<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dihujani Gas Air Mata, Massa Melawan Bakar Pospol Simpang Lima Senen</title><description>Sebelum membakar pos polisi, demonstran lebih dulu melempari batu ke arah pos polisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/08/338/2290726/dihujani-gas-air-mata-massa-melawan-bakar-pospol-simpang-lima-senen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/08/338/2290726/dihujani-gas-air-mata-massa-melawan-bakar-pospol-simpang-lima-senen"/><item><title>Dihujani Gas Air Mata, Massa Melawan Bakar Pospol Simpang Lima Senen</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/08/338/2290726/dihujani-gas-air-mata-massa-melawan-bakar-pospol-simpang-lima-senen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/08/338/2290726/dihujani-gas-air-mata-massa-melawan-bakar-pospol-simpang-lima-senen</guid><pubDate>Kamis 08 Oktober 2020 22:39 WIB</pubDate><dc:creator>Okto Rizki Alpino</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/08/338/2290726/dihujani-gas-air-mata-massa-melawan-bakar-pospol-simpang-lima-senen-psOrO3eMtR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pos Polisi Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat dibakar massa (Foto: Okto Rizki Alpino)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/08/338/2290726/dihujani-gas-air-mata-massa-melawan-bakar-pospol-simpang-lima-senen-psOrO3eMtR.jpg</image><title>Pos Polisi Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat dibakar massa (Foto: Okto Rizki Alpino)</title></images><description>JAKARTA - Pos Polisi Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat menjadi sasaran demonstran yang melakukan unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja, pada Kamis (8/10/2020) malam. Sebelum membakar pos polisi, demonstran lebih dulu melempari batu ke arah pos polisi.

Demonstran yang kesal karena terus-terusan dihujani as air mata oleh aparat kepolisian akhirnya melampiaskan kekesalan mereka dengan cara membakar Pos Polisi Simpang Lima Senen. &quot;Cepetan bakar, bakar, bakar aja,&quot; teriak ratusan massa di lokasi, Kamis (8/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mahfud MD: UU Ciptaker untuk Tampung 3,5 Juta Pencari Kerja Setiap Tahunnya
Pantauan di lokasi, demonstran membakar Pos Polisi Simpang Lima Senen menggunaan bom molotov dan membakar kayu di sekitar lokasi. Aksi mereka semakin menjadi karena tidak ada penjagaan aparat kepolisian.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/zgQ-o0W__cI&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;nbsp;
Sebelumnya, ratusan domonstran yang melakukan unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di sekitar Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis 8 Oktober 2020 malam, berhasil dibubarkan aparat kepolisian. Mereka terpaksa mundur dan berlindung di permukiman warga sekitar Jalan Pasar Senen hingga Jalan Kramat Kwitang.

Mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam satu barisan itu kocar-kacir saat aparat kepolisian mengejar mereka sambil menembakkan gas air mata.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemerintah Sesalkan Demo Berbuntut Perusakan Fasilitas Umum</description><content:encoded>JAKARTA - Pos Polisi Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat menjadi sasaran demonstran yang melakukan unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja, pada Kamis (8/10/2020) malam. Sebelum membakar pos polisi, demonstran lebih dulu melempari batu ke arah pos polisi.

Demonstran yang kesal karena terus-terusan dihujani as air mata oleh aparat kepolisian akhirnya melampiaskan kekesalan mereka dengan cara membakar Pos Polisi Simpang Lima Senen. &quot;Cepetan bakar, bakar, bakar aja,&quot; teriak ratusan massa di lokasi, Kamis (8/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mahfud MD: UU Ciptaker untuk Tampung 3,5 Juta Pencari Kerja Setiap Tahunnya
Pantauan di lokasi, demonstran membakar Pos Polisi Simpang Lima Senen menggunaan bom molotov dan membakar kayu di sekitar lokasi. Aksi mereka semakin menjadi karena tidak ada penjagaan aparat kepolisian.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/zgQ-o0W__cI&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;nbsp;
Sebelumnya, ratusan domonstran yang melakukan unjuk rasa menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di sekitar Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis 8 Oktober 2020 malam, berhasil dibubarkan aparat kepolisian. Mereka terpaksa mundur dan berlindung di permukiman warga sekitar Jalan Pasar Senen hingga Jalan Kramat Kwitang.

Mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam satu barisan itu kocar-kacir saat aparat kepolisian mengejar mereka sambil menembakkan gas air mata.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemerintah Sesalkan Demo Berbuntut Perusakan Fasilitas Umum</content:encoded></item></channel></rss>
