<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investigasi Penyebab Longsor Ciganjur, Wagub DKI Duga Ada Pelanggaran Pembangunan</title><description>Wagub DKI Riza Patria meminta dinas terkait untuk menginvestigasi penyebab longsor di Ciganjur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/13/338/2293106/investigasi-penyebab-longsor-ciganjur-wagub-dki-duga-ada-pelanggaran-pembangunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/13/338/2293106/investigasi-penyebab-longsor-ciganjur-wagub-dki-duga-ada-pelanggaran-pembangunan"/><item><title>Investigasi Penyebab Longsor Ciganjur, Wagub DKI Duga Ada Pelanggaran Pembangunan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/13/338/2293106/investigasi-penyebab-longsor-ciganjur-wagub-dki-duga-ada-pelanggaran-pembangunan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/13/338/2293106/investigasi-penyebab-longsor-ciganjur-wagub-dki-duga-ada-pelanggaran-pembangunan</guid><pubDate>Selasa 13 Oktober 2020 19:35 WIB</pubDate><dc:creator>Bima Setiyadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/13/338/2293106/investigasi-penyebab-longsor-ciganjur-wagub-dki-duga-ada-pelanggaran-pembangunan-eeMNnDgDyG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto : Sindonews/Yan Yusuf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/13/338/2293106/investigasi-penyebab-longsor-ciganjur-wagub-dki-duga-ada-pelanggaran-pembangunan-eeMNnDgDyG.jpg</image><title>Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto : Sindonews/Yan Yusuf)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemprov DKI Jakarta menduga adanya pelanggaran terhadap bangunan di bantaran kali yang menyebabkan longsor dan banjir di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Seluruh bantaran kali tidak boleh terdapat bangunan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, pihaknya menduga ada pelanggaran terhadap bangunan di bantaran kali. Seharusnya, bangunan tersebut tidak boleh ada yang jaraknya persis di pinggir sungai. Menurutnya, harus ada lahan kosong yang cukup sehingga tidak terjadi longsor.

&quot;Kami sudah minta pada Dinas terkait untuk mengecek, lakukan investigasi terkait bangunan tersebut yang kami duga melanggar,&quot; kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Selain itu, Ariza mengaku telah memerintahkan Dinas terkait untuk menginvestigasi seluruh bangunan yang ada di bantaran kali. Jangan sampai, kata dia, ada bangunan yang persis di bantaran kali dan mengakibatkan longsor.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/dx79MqGQ1tc&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Politikus Partai Gerindra itu menuturkan, nantinya ada program naturalisasi atau normalisasi di bantaran kali yang sisi kanan kiri kali akan dibuatkan jalan inspeksi.

&quot;Jadi, idealnya memang tidak boleh ada bangunan di pinggir sungai,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Petugas dan Warga Bersihkan Sisa Longsor Maut di Ciganjur


Sebagaimana diketahui, pada Sabtu (10/10/2020), tanggul bangunan perumahan di kawasan Ciganjur yang berada di bantaran kali longsor. Akibatnya ada sekitar 300 rumah terendam banjir lantaran aliran kali terhambat puing tanggul longsor. Bahkan longsor tersebut menyebabkan korban meninggal dunia.

Baca Juga : Cerita Korban Banjir Ciganjur Kehilangan Benda Berharga hingga Modal Jualan
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemprov DKI Jakarta menduga adanya pelanggaran terhadap bangunan di bantaran kali yang menyebabkan longsor dan banjir di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Seluruh bantaran kali tidak boleh terdapat bangunan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, pihaknya menduga ada pelanggaran terhadap bangunan di bantaran kali. Seharusnya, bangunan tersebut tidak boleh ada yang jaraknya persis di pinggir sungai. Menurutnya, harus ada lahan kosong yang cukup sehingga tidak terjadi longsor.

&quot;Kami sudah minta pada Dinas terkait untuk mengecek, lakukan investigasi terkait bangunan tersebut yang kami duga melanggar,&quot; kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Selain itu, Ariza mengaku telah memerintahkan Dinas terkait untuk menginvestigasi seluruh bangunan yang ada di bantaran kali. Jangan sampai, kata dia, ada bangunan yang persis di bantaran kali dan mengakibatkan longsor.

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/dx79MqGQ1tc&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Politikus Partai Gerindra itu menuturkan, nantinya ada program naturalisasi atau normalisasi di bantaran kali yang sisi kanan kiri kali akan dibuatkan jalan inspeksi.

&quot;Jadi, idealnya memang tidak boleh ada bangunan di pinggir sungai,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Petugas dan Warga Bersihkan Sisa Longsor Maut di Ciganjur


Sebagaimana diketahui, pada Sabtu (10/10/2020), tanggul bangunan perumahan di kawasan Ciganjur yang berada di bantaran kali longsor. Akibatnya ada sekitar 300 rumah terendam banjir lantaran aliran kali terhambat puing tanggul longsor. Bahkan longsor tersebut menyebabkan korban meninggal dunia.

Baca Juga : Cerita Korban Banjir Ciganjur Kehilangan Benda Berharga hingga Modal Jualan
</content:encoded></item></channel></rss>
