<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IDI Khawatir Demo UU Cipta Kerja Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19</title><description>Selain tidak menjaga jarak, banyak dari massa aksi tidak menggunakan masker saat menyerukan tuntutannya dan berorasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/09/337/2290908/idi-khawatir-demo-uu-cipta-kerja-sebabkan-lonjakan-kasus-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/09/337/2290908/idi-khawatir-demo-uu-cipta-kerja-sebabkan-lonjakan-kasus-covid-19"/><item><title>IDI Khawatir Demo UU Cipta Kerja Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/09/337/2290908/idi-khawatir-demo-uu-cipta-kerja-sebabkan-lonjakan-kasus-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/09/337/2290908/idi-khawatir-demo-uu-cipta-kerja-sebabkan-lonjakan-kasus-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 09 Oktober 2020 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/09/337/2290908/idi-khawatir-demo-uu-cipta-kerja-sebabkan-lonjakan-kasus-covid-19-f76QViSDUX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Massa aksi UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020). (Foto : Okezone/Fakhrizal Fakhri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/09/337/2290908/idi-khawatir-demo-uu-cipta-kerja-sebabkan-lonjakan-kasus-covid-19-f76QViSDUX.jpg</image><title>Massa aksi UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020). (Foto : Okezone/Fakhrizal Fakhri)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengkhawatirkan demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah ihwal penolakan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dapat memicu lonjakan kasus virus corona (Covid-19). Hal itu dikarenakan dalam demontrasi banyak yang tidak mengindahkan jaga jarak.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Adib Khumaidi mengatakan, selain tidak menjaga jarak, banyak dari massa aksi tidak menggunakan masker saat menyerukan tuntutannya dan berorasi.

&quot;Peristiwa tersebut mempertemukan ribuan, bahkan puluhan ribu orang yang sebagian besar tidak hanya mengabaikan jarak fisik, tapi juga tidak mengenakan masker. Berbagai seruan nyanyian maupun teriakan dari peserta demonstrasi tersebut tentu mengeluarkan droplet dan aerosol yang berpotensi menularkan virus terutama Covid-19,&quot; kata Adib dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (9/10/2020).

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/DZMIcJS5Sck&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Lebih lanjut dia mengatakan, kemungkinan banyak peserta demonstrasi yang datang dari kota atau wilayah yang berbeda. Bilamana para peserta demo terinfeksi, mereka dapat menyebarkan virus saat kembali ke wilayah atau komunitas asalnya.

&quot;Bukan tugas kami sebagai tenaga kesehatan untuk menilai mengapa orang-orang tersebut terlibat dalam demonstrasi. Kami menjelaskan kekhawatiran kami dari sisi medis dan berdasarkan sains. Hal yang membuat sebuah peristiwa terutama demonstrasi berisiko lebih tinggi daripada aktivitas yang lain,&quot; ujarnya.


Banyak tenaga kesehatan, kata Adib, yang turut mengkhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus masif. Melonjaknya kasus terkonfirmasi positif tersebut diperkirakan dalam waktu satu atau dua minggu mendatang.

&quot;Dalam kondisi saat ini saja, para tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan sudah kelimpungan menangani jumlah pasien Covid yang terus bertambah,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Terpapar Covid-19, Ketua Fraksi Gerindra MPR Meninggal Dunia

Sebagaimana diketahui, demonstrasi menolak Omnibus Law Cipta Kerja pecah di berbagai daerah Indonesia pada Kamis (8/10/3020). Di sejumlah tempat, aksi demo berujung tindakan brutal yang berakibat rusaknya fasilitas umum.

Baca Juga : Epidemiolog: Demonstrasi Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengkhawatirkan demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah ihwal penolakan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dapat memicu lonjakan kasus virus corona (Covid-19). Hal itu dikarenakan dalam demontrasi banyak yang tidak mengindahkan jaga jarak.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Adib Khumaidi mengatakan, selain tidak menjaga jarak, banyak dari massa aksi tidak menggunakan masker saat menyerukan tuntutannya dan berorasi.

&quot;Peristiwa tersebut mempertemukan ribuan, bahkan puluhan ribu orang yang sebagian besar tidak hanya mengabaikan jarak fisik, tapi juga tidak mengenakan masker. Berbagai seruan nyanyian maupun teriakan dari peserta demonstrasi tersebut tentu mengeluarkan droplet dan aerosol yang berpotensi menularkan virus terutama Covid-19,&quot; kata Adib dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (9/10/2020).

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/DZMIcJS5Sck&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Lebih lanjut dia mengatakan, kemungkinan banyak peserta demonstrasi yang datang dari kota atau wilayah yang berbeda. Bilamana para peserta demo terinfeksi, mereka dapat menyebarkan virus saat kembali ke wilayah atau komunitas asalnya.

&quot;Bukan tugas kami sebagai tenaga kesehatan untuk menilai mengapa orang-orang tersebut terlibat dalam demonstrasi. Kami menjelaskan kekhawatiran kami dari sisi medis dan berdasarkan sains. Hal yang membuat sebuah peristiwa terutama demonstrasi berisiko lebih tinggi daripada aktivitas yang lain,&quot; ujarnya.


Banyak tenaga kesehatan, kata Adib, yang turut mengkhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus masif. Melonjaknya kasus terkonfirmasi positif tersebut diperkirakan dalam waktu satu atau dua minggu mendatang.

&quot;Dalam kondisi saat ini saja, para tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan sudah kelimpungan menangani jumlah pasien Covid yang terus bertambah,&quot; ucapnya.

Baca Juga : Terpapar Covid-19, Ketua Fraksi Gerindra MPR Meninggal Dunia

Sebagaimana diketahui, demonstrasi menolak Omnibus Law Cipta Kerja pecah di berbagai daerah Indonesia pada Kamis (8/10/3020). Di sejumlah tempat, aksi demo berujung tindakan brutal yang berakibat rusaknya fasilitas umum.

Baca Juga : Epidemiolog: Demonstrasi Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19
</content:encoded></item></channel></rss>
