<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>136 Dokter Meninggal, PB IDI: Orang-Orang Masih Sulit Percaya Covid-19</title><description>Tim Mitigasi PB IDI meminta agar masyarakat dan pemerintah bekerjasama dalam melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/15/337/2294003/136-dokter-meninggal-pb-idi-orang-orang-masih-sulit-percaya-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/15/337/2294003/136-dokter-meninggal-pb-idi-orang-orang-masih-sulit-percaya-covid-19"/><item><title>136 Dokter Meninggal, PB IDI: Orang-Orang Masih Sulit Percaya Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/15/337/2294003/136-dokter-meninggal-pb-idi-orang-orang-masih-sulit-percaya-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/15/337/2294003/136-dokter-meninggal-pb-idi-orang-orang-masih-sulit-percaya-covid-19</guid><pubDate>Kamis 15 Oktober 2020 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/15/337/2294003/136-dokter-meninggal-pb-idi-orang-orang-masih-sulit-percaya-covid-19-tiL1owtztV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok. okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/15/337/2294003/136-dokter-meninggal-pb-idi-orang-orang-masih-sulit-percaya-covid-19-tiL1owtztV.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok. okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat per hari ini, Kamis (15/10/2020) dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 sudah mencapai angka 136 orang.

Oleh karenanya, Tim Mitigasi PB IDI meminta agar masyarakat dan pemerintah bekerjasama dalam melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI Ari Kusuma Januarto, mengatakan, dengan adanya kerjasama yang baik dalam menerapkan protokol kesehatan, maka tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat melaksanakan tugasnya secara maksimal.

&quot;Harus ada kerjasama menyeluruh baik dari Pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan sehingga para tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri,&quot; kata Ari dalam keterangan video yang diterima di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut dia menuturkan, tingginya angka kematian dokter merupakan masa-masa krisis bagi pelayanan kesehatan di Indonesia pada saat ini. Menurutnya, setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan memiliki hak untuk merasa aman di tempat kerjanya.

Dia menuturkan, bukan hanya masyarakat saja yang menginginkan agar pandemi ini cepat berakhir, tetapi, tenaga medis dan tenaga kesehatan juga menginkan hal yang sama. Pandemi Covid-19, sambung Ari, tidak dapat berakhir hika masyarakat sebagai garda terdepan tidak bisa diajak melakukan kerjasama dalam mematuhi protokol kesehatan.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNS8xLzEyMzExMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Tidak hanya masyarakat, namun Kami juga menginginkan pandemi ini cepat berlalu. Situasi ini tidak akan pernah selesai apabila tidak ada kerjasama penuh dari masyarakat sebagai garda terdepan.&quot; ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Tim Pedoman dan Protokol Kesehatan Tim Mitigasi PB IDI, Eka Ginanjar menyebut, masih banyak masyarakat yang terlihat setengah hati dalam menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari dengan memasang masker di bawah dagu, berkumpul tanpa mengenakan masker, hingga abai berganti pakaian sehabis beraktivitas di luar rumah.

&quot;Saat ini yang harus diwaspadai adalah orang yang terinfeksi Covid-19 tetapi tidak bergejala atau hanya bergejala ringan, orang yang merasa baik-baik saja padahal sebenarnya membawa virus ini, biasanya belum pernah melakukan Testing Covid-19, kemudian melakukan aktivitas di luar rumah dengan mengabaikan protokol kesehatan,&quot; tuturnya.

Sementara itu, kata Eka, bagi orang yang mengalami gejala seperti flu, walaupun hanya ringan, jangan meremehkan hal tersebut. Dia mengimbau agar mereka yang mengalami gejala seperti itu untuk mengindari keluar rumah ataupun berkumpul dan segera lakukan testing.

&quot;Dalam banyak hal, orang-orang masih sulit mempercayai keberadaan Covid-19 saat ini,&quot; ucapnya.

Dia menjelaskan, meskipun sebagian besar tanpa gejala atau gejala ringan, tetapi ketika menginfeksi tubuh, Covid-19 bisa menimbulkan reaksi badai peradangan dan pada akhirnya bisa menimbulkan kondisi berat hingga kematian. Menurutnya, virus ini tidak bisa berpindah sendiri, tetapi manusia sebagai pembawanya.

&quot;Hingga vaksin yang efektif dan aman ditemukan, maka tidak ada pencegahan yang lebih baik daripada protokol kesehatan,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat per hari ini, Kamis (15/10/2020) dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 sudah mencapai angka 136 orang.

Oleh karenanya, Tim Mitigasi PB IDI meminta agar masyarakat dan pemerintah bekerjasama dalam melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI Ari Kusuma Januarto, mengatakan, dengan adanya kerjasama yang baik dalam menerapkan protokol kesehatan, maka tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat melaksanakan tugasnya secara maksimal.

&quot;Harus ada kerjasama menyeluruh baik dari Pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan sehingga para tenaga medis dan tenaga kesehatan dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri,&quot; kata Ari dalam keterangan video yang diterima di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut dia menuturkan, tingginya angka kematian dokter merupakan masa-masa krisis bagi pelayanan kesehatan di Indonesia pada saat ini. Menurutnya, setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan memiliki hak untuk merasa aman di tempat kerjanya.

Dia menuturkan, bukan hanya masyarakat saja yang menginginkan agar pandemi ini cepat berakhir, tetapi, tenaga medis dan tenaga kesehatan juga menginkan hal yang sama. Pandemi Covid-19, sambung Ari, tidak dapat berakhir hika masyarakat sebagai garda terdepan tidak bisa diajak melakukan kerjasama dalam mematuhi protokol kesehatan.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNS8xLzEyMzExMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Tidak hanya masyarakat, namun Kami juga menginginkan pandemi ini cepat berlalu. Situasi ini tidak akan pernah selesai apabila tidak ada kerjasama penuh dari masyarakat sebagai garda terdepan.&quot; ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Tim Pedoman dan Protokol Kesehatan Tim Mitigasi PB IDI, Eka Ginanjar menyebut, masih banyak masyarakat yang terlihat setengah hati dalam menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari dengan memasang masker di bawah dagu, berkumpul tanpa mengenakan masker, hingga abai berganti pakaian sehabis beraktivitas di luar rumah.

&quot;Saat ini yang harus diwaspadai adalah orang yang terinfeksi Covid-19 tetapi tidak bergejala atau hanya bergejala ringan, orang yang merasa baik-baik saja padahal sebenarnya membawa virus ini, biasanya belum pernah melakukan Testing Covid-19, kemudian melakukan aktivitas di luar rumah dengan mengabaikan protokol kesehatan,&quot; tuturnya.

Sementara itu, kata Eka, bagi orang yang mengalami gejala seperti flu, walaupun hanya ringan, jangan meremehkan hal tersebut. Dia mengimbau agar mereka yang mengalami gejala seperti itu untuk mengindari keluar rumah ataupun berkumpul dan segera lakukan testing.

&quot;Dalam banyak hal, orang-orang masih sulit mempercayai keberadaan Covid-19 saat ini,&quot; ucapnya.

Dia menjelaskan, meskipun sebagian besar tanpa gejala atau gejala ringan, tetapi ketika menginfeksi tubuh, Covid-19 bisa menimbulkan reaksi badai peradangan dan pada akhirnya bisa menimbulkan kondisi berat hingga kematian. Menurutnya, virus ini tidak bisa berpindah sendiri, tetapi manusia sebagai pembawanya.

&quot;Hingga vaksin yang efektif dan aman ditemukan, maka tidak ada pencegahan yang lebih baik daripada protokol kesehatan,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
