<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anies Pastikan Tak Ada Ganjil-Genap saat PSBB Transisi</title><description>Anies mengatakan tidak ada kebijakan pembatasan ganjil-genap.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/11/338/2291961/anies-pastikan-tak-ada-ganjil-genap-saat-psbb-transisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/11/338/2291961/anies-pastikan-tak-ada-ganjil-genap-saat-psbb-transisi"/><item><title>Anies Pastikan Tak Ada Ganjil-Genap saat PSBB Transisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/11/338/2291961/anies-pastikan-tak-ada-ganjil-genap-saat-psbb-transisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/11/338/2291961/anies-pastikan-tak-ada-ganjil-genap-saat-psbb-transisi</guid><pubDate>Minggu 11 Oktober 2020 20:43 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/11/338/2291961/anies-pastikan-tak-ada-ganjil-genap-saat-psbb-transisi-zcB0Ihr6hh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/11/338/2291961/anies-pastikan-tak-ada-ganjil-genap-saat-psbb-transisi-zcB0Ihr6hh.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan tidak ada kebijakan ganjil-genap kendaraan saat diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi pada esok hari.

&quot;Tidak ada kebijakan pembatasan ganjil genap. Jadi mobil bisa beroperasi seperti biasa,&quot; kata Anies usai meninjau Halte Transjakarta Tosari, Minggu (11/10/2020).

Anies menjelaskan, aktivitas akan berjalan seperti biasanya meskipun ada kebijakan pengawasan standar protokol kesehatan yang ekstra ketat dari Pemprov DKI.

&quot;Tapi, saya perlu ingatkan kepada kita semua bahwa kondisi di Jakarta sangat tergantung pada kedisiplinan kita menjaga protokol kesehatan,&quot; ujar Anies.

Menurut Anies, diperlukan kebijaksanaan dari seluruh masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Apabila, tidak ingin kembali menerapkan PSBB ketat seperti beberapa minggu lalu.

&quot;Kami sudah merasakan sulitnya, beratnya ketika rem darurat itu ditarik. Restoran tidak bisa makan di tempat. Perkantoran sulit beroperasi. Kegiatan-kegiatan berkurang. Kita tidak ingin itu terjadi lagi. Cara mencegahnya adalah dengan kita sekarang disiplin untuk menaati seluruh protokol kesehatan,&quot; ujar Anies.

Baca Juga : Bioskop Boleh Beroperasi Maksimal 25% Kapasitas saat PSBB Transisi, Ini Respons Pengelola

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi terkait penanganan Covid-19 atau virus corona, mulai besok hari Senin 12 Oktober 2020.

Baca Juga : PSBB Transisi Jakarta : Taman Dibuka Kembali, Tempat Ibadah Harus Data Pengunjung



</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan tidak ada kebijakan ganjil-genap kendaraan saat diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi pada esok hari.

&quot;Tidak ada kebijakan pembatasan ganjil genap. Jadi mobil bisa beroperasi seperti biasa,&quot; kata Anies usai meninjau Halte Transjakarta Tosari, Minggu (11/10/2020).

Anies menjelaskan, aktivitas akan berjalan seperti biasanya meskipun ada kebijakan pengawasan standar protokol kesehatan yang ekstra ketat dari Pemprov DKI.

&quot;Tapi, saya perlu ingatkan kepada kita semua bahwa kondisi di Jakarta sangat tergantung pada kedisiplinan kita menjaga protokol kesehatan,&quot; ujar Anies.

Menurut Anies, diperlukan kebijaksanaan dari seluruh masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Apabila, tidak ingin kembali menerapkan PSBB ketat seperti beberapa minggu lalu.

&quot;Kami sudah merasakan sulitnya, beratnya ketika rem darurat itu ditarik. Restoran tidak bisa makan di tempat. Perkantoran sulit beroperasi. Kegiatan-kegiatan berkurang. Kita tidak ingin itu terjadi lagi. Cara mencegahnya adalah dengan kita sekarang disiplin untuk menaati seluruh protokol kesehatan,&quot; ujar Anies.

Baca Juga : Bioskop Boleh Beroperasi Maksimal 25% Kapasitas saat PSBB Transisi, Ini Respons Pengelola

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi terkait penanganan Covid-19 atau virus corona, mulai besok hari Senin 12 Oktober 2020.

Baca Juga : PSBB Transisi Jakarta : Taman Dibuka Kembali, Tempat Ibadah Harus Data Pengunjung



</content:encoded></item></channel></rss>
