<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Demo saat Pandemi Covid-19, Doni Monardo: Pengorbanan Kita Belum Sebanding dengan Dokter   </title><description>Doni Monardo mengatakan, ikut prihatin bahwa dalam beberapa hari terakhir sangat banyak demo di sejumlah provinsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/09/337/2291195/demo-saat-pandemi-covid-19-doni-monardo-pengorbanan-kita-belum-sebanding-dengan-dokter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/09/337/2291195/demo-saat-pandemi-covid-19-doni-monardo-pengorbanan-kita-belum-sebanding-dengan-dokter"/><item><title> Demo saat Pandemi Covid-19, Doni Monardo: Pengorbanan Kita Belum Sebanding dengan Dokter   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/09/337/2291195/demo-saat-pandemi-covid-19-doni-monardo-pengorbanan-kita-belum-sebanding-dengan-dokter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/09/337/2291195/demo-saat-pandemi-covid-19-doni-monardo-pengorbanan-kita-belum-sebanding-dengan-dokter</guid><pubDate>Jum'at 09 Oktober 2020 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/09/337/2291195/demo-saat-pandemi-covid-19-doni-monardo-pengorbanan-kita-belum-sebanding-dengan-dokter-KRJxBUzz8S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo (foto: Dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/09/337/2291195/demo-saat-pandemi-covid-19-doni-monardo-pengorbanan-kita-belum-sebanding-dengan-dokter-KRJxBUzz8S.jpg</image><title>Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo (foto: Dok BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni Monardo mengatakan, ikut prihatin bahwa dalam beberapa hari terakhir sangat banyak demo di sejumlah provinsi. Walaupun juga tidak sedikit daerah-daerah yang tidak melakukan aktivitas demo ini.

Doni pun mengatakan, bahwa dalam kondisi kedaruratan kesehatan, maka undang-undang yang saat ini diikuti adalah Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kedaruratan Kesehatan. Dimana ketentuan tentang protokol kesehatan harus dipatuhi oleh seluruh komponen bangsa.

&amp;ldquo;Dan salah satu protokol kesehatan yang harus kita patuhi itu adalah menjaga jarak dan menghindari kerumunan,&amp;rdquo; tegas Doni dalam diskusi &amp;lsquo;44,9 Juta Orang Yakin Kebal Covid-19, Apa yang Harus Kita Lakukan?&amp;rsquo; di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Jumat (9/10/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:
&amp;nbsp;Polri : 145 Pendemo UU Cipta Kerja Dinyatakan Reaktif Corona&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Ini Pesan Doni Monardo untuk Masyarakat Bali yang Merasa Kebal Covid-19
&amp;nbsp;44,9 Juta Orang Yakin Kebal Covid-19, Doni Monardo: Ini Tantangan Kita&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Doni pun mengatakan, jika ada kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa apalagi dalam jumlah yang sangat banyak, itu tentunya menimbulkan risiko yang sangat besar.
&amp;ldquo;Karena bisa saja di antara masyarakat yang berkumpul itu ada yang positif Covid ya. Dan bisa jadi ketika nanti terjadi hubungan yang sangat dekat akibatnya yang lain bisa terpapar Covid,&amp;rdquo; katanya.

Bahkan, kata Doni ketika pulang ke rumah bertemu dengan orang-orang yang disayangi, orang-orang yang dikasihi maka bisa juga mereka yang tidak pernah keluar rumah pun akan terpapar Covid-19.

&amp;ldquo;Risikonya sangat besar bagi keluarga yang punya komorbid atau mereka yang sudah lansia. Karena angka kematian bagi morbid dan lansia itu sangat besar,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wOC8xLzEyMzIyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Oleh karenanya saya selaku Ketua Gugus Tugas mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, seluruh pimpinan di berbagai lapisan baik di pusat dan di daerah untuk memperhatikan protokol kesehatan. Jangan sampai kita membiarkan terjadinya kerumunan yang berdampak kepada keselamatan &amp;lsquo;solus populi suprema lex&amp;rsquo; keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi,&amp;rdquo; tegas Doni.

Doni meminta semua pihak untuk mencegah adanya kerumunan massa agar tidak terjadi penyebaran Covid-19.

&amp;ldquo;Oleh karenanya sekali lagi, upaya-upaya terjadinya kerumunan harus bisa kita cegah. Kalau kita bisa mengurangi terjadinya kerukunan berarti kita bisa melindungi lebih banyak warga negara kita,&amp;rdquo; tegasnya.

Doni pun mengatakan, bahwa penanganan kesehatan sudah semakin baik, jumlah rumah sakit juga semakin baik dan ia berharap dokter-dokter tidak kelelahan.

