<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Bupati Geledah Dompet Janda   </title><description>Bupati Batang Wihaji blusukan ke Desa Gringsing, Kecamatan Gringsing dan ia menyambangi rumah warga yang dihuni oleh dua janda.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/08/512/2290279/ketika-bupati-geledah-dompet-janda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/08/512/2290279/ketika-bupati-geledah-dompet-janda"/><item><title>Ketika Bupati Geledah Dompet Janda   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/08/512/2290279/ketika-bupati-geledah-dompet-janda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/08/512/2290279/ketika-bupati-geledah-dompet-janda</guid><pubDate>Kamis 08 Oktober 2020 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Suryono Sukarno</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/08/512/2290279/ketika-bupati-geledah-dompet-janda-Un4ixS0pQa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Batang Wihaji (kiri). Foto: Suryono Sukarno</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/08/512/2290279/ketika-bupati-geledah-dompet-janda-Un4ixS0pQa.jpg</image><title>Bupati Batang Wihaji (kiri). Foto: Suryono Sukarno</title></images><description>BATANG - Bupati Batang Wihaji blusukan ke Desa Gringsing, Kecamatan Gringsing dan menyempatkan diri menyambangi rumah warga yang dihuni oleh dua janda.

Melihat kondisi rumah yang kosong tanpa perabotan, Wihaji lantas meminta dompet janda yang bekerja serabutan tersebut dan menggeledahnya.

&quot;Memang benar dompetnya kosong tanpa uang serupiah pun. Ini sembako untuk menyambung hidup,&quot; kata Wihaji ketika blusukan pada Rabu 6 Oktober 2020.

Tak hanya itu, Bupati juga memberikan uang Rp3 juta untuk tiga janda yang hidup serba keterbatasan.

&quot;Tilik warga ini untuk memastikan kondisi ekonomi dalam kondisi pandemi covid-19, serta memastikan sudah dapat bantuan apa belum,&quot; katanya.

Wihaji pun mengakui bantuan dari pemerintah tidak bisa mencukupi kebutuhan warga, tapi minimal ada yang diharapkan untuk tambahan biaya hidup.

&quot;Oleh karena itu pemkab terus bantu warga yang benar-benar membutuhkan yang kita prioritaskan,&quot; jelasnya

&quot;Kalau memang mereka sudah tidak bisa mencari nafkah, Pemkab akan hadir memberikan subsidi. Kalau rumah tidak layak kita prioritaskan tahun depan mendapatkan bantuan RTLH,&quot; tambah Wihaji.

Mengenai kesehatan warga juga disorot Wihaji. Kata dia kalau memang warga membutuhkan pengobatan atau alat bantu korsi rod, pemerintah siap membantu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kisah Nelayan Terombang-ambing di Tengah Laut Sambil Memegang Termos
Untuk diketahui Sarwasti janda yang sudah tergolong lansia harus berjibaku menghidupi dua saudaranya dan satu anak gadisnya yang baru saja di PHK karena perusahaanya terdampak pandemi Covid-19. &quot;Alhamdulilah dapat sembako dan uang dari bupati,&quot; kata Sarwasti.

Ia pun meminta kepada pemerintah agar anaknya mendapatkan pekerjaan lagi agar bisa ikut membantu menopang hidupnya. &quot;Tolong Pak Bupati, carikan pekerjaan anak saya agar bisa mendapatkan penghasilan,&quot; ucap Sarwasti.

Bupati Wihaji juga sambangi warga Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing dan warga Desa Gemuh, Kecamatan Pecalungan yang sama hidup dalam keterbatasan.
Baca Juga:&amp;nbsp;7 Kisah Viral Pelanggar Protokol Kesehatan, Berkerumun hingga Nyawer Biduan Dangdut</description><content:encoded>BATANG - Bupati Batang Wihaji blusukan ke Desa Gringsing, Kecamatan Gringsing dan menyempatkan diri menyambangi rumah warga yang dihuni oleh dua janda.

Melihat kondisi rumah yang kosong tanpa perabotan, Wihaji lantas meminta dompet janda yang bekerja serabutan tersebut dan menggeledahnya.

&quot;Memang benar dompetnya kosong tanpa uang serupiah pun. Ini sembako untuk menyambung hidup,&quot; kata Wihaji ketika blusukan pada Rabu 6 Oktober 2020.

Tak hanya itu, Bupati juga memberikan uang Rp3 juta untuk tiga janda yang hidup serba keterbatasan.

&quot;Tilik warga ini untuk memastikan kondisi ekonomi dalam kondisi pandemi covid-19, serta memastikan sudah dapat bantuan apa belum,&quot; katanya.

Wihaji pun mengakui bantuan dari pemerintah tidak bisa mencukupi kebutuhan warga, tapi minimal ada yang diharapkan untuk tambahan biaya hidup.

&quot;Oleh karena itu pemkab terus bantu warga yang benar-benar membutuhkan yang kita prioritaskan,&quot; jelasnya

&quot;Kalau memang mereka sudah tidak bisa mencari nafkah, Pemkab akan hadir memberikan subsidi. Kalau rumah tidak layak kita prioritaskan tahun depan mendapatkan bantuan RTLH,&quot; tambah Wihaji.

Mengenai kesehatan warga juga disorot Wihaji. Kata dia kalau memang warga membutuhkan pengobatan atau alat bantu korsi rod, pemerintah siap membantu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kisah Nelayan Terombang-ambing di Tengah Laut Sambil Memegang Termos
Untuk diketahui Sarwasti janda yang sudah tergolong lansia harus berjibaku menghidupi dua saudaranya dan satu anak gadisnya yang baru saja di PHK karena perusahaanya terdampak pandemi Covid-19. &quot;Alhamdulilah dapat sembako dan uang dari bupati,&quot; kata Sarwasti.

Ia pun meminta kepada pemerintah agar anaknya mendapatkan pekerjaan lagi agar bisa ikut membantu menopang hidupnya. &quot;Tolong Pak Bupati, carikan pekerjaan anak saya agar bisa mendapatkan penghasilan,&quot; ucap Sarwasti.

Bupati Wihaji juga sambangi warga Desa Kutosari, Kecamatan Gringsing dan warga Desa Gemuh, Kecamatan Pecalungan yang sama hidup dalam keterbatasan.
Baca Juga:&amp;nbsp;7 Kisah Viral Pelanggar Protokol Kesehatan, Berkerumun hingga Nyawer Biduan Dangdut</content:encoded></item></channel></rss>
