasi Menyekat 12 Titik Menuju Jakarta   </title><description>Dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa susulan yang dilakukan buruh dan mahasiswa, sebanyak 12 titik jalan di Kota Bekasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/08/338/2290248/polres-bekasi-menyekat-12-titik-menuju-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/08/338/2290248/polres-bekasi-menyekat-12-titik-menuju-jakarta"/><item><title> Polres Bekasi Menyekat 12 Titik Menuju Jakarta   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/08/338/2290248/polres-bekasi-menyekat-12-titik-menuju-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/08/338/2290248/polres-bekasi-menyekat-12-titik-menuju-jakarta</guid><pubDate>Kamis 08 Oktober 2020 09:18 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/08/338/2290248/polres-bekasi-menyekat-12-titik-menuju-jakarta-Bcplr7Myq4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Polres Metro Kota Bekasi saat apel (foto: Okezone.com/Wisnu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/08/338/2290248/polres-bekasi-menyekat-12-titik-menuju-jakarta-Bcplr7Myq4.jpg</image><title>Anggota Polres Metro Kota Bekasi saat apel (foto: Okezone.com/Wisnu)</title></images><description>BEKASI &amp;ndash; Dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa susulan yang dilakukan buruh dan mahasiswa, sebanyak 12 titik jalan di Kota Bekasi dilakukan penyekatan.

Penyekatan itu dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan buruh dan mahasiwa yang mengerah ke Gedung DPR RI. Polres Metro Bekasi Kota kembali menambah titik-titik penyekatan.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Polisi Siapkan Pasukan Cadangan Antisipasi Gelombang Demo UU Cipta Kerja
Diketahui, hari ini merupakan unjuk rasa terakhir yang dilakukan para buruh dalam menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja yang disahkan DPR RI.

&quot;Semuanya 522 personel. Tambahan dari Polda Metro Jaya. Adapun penyekatan di tambah jadi 12 titik,&quot; kata Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal kepada wartawan, Kamis (8/10/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Polri Larang BEM Seluruh Indonesia Gelar Aksi Tolak Omnibus Law
Titik-titik penyekatan itu, kata Alfian, yakni Tol Bekasi Barat 1, Tol Bekasi Barat 2, Tol Bekasi Timur, Jatiwaring, Rest Area Pondok Gede, Sumber Arta, Medan Satria-Cakung, Unisma, Cakung, Jatiwarna, Tol Jatiasih 2, Tol Jatibening, Tomyang dan Sasak Jarang.

&quot;Tambahan di Tomyang dan Sasak Jarang. Tujuan penyekatan untuk melakukan antisipasi. Karena ini kan solidaritas cukup dilakukan di perusahaan saja, aksi damai aja, jangan ke Jakarta,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/FeetsvG91a4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Karena bila para buruh dan mahasiwa ke Jakarta, kata Alfian bisa mengganggu ketertiban umum. Alfian pun mempersilahkan, bila mereka ingin menyampaikan aspirasi, tetapi hanya perwakilan saja.

&quot;Misalnya serikat beberapa orang, terus mahasiswa berapa orang dari HMII, PMII 10 orang cukup. Tapi kalau ribuan aduh saya pikir kasian karena ini ada PSBB,&quot; beber dia.

Bila ada yang terkena atau tertular virus corona atau Covid-19, lanjut Alfian, siapa nanti yang akan bertanggung jawab. Untuk itu dia pun meminta agar buruh dan mahasiswa mengurungkan niatnya untuk menggelar aksi ke DPR RI.

&quot;Kalau disana ada wabah, kita siapa yang bertanggung jawab. Ini yang kita antisipasi klaster baru,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>BEKASI &amp;ndash; Dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa susulan yang dilakukan buruh dan mahasiswa, sebanyak 12 titik jalan di Kota Bekasi dilakukan penyekatan.

Penyekatan itu dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan buruh dan mahasiwa yang mengerah ke Gedung DPR RI. Polres Metro Bekasi Kota kembali menambah titik-titik penyekatan.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Polisi Siapkan Pasukan Cadangan Antisipasi Gelombang Demo UU Cipta Kerja
Diketahui, hari ini merupakan unjuk rasa terakhir yang dilakukan para buruh dalam menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja yang disahkan DPR RI.

&quot;Semuanya 522 personel. Tambahan dari Polda Metro Jaya. Adapun penyekatan di tambah jadi 12 titik,&quot; kata Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal kepada wartawan, Kamis (8/10/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Polri Larang BEM Seluruh Indonesia Gelar Aksi Tolak Omnibus Law
Titik-titik penyekatan itu, kata Alfian, yakni Tol Bekasi Barat 1, Tol Bekasi Barat 2, Tol Bekasi Timur, Jatiwaring, Rest Area Pondok Gede, Sumber Arta, Medan Satria-Cakung, Unisma, Cakung, Jatiwarna, Tol Jatiasih 2, Tol Jatibening, Tomyang dan Sasak Jarang.

&quot;Tambahan di Tomyang dan Sasak Jarang. Tujuan penyekatan untuk melakukan antisipasi. Karena ini kan solidaritas cukup dilakukan di perusahaan saja, aksi damai aja, jangan ke Jakarta,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/FeetsvG91a4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Karena bila para buruh dan mahasiwa ke Jakarta, kata Alfian bisa mengganggu ketertiban umum. Alfian pun mempersilahkan, bila mereka ingin menyampaikan aspirasi, tetapi hanya perwakilan saja.

&quot;Misalnya serikat beberapa orang, terus mahasiswa berapa orang dari HMII, PMII 10 orang cukup. Tapi kalau ribuan aduh saya pikir kasian karena ini ada PSBB,&quot; beber dia.

Bila ada yang terkena atau tertular virus corona atau Covid-19, lanjut Alfian, siapa nanti yang akan bertanggung jawab. Untuk itu dia pun meminta agar buruh dan mahasiswa mengurungkan niatnya untuk menggelar aksi ke DPR RI.

&quot;Kalau disana ada wabah, kita siapa yang bertanggung jawab. Ini yang kita antisipasi klaster baru,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