&amp;ldquo;Sehingga dokter punya waktu dan kesempatan untuk rileks untuk istirahat karena kalau kita bebankan dokter tidak punya waktu yang cukup untuk istirahat maka dampaknya juga sangat fatal,&amp;rdquo; tuturnya.

Sehingga, Doni menegaskan untuk semua pihak agar terus patuh protokol kesehatan terutama menghindari kerumunan. Pasalnya, pengorbanan kita saat ini belum sebanding dengan pengorbanan para dokter dan tenaga kesehatan (nakes).

&amp;ldquo;Jadi kita hanya diminta untuk patuh kepada protokol kesehatan masker menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan. Belum sebanding dengan pengorbanan para dokter yang berjuang untuk mengobati pasien di rumah sakit,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni Monardo mengatakan, ikut prihatin bahwa dalam beberapa hari terakhir sangat banyak demo di sejumlah provinsi. Walaupun juga tidak sedikit daerah-daerah yang tidak melakukan aktivitas demo ini.

Doni pun mengatakan, bahwa dalam kondisi kedaruratan kesehatan, maka undang-undang yang saat ini diikuti adalah Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kedaruratan Kesehatan. Dimana ketentuan tentang protokol kesehatan harus dipatuhi oleh seluruh komponen bangsa.

&amp;ldquo;Dan salah satu protokol kesehatan yang harus kita patuhi itu adalah menjaga jarak dan menghindari kerumunan,&amp;rdquo; tegas Doni dalam diskusi &amp;lsquo;44,9 Juta Orang Yakin Kebal Covid-19, Apa yang Harus Kita Lakukan?&amp;rsquo; di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Jumat (9/10/2020).
&amp;nbsp;Baca juga:
&amp;nbsp;Polri : 145 Pendemo UU Cipta Kerja Dinyatakan Reaktif Corona&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Ini Pesan Doni Monardo untuk Masyarakat Bali yang Merasa Kebal Covid-19
&amp;nbsp;44,9 Juta Orang Yakin Kebal Covid-19, Doni Monardo: Ini Tantangan Kita&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Doni pun mengatakan, jika ada kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa apalagi dalam jumlah yang sangat banyak, itu tentunya menimbulkan risiko yang sangat besar.
&amp;ldquo;Karena bisa saja di antara masyarakat yang berkumpul itu ada yang positif Covid ya. Dan bisa jadi ketika nanti terjadi hubungan yang sangat dekat akibatnya yang lain bisa terpapar Covid,&amp;rdquo; katanya.

Bahkan, kata Doni ketika pulang ke rumah bertemu dengan orang-orang yang disayangi, orang-orang yang dikasihi maka bisa juga mereka yang tidak pernah keluar rumah pun akan terpapar Covid-19.

&amp;ldquo;Risikonya sangat besar bagi keluarga yang punya komorbid atau mereka yang sudah lansia. Karena angka kematian bagi morbid dan lansia itu sangat besar,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wOC8xLzEyMzIyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Oleh karenanya saya selaku Ketua Gugus Tugas mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, seluruh pimpinan di berbagai lapisan baik di pusat dan di daerah untuk memperhatikan protokol kesehatan. Jangan sampai kita membiarkan terjadinya kerumunan yang berdampak kepada keselamatan &amp;lsquo;solus populi suprema lex&amp;rsquo; keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi,&amp;rdquo; tegas Doni.

Doni meminta semua pihak untuk mencegah adanya kerumunan massa agar tidak terjadi penyebaran Covid-19.

&amp;ldquo;Oleh karenanya sekali lagi, upaya-upaya terjadinya kerumunan harus bisa kita cegah. Kalau kita bisa mengurangi terjadinya kerukunan berarti kita bisa melindungi lebih banyak warga negara kita,&amp;rdquo; tegasnya.

Doni pun mengatakan, bahwa penanganan kesehatan sudah semakin baik, jumlah rumah sakit juga semakin baik dan ia berharap dokter-dokter tidak kelelahan.

&amp;ldquo;Sehingga dokter punya waktu dan kesempatan untuk rileks untuk istirahat karena kalau kita bebankan dokter tidak punya waktu yang cukup untuk istirahat maka dampaknya juga sangat fatal,&amp;rdquo; tuturnya.

Sehingga, Doni menegaskan untuk semua pihak agar terus patuh protokol kesehatan terutama menghindari kerumunan. Pasalnya, pengorbanan kita saat ini belum sebanding dengan pengorbanan para dokter dan tenaga kesehatan (nakes).

&amp;ldquo;Jadi kita hanya diminta untuk patuh kepada protokol kesehatan masker menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan. Belum sebanding dengan pengorbanan para dokter yang berjuang untuk mengobati pasien di rumah sakit,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
