<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anies Investigasi Tanggul Longsor yang Tewaskan Warga di Ciganjur</title><description>Pemprov DKI Jakarta akan menginvestigasi penyebab longsornya tanggul di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan,</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/11/338/2291947/anies-investigasi-tanggul-longsor-yang-tewaskan-warga-di-ciganjur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/11/338/2291947/anies-investigasi-tanggul-longsor-yang-tewaskan-warga-di-ciganjur"/><item><title>Anies Investigasi Tanggul Longsor yang Tewaskan Warga di Ciganjur</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/11/338/2291947/anies-investigasi-tanggul-longsor-yang-tewaskan-warga-di-ciganjur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/11/338/2291947/anies-investigasi-tanggul-longsor-yang-tewaskan-warga-di-ciganjur</guid><pubDate>Minggu 11 Oktober 2020 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Bima Setiyadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/11/338/2291947/anies-investigasi-tanggul-longsor-yang-tewaskan-warga-di-ciganjur-oOWHPOSt3W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/11/338/2291947/anies-investigasi-tanggul-longsor-yang-tewaskan-warga-di-ciganjur-oOWHPOSt3W.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemprov DKI Jakarta akan menginvestigasi penyebab longsornya tanggul di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/10/2020). Banjir yang merendam ratusan rumah di Ciganjur itu akibat aliran kali terhambat puing tanggul longsor.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, saat ini pihaknya memastikan masyarakat terdampak banjir mendapatkan bantuan. Selain itu, pihaknya menjamin kesehatan masyarakat terdampak serta tempat pengungsian yang sehat.

&quot;Aliran sungai terhambat oleh puing-puing sehinggga aliran tidak mengalir,&quot; kata Anies saat mengunjungi halte Transjakarta Tosari Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2020).

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Vybo_IivlEs&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Anies akan mengerahkan pompa mobile untuk menyedot air yang hingga kini masih menggenangi perumahan warga di kawasan Ciganjur. Petugas juga akan diterjunkan lebih banyak lagi untuk mengevakuasi puing yang menghambat ailiran sungai itu.

&quot;Akan dipasang pompa mobile untuk menarik air dari sisi selatan, melewati puing-puing ke sisi utara sehingga air tidak lagi tergenang mengalir ke perkampungan,&quot; tuturnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengaku belum bisa memprediksi kapan pihaknya mengangkat semua material yang menghambat aliran sungai itu lantaran medannya sangat sulit.
&quot;Tentang bangunan ini sendiri, sekarang dalam proses investigasi, apakah ketentuan tata ruang dilanggar atau tidak. Bila dilanggar, akan ada tindakan yang tegas tanpa kompromi,&quot; tuturnya.

Adapun ketinggian air yang merendam kawasan ini sampai saat ini mencapai 30 cm. Setelah sebelumnya banjir menerjang kawasan ini mencapai 1,5 meter. Para pengungsi yang awalnya berjumlah hingga 500 orang kini tersisa sekitar 271. Sebagian besar sudah mulai pulang membereskan hunian mereka yang sempat terendam.

Baca Juga : Diguyur Hujan Deras, Jalanan di Ciganjur Longsor

Tidak hanya menyebabkan banjir besar, reruntuhan tanggul yang diketahui milik Melati Residence itu juga memicu longsor, bahkan material tanggul ikut menimbun 4 rumah warga yang ada dibawahnya yang menyebabkan satu orang tewas di tempat.

Baca Juga : Masuki Musim Hujan, BMKG: Waspada Banjir dan Puting Beliung!
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemprov DKI Jakarta akan menginvestigasi penyebab longsornya tanggul di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/10/2020). Banjir yang merendam ratusan rumah di Ciganjur itu akibat aliran kali terhambat puing tanggul longsor.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, saat ini pihaknya memastikan masyarakat terdampak banjir mendapatkan bantuan. Selain itu, pihaknya menjamin kesehatan masyarakat terdampak serta tempat pengungsian yang sehat.

&quot;Aliran sungai terhambat oleh puing-puing sehinggga aliran tidak mengalir,&quot; kata Anies saat mengunjungi halte Transjakarta Tosari Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2020).

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Vybo_IivlEs&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Anies akan mengerahkan pompa mobile untuk menyedot air yang hingga kini masih menggenangi perumahan warga di kawasan Ciganjur. Petugas juga akan diterjunkan lebih banyak lagi untuk mengevakuasi puing yang menghambat ailiran sungai itu.

&quot;Akan dipasang pompa mobile untuk menarik air dari sisi selatan, melewati puing-puing ke sisi utara sehingga air tidak lagi tergenang mengalir ke perkampungan,&quot; tuturnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengaku belum bisa memprediksi kapan pihaknya mengangkat semua material yang menghambat aliran sungai itu lantaran medannya sangat sulit.
&quot;Tentang bangunan ini sendiri, sekarang dalam proses investigasi, apakah ketentuan tata ruang dilanggar atau tidak. Bila dilanggar, akan ada tindakan yang tegas tanpa kompromi,&quot; tuturnya.

Adapun ketinggian air yang merendam kawasan ini sampai saat ini mencapai 30 cm. Setelah sebelumnya banjir menerjang kawasan ini mencapai 1,5 meter. Para pengungsi yang awalnya berjumlah hingga 500 orang kini tersisa sekitar 271. Sebagian besar sudah mulai pulang membereskan hunian mereka yang sempat terendam.

Baca Juga : Diguyur Hujan Deras, Jalanan di Ciganjur Longsor

Tidak hanya menyebabkan banjir besar, reruntuhan tanggul yang diketahui milik Melati Residence itu juga memicu longsor, bahkan material tanggul ikut menimbun 4 rumah warga yang ada dibawahnya yang menyebabkan satu orang tewas di tempat.

Baca Juga : Masuki Musim Hujan, BMKG: Waspada Banjir dan Puting Beliung!
</content:encoded></item></channel></rss>
