<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>9.000 Personel Gabungan Diterjunkan Kawal Demo Tolak Omnibus Law</title><description>Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa ke Istana Negara untuk menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/12/338/2292107/9-000-personel-gabungan-diterjunkan-kawal-demo-tolak-omnibus-law</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/12/338/2292107/9-000-personel-gabungan-diterjunkan-kawal-demo-tolak-omnibus-law"/><item><title>9.000 Personel Gabungan Diterjunkan Kawal Demo Tolak Omnibus Law</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/12/338/2292107/9-000-personel-gabungan-diterjunkan-kawal-demo-tolak-omnibus-law</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/12/338/2292107/9-000-personel-gabungan-diterjunkan-kawal-demo-tolak-omnibus-law</guid><pubDate>Senin 12 Oktober 2020 10:08 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/12/338/2292107/9-000-personel-gabungan-diterjunkan-kawal-demo-tolak-omnibus-law-Y6qGlE36s3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/12/338/2292107/9-000-personel-gabungan-diterjunkan-kawal-demo-tolak-omnibus-law-Y6qGlE36s3.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sedikitnya 9.000 personel gabungan disiagakan untuk antisipasi pengamanan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (12/10/2020). Personel gabungan terdiri dari TNI, Polri, dan Pemda DKI Jakarta.

&amp;ldquo;Belum ada penambahan pasukan, semuanya saat ini kurang lebih 9.000 pasukan yang disiapkan,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Buruh Siap Demo Lagi, Ganjar: Ini yang Bikin Kita Deg-Degan
Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa ke Istana Negara untuk menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas keamanan telah melakukan pengawasan di beberapa titik.

Selain itu, tindakan tegas juga akan dilakukan jika adanya perusuh yang melakukan aksi anarkis di tengah unjuk rasa. &quot;Kita sudah menyiapkan prosedur pengamanan, dan kita akan tindak tegas jika ada perusuh,&amp;rdquo; tukasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anies Pastikan Halte Transjakarta yang Rusak Besok Beroperasi Kembali

</description><content:encoded>JAKARTA - Sedikitnya 9.000 personel gabungan disiagakan untuk antisipasi pengamanan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (12/10/2020). Personel gabungan terdiri dari TNI, Polri, dan Pemda DKI Jakarta.

&amp;ldquo;Belum ada penambahan pasukan, semuanya saat ini kurang lebih 9.000 pasukan yang disiapkan,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Buruh Siap Demo Lagi, Ganjar: Ini yang Bikin Kita Deg-Degan
Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa ke Istana Negara untuk menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas keamanan telah melakukan pengawasan di beberapa titik.

Selain itu, tindakan tegas juga akan dilakukan jika adanya perusuh yang melakukan aksi anarkis di tengah unjuk rasa. &quot;Kita sudah menyiapkan prosedur pengamanan, dan kita akan tindak tegas jika ada perusuh,&amp;rdquo; tukasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Anies Pastikan Halte Transjakarta yang Rusak Besok Beroperasi Kembali

</content:encoded></item></channel></rss>
