<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BNPB Ungkap 4 Klaster Ancaman Bencana di Indonesia</title><description>Ancaman itu mencakup geologi-vulkanologi, hidrometeorologi basah dan kering, serta bencana nonalam seperti pandemi corona.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/15/337/2293970/kepala-bnpb-ungkap-4-klaster-ancaman-bencana-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/15/337/2293970/kepala-bnpb-ungkap-4-klaster-ancaman-bencana-di-indonesia"/><item><title>Kepala BNPB Ungkap 4 Klaster Ancaman Bencana di Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/15/337/2293970/kepala-bnpb-ungkap-4-klaster-ancaman-bencana-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/15/337/2293970/kepala-bnpb-ungkap-4-klaster-ancaman-bencana-di-indonesia</guid><pubDate>Kamis 15 Oktober 2020 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/15/337/2293970/kepala-bnpb-ungkap-4-klaster-ancaman-bencana-di-indonesia-xAdBvwqZOE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPB Doni Monardo (foto: Dokumentasi BNPB) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/15/337/2293970/kepala-bnpb-ungkap-4-klaster-ancaman-bencana-di-indonesia-xAdBvwqZOE.jpg</image><title>Kepala BNPB Doni Monardo (foto: Dokumentasi BNPB) </title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo memaparkan empat klaster ancaman bencana yang terjadi di Indonesia, antara lain mencakup geologi-vulkanologi, hidrometeorologi basah dan kering, serta bencana nonalam seperti pandemi corona.

&quot;Bencana ini kan kita kategorikan paling tidak ada empat klaster. Ancaman pertama adalah bencana alam klaster geologi dan vulkanologi, berupa gempa bumi dan letusan gunung api,&quot; ujar Doni selepas rapat terbatas dengan Presiden Jokowi bertajuk &quot;Persiapan penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR)&quot; secara virtual, Kamis (15/10/2020).

Kemudian klaster ancaman hidrometeorologi kering seperti kekeringan atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Doni menuturkan Indonesia sudah berhasil menekan luas tanah yang terbakar pada 2019. &quot;Ini peran serta seluruh komponen baik pemerintah pusat, pemda, provinsi, dan relawan serta TNI Polri di daerah,&quot; tuturnya.

Sementara itu, lanjut Doni, klaster ancaman bencana ketiga yakni hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, abrasi pantai, dan lain sebagainya. &quot;Dan ini terjadi setiap tahun. Dan korbannya sangat besar,&quot; jelasnya.

Lalu, klaster ancaman keempat yakni bencana nonalam seperti pandemi corona. Menurut Doni Indonesia akan berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk membahas studi kasus Covid-19 di berbagai negara dalam acara GPDRR pada 2022 mendatang. Indonesia menjadi tuan rumah dalam forum internasional tersebut.

&quot;Panitia akan berkoordinasi dengan pihak UN untuk membahas studi kasus negara mana yang diberikan kesempatan untuk sampaikan langkah penanganan yang telah dilakukan sehingga memberikan keberhasilan dalam kendalikan wabah covid,&quot; tukas Doni.

Sebagaimana diketahui, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pada acara  Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada 2022. Ini merupakan forum dua tahunan yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)/United Nations Office for Disaster Risk Reduction untuk mendiskusikan kemajuan dan tren terbaru penanganan bencana.

&quot;Forum ini akan dihadiri 193 negara, jadi memang ini akan menjadi sebuah forum besar dan dihadiri kurang lebih nanti 5000-7000 peserta, oleh sebab itu ini harus dipersiapkan dengan baik,&quot; ujar Jokowi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo memaparkan empat klaster ancaman bencana yang terjadi di Indonesia, antara lain mencakup geologi-vulkanologi, hidrometeorologi basah dan kering, serta bencana nonalam seperti pandemi corona.

&quot;Bencana ini kan kita kategorikan paling tidak ada empat klaster. Ancaman pertama adalah bencana alam klaster geologi dan vulkanologi, berupa gempa bumi dan letusan gunung api,&quot; ujar Doni selepas rapat terbatas dengan Presiden Jokowi bertajuk &quot;Persiapan penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR)&quot; secara virtual, Kamis (15/10/2020).

Kemudian klaster ancaman hidrometeorologi kering seperti kekeringan atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Doni menuturkan Indonesia sudah berhasil menekan luas tanah yang terbakar pada 2019. &quot;Ini peran serta seluruh komponen baik pemerintah pusat, pemda, provinsi, dan relawan serta TNI Polri di daerah,&quot; tuturnya.

Sementara itu, lanjut Doni, klaster ancaman bencana ketiga yakni hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, abrasi pantai, dan lain sebagainya. &quot;Dan ini terjadi setiap tahun. Dan korbannya sangat besar,&quot; jelasnya.

Lalu, klaster ancaman keempat yakni bencana nonalam seperti pandemi corona. Menurut Doni Indonesia akan berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk membahas studi kasus Covid-19 di berbagai negara dalam acara GPDRR pada 2022 mendatang. Indonesia menjadi tuan rumah dalam forum internasional tersebut.

&quot;Panitia akan berkoordinasi dengan pihak UN untuk membahas studi kasus negara mana yang diberikan kesempatan untuk sampaikan langkah penanganan yang telah dilakukan sehingga memberikan keberhasilan dalam kendalikan wabah covid,&quot; tukas Doni.

Sebagaimana diketahui, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pada acara  Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada 2022. Ini merupakan forum dua tahunan yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)/United Nations Office for Disaster Risk Reduction untuk mendiskusikan kemajuan dan tren terbaru penanganan bencana.

&quot;Forum ini akan dihadiri 193 negara, jadi memang ini akan menjadi sebuah forum besar dan dihadiri kurang lebih nanti 5000-7000 peserta, oleh sebab itu ini harus dipersiapkan dengan baik,&quot; ujar Jokowi.
</content:encoded></item></channel></rss>
