<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolda Metro Sebut Perusuh Demo di Patung Kuda Kelompok Anarko</title><description>Aksi damai dari Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat berujung ricuh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/13/338/2293029/kapolda-metro-sebut-perusuh-demo-di-patung-kuda-kelompok-anarko</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/13/338/2293029/kapolda-metro-sebut-perusuh-demo-di-patung-kuda-kelompok-anarko"/><item><title>Kapolda Metro Sebut Perusuh Demo di Patung Kuda Kelompok Anarko</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/13/338/2293029/kapolda-metro-sebut-perusuh-demo-di-patung-kuda-kelompok-anarko</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/13/338/2293029/kapolda-metro-sebut-perusuh-demo-di-patung-kuda-kelompok-anarko</guid><pubDate>Selasa 13 Oktober 2020 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/13/338/2293029/kapolda-metro-sebut-perusuh-demo-di-patung-kuda-kelompok-anarko-scJrpC9ktF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aparat membubarkan massa pendemo yang membuat kericuhan di Jakarta Pusat (Foto: Heru Haryono)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/13/338/2293029/kapolda-metro-sebut-perusuh-demo-di-patung-kuda-kelompok-anarko-scJrpC9ktF.jpg</image><title>Aparat membubarkan massa pendemo yang membuat kericuhan di Jakarta Pusat (Foto: Heru Haryono)</title></images><description>JAKARTA - Aksi damai dari Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat berujung ricuh. Namun, aparat kepolisian menyebut pihak yang memicu kerusuhan adalah kelompok Anarko.
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, aksi yang dilakukan ANAK NKRI awalnya berlangsung damai. Mereka kemudian membubarkan diri sekira pukul 16.00 WIB, namun ada kelompok massa cair yakni Anarko yang memprovokasi sehingga ricuh.
&quot;Aksi berjalan lancar dari jam 1 sampai jam 4 dan kami memang sudah ada kesepakatan selesai jam 4 ketika ANAK NKRI selesai mereka kembali, anak-anak Anarko inilah kemudian bermain (melempari petugas),&quot; kata Nana di Halte Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Selasa (13/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dipukul Mundur Polisi, Demonstran Bertahan di Tugu Tani dan Jalan Sabang
Nana memperkirakan, massa yang menggelar aksi di kawasan Patung Kuda berjumlah 6 ribu orang. Namun, 2 ribu lainnya merupakan massa cair yang terdiri dari masyarakat, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat.
Dari massa cair tersebut, kata Nana, diperkirakan ada ratusan orang yang berusaha memprovokasi petugas dengan melempar botol dan batu. Melihat kondisi itu petugas kemudian langsung memukul mundur massa.
&quot;Ada kurang lebih 600-an mereka berupaya memprovokasi awalnya kita bertahan tidak terpancing tapi mereka terus melempari kemudian dalam kondisi itu kami melakukan pendorongan dan penangkapan,&quot; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Demo UU Ciptaker Ricuh, Kabareskrim hingga Pangdam Jaya Turun ke Lapangan
Hingga saat ini, petugas kepolisian dibantu TNI masih melakukan pengejaran terhadap massa. Hal itu dilakukan guna mencegah tindakan anarkisme dan perusakan fasilitas umum.
&quot;Saat ini, kita tetap melakukan pendorongan jangan sampai mereka melakukan anarkisme lagi yaitu perusakan, apalagi pembakaran. Kita tak segan melakukan tindakan hukum,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Aksi damai dari Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat berujung ricuh. Namun, aparat kepolisian menyebut pihak yang memicu kerusuhan adalah kelompok Anarko.
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, aksi yang dilakukan ANAK NKRI awalnya berlangsung damai. Mereka kemudian membubarkan diri sekira pukul 16.00 WIB, namun ada kelompok massa cair yakni Anarko yang memprovokasi sehingga ricuh.
&quot;Aksi berjalan lancar dari jam 1 sampai jam 4 dan kami memang sudah ada kesepakatan selesai jam 4 ketika ANAK NKRI selesai mereka kembali, anak-anak Anarko inilah kemudian bermain (melempari petugas),&quot; kata Nana di Halte Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Selasa (13/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dipukul Mundur Polisi, Demonstran Bertahan di Tugu Tani dan Jalan Sabang
Nana memperkirakan, massa yang menggelar aksi di kawasan Patung Kuda berjumlah 6 ribu orang. Namun, 2 ribu lainnya merupakan massa cair yang terdiri dari masyarakat, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat.
Dari massa cair tersebut, kata Nana, diperkirakan ada ratusan orang yang berusaha memprovokasi petugas dengan melempar botol dan batu. Melihat kondisi itu petugas kemudian langsung memukul mundur massa.
&quot;Ada kurang lebih 600-an mereka berupaya memprovokasi awalnya kita bertahan tidak terpancing tapi mereka terus melempari kemudian dalam kondisi itu kami melakukan pendorongan dan penangkapan,&quot; ungkapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Demo UU Ciptaker Ricuh, Kabareskrim hingga Pangdam Jaya Turun ke Lapangan
Hingga saat ini, petugas kepolisian dibantu TNI masih melakukan pengejaran terhadap massa. Hal itu dilakukan guna mencegah tindakan anarkisme dan perusakan fasilitas umum.
&quot;Saat ini, kita tetap melakukan pendorongan jangan sampai mereka melakukan anarkisme lagi yaitu perusakan, apalagi pembakaran. Kita tak segan melakukan tindakan hukum,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
