<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mati Setelah Rebahan, Gajah Yanti Diduga Kena Racun   </title><description>Kabar menyedihkan datang dari Taman Rimba Jambi.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/10/340/2291469/mati-setelah-rebahan-gajah-yanti-diduga-kena-racun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/10/340/2291469/mati-setelah-rebahan-gajah-yanti-diduga-kena-racun"/><item><title>Mati Setelah Rebahan, Gajah Yanti Diduga Kena Racun   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/10/340/2291469/mati-setelah-rebahan-gajah-yanti-diduga-kena-racun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/10/340/2291469/mati-setelah-rebahan-gajah-yanti-diduga-kena-racun</guid><pubDate>Sabtu 10 Oktober 2020 10:46 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/10/340/2291469/mati-setelah-rebahan-gajah-yanti-diduga-kena-racun-LSIUhKnAJd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gajah mati. Foto: dok.Taman Rimba Jambi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/10/340/2291469/mati-setelah-rebahan-gajah-yanti-diduga-kena-racun-LSIUhKnAJd.jpg</image><title>Gajah mati. Foto: dok.Taman Rimba Jambi</title></images><description>JAMBI - Kabar menyedihkan datang dari Taman Rimba Jambi. Seekor gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin betina bernama &amp;ldquo;Yanti&amp;rdquo; mati.

Tenaga ahli gajah dari Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), Wisnu Wardana dalam rilisnya&amp;nbsp; mengatakan gajah 38 tahun itu diduga mati karena racun bahan kimia atau karena kuman penyakit yang datang tiba-tiba pada pekan lalu.

&quot;Dari penilaian saya, tidak ada gejala bakteri atau virus. Namun kagak tahu tiba-tiba rebah. Diduga matinya gajah Yanti disebabkan racun,&quot; ujarnya pada Jumat 9 Oktober 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gajah Sumatera Dibunuh Pemburu, Gading Hilang Dipotong
&quot;Dalam dua hari sakitnya kronis hingga menyebabkan mati. Gejalanya dagu gajah tertutup dan sulit dibuka,&quot; ujar Wisnu.

Berdasarkan penilaian fisik selama ini, gajah penghuni Taman Satwa Taman Rimba Jambi itu sebenarnya sehat, tubuh selalu prima dan jarang sakit.

&quot;Dari kesejahteraan bagus, dari perilakunya tidak ada tanda-tanda stres atau kelaparan tidak ada. Kondisi gajah bagus,&quot; tukasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Setelah Leopard, Gajah Sumatera di Kebun Binatang di Riau Mati&amp;nbsp;
Sementara berdasarkan autopsi, ditemukan kelainan pada jantung, pendarahan pada otot jantung, pembengkakan pada hati, ginjal dan limpa.

&quot;Dugaan sementara satwa gajah mati disebabkan oleh tetanus. Namun untuk mengetahui penyebab kematian maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut bagian&amp;ndash;bagian organ jantung, hati, ginjal, isi lambung, paru. Masih dikirim ke Balai Besar Veteriner Baso, Bukit Tinggi,&quot; imbuh Wisnu.

Setelah mati pada Kamis 8 Oktober 2020 dan autopsi selesai, bangkai gajah seberat 3 ton tersebut langsung dikubur.
</description><content:encoded>JAMBI - Kabar menyedihkan datang dari Taman Rimba Jambi. Seekor gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin betina bernama &amp;ldquo;Yanti&amp;rdquo; mati.

Tenaga ahli gajah dari Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), Wisnu Wardana dalam rilisnya&amp;nbsp; mengatakan gajah 38 tahun itu diduga mati karena racun bahan kimia atau karena kuman penyakit yang datang tiba-tiba pada pekan lalu.

&quot;Dari penilaian saya, tidak ada gejala bakteri atau virus. Namun kagak tahu tiba-tiba rebah. Diduga matinya gajah Yanti disebabkan racun,&quot; ujarnya pada Jumat 9 Oktober 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gajah Sumatera Dibunuh Pemburu, Gading Hilang Dipotong
&quot;Dalam dua hari sakitnya kronis hingga menyebabkan mati. Gejalanya dagu gajah tertutup dan sulit dibuka,&quot; ujar Wisnu.

Berdasarkan penilaian fisik selama ini, gajah penghuni Taman Satwa Taman Rimba Jambi itu sebenarnya sehat, tubuh selalu prima dan jarang sakit.

&quot;Dari kesejahteraan bagus, dari perilakunya tidak ada tanda-tanda stres atau kelaparan tidak ada. Kondisi gajah bagus,&quot; tukasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Setelah Leopard, Gajah Sumatera di Kebun Binatang di Riau Mati&amp;nbsp;
Sementara berdasarkan autopsi, ditemukan kelainan pada jantung, pendarahan pada otot jantung, pembengkakan pada hati, ginjal dan limpa.

&quot;Dugaan sementara satwa gajah mati disebabkan oleh tetanus. Namun untuk mengetahui penyebab kematian maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut bagian&amp;ndash;bagian organ jantung, hati, ginjal, isi lambung, paru. Masih dikirim ke Balai Besar Veteriner Baso, Bukit Tinggi,&quot; imbuh Wisnu.

Setelah mati pada Kamis 8 Oktober 2020 dan autopsi selesai, bangkai gajah seberat 3 ton tersebut langsung dikubur.
</content:encoded></item></channel></rss>
