<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>14 Polisi Terluka saat Amankan Demo UU Cipta Kerja di Jakarta</title><description>Sejumlah personel kepolisian terluka saat mengamankan peristiwa tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/09/338/2290789/14-polisi-terluka-saat-amankan-demo-uu-cipta-kerja-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/09/338/2290789/14-polisi-terluka-saat-amankan-demo-uu-cipta-kerja-di-jakarta"/><item><title>14 Polisi Terluka saat Amankan Demo UU Cipta Kerja di Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/09/338/2290789/14-polisi-terluka-saat-amankan-demo-uu-cipta-kerja-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/09/338/2290789/14-polisi-terluka-saat-amankan-demo-uu-cipta-kerja-di-jakarta</guid><pubDate>Jum'at 09 Oktober 2020 05:54 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/09/338/2290789/14-polisi-terluka-saat-amankan-demo-uu-cipta-kerja-di-jakarta-tUhO9UF5Km.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/09/338/2290789/14-polisi-terluka-saat-amankan-demo-uu-cipta-kerja-di-jakarta-tUhO9UF5Km.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Aksi unjuk rasa dari elemen mahasiswa dan buruh untuk menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja berujung ricuh, pada Kamis 8 Oktober 2020. Akibatnya, sejumlah personel kepolisian terluka saat mengamankan peristiwa tersebut.
&quot;Banyak (yang luka) sampai dengan terakhir ini berapa ya sekitar 14 orang (anggota kepolisian),&quot; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada Okezone, Jumat (9/10/2020).
Namun demikian, Yusri tidak menjelaskan bagaimana kondisi para personel yang mengalami luka tersebut. Kendati dia memastikan mereka telah mendapat perawatan medis.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Pernyataan Lengkap Mahfud MD Sikapi Demo Omnibus Law UU Cipta Kerja&amp;nbsp;

Lebih jauh Yusri mengungkapkan, pihaknya telah mengamankan hampir 1.000 orang. Ia mengklaim mereka yang diamankan bukanlah kelompok mahasiswa maupun buruh. Namun, orang-orang yang sengaja datang untuk membuat kericuhan saat demo berlangsung.
&quot;Orang demo enggak ada yang diamankan ini orang yang pada saat mau demo kena razia yang memang ada indikasi (rusuh). Bukan buruh, bukan mahasiswa mereka ini mau membuat kerusuhan,&quot; bebernya.
Yusri menuding bahwa mereka yang diamankan adalah kelompok anarko, yang hanya memanfaatkan momen demonstrasi. &quot;Ada indikasi anarko. Enggak ada (mahasiswa buruh diamankan), orang pengangguran orang jalanan, orang ngamen, anarko itu loh yang ngamen,&quot; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;18 Halte Transjakarta Dirusak Pendemo, Estimasi Kerugian Capai Rp45 Miliar</description><content:encoded>JAKARTA - Aksi unjuk rasa dari elemen mahasiswa dan buruh untuk menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja berujung ricuh, pada Kamis 8 Oktober 2020. Akibatnya, sejumlah personel kepolisian terluka saat mengamankan peristiwa tersebut.
&quot;Banyak (yang luka) sampai dengan terakhir ini berapa ya sekitar 14 orang (anggota kepolisian),&quot; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada Okezone, Jumat (9/10/2020).
Namun demikian, Yusri tidak menjelaskan bagaimana kondisi para personel yang mengalami luka tersebut. Kendati dia memastikan mereka telah mendapat perawatan medis.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Pernyataan Lengkap Mahfud MD Sikapi Demo Omnibus Law UU Cipta Kerja&amp;nbsp;

Lebih jauh Yusri mengungkapkan, pihaknya telah mengamankan hampir 1.000 orang. Ia mengklaim mereka yang diamankan bukanlah kelompok mahasiswa maupun buruh. Namun, orang-orang yang sengaja datang untuk membuat kericuhan saat demo berlangsung.
&quot;Orang demo enggak ada yang diamankan ini orang yang pada saat mau demo kena razia yang memang ada indikasi (rusuh). Bukan buruh, bukan mahasiswa mereka ini mau membuat kerusuhan,&quot; bebernya.
Yusri menuding bahwa mereka yang diamankan adalah kelompok anarko, yang hanya memanfaatkan momen demonstrasi. &quot;Ada indikasi anarko. Enggak ada (mahasiswa buruh diamankan), orang pengangguran orang jalanan, orang ngamen, anarko itu loh yang ngamen,&quot; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;18 Halte Transjakarta Dirusak Pendemo, Estimasi Kerugian Capai Rp45 Miliar</content:encoded></item></channel></rss>
