<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelajar Demo, Dinas Pendidikan DKI: Terpenting Tetap Ikut Sekolah Daring</title><description>Dinas Pendidikan DKI Jakarta tidak mempermasalahkan pelajar sekolah ikut aksi unjuk rasa Omnibus Law Cipta Kerja di Ibukota.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/15/338/2294092/pelajar-demo-dinas-pendidikan-dki-terpenting-tetap-ikut-sekolah-daring</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/15/338/2294092/pelajar-demo-dinas-pendidikan-dki-terpenting-tetap-ikut-sekolah-daring"/><item><title>Pelajar Demo, Dinas Pendidikan DKI: Terpenting Tetap Ikut Sekolah Daring</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/15/338/2294092/pelajar-demo-dinas-pendidikan-dki-terpenting-tetap-ikut-sekolah-daring</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/15/338/2294092/pelajar-demo-dinas-pendidikan-dki-terpenting-tetap-ikut-sekolah-daring</guid><pubDate>Kamis 15 Oktober 2020 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Bima Setiyadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/15/338/2294092/pelajar-demo-dinas-pendidikan-dki-terpenting-tetap-ikut-sekolah-daring-8YBbtjOFn4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok. okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/15/338/2294092/pelajar-demo-dinas-pendidikan-dki-terpenting-tetap-ikut-sekolah-daring-8YBbtjOFn4.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok. okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dinas Pendidikan DKI Jakarta tidak mempermasalahkan pelajar sekolah ikut aksi unjuk rasa Omnibus Law Cipta Kerja di Ibukota. Terpenting, para pelajar tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring yang dilakukan selama pandemi ini.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, melalui Orang tua murid dan seluruh tenaga pengajar, pihaknya sudah seringkali mengingatkan pentingnya kegiatan belajar mengajar secara daring dan tidak boleh ada yang meninggalkannya.

&quot;Didik hanya memastikan pembelajaran Daring bisa dilaksanakan dengan baik,&quot; kata Nahdiana kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Selain itu, lanjut Nahdiana, pihaknya juga kerap mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan peserta didik di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, aksi unjuk rasa Omnibus Law Cipta Kerja yang dilakukan beberapa waktu lalu sangat rentan menimbulkan klaster baru.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xMy8xLzEyMzM1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Supaya mereka bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik,&quot; pungkasnya

Diketahui sebelumnya, pada unjuk rasa Kamis pekan lalu, Polisi menangkap sebanyak 1.192 perusuh. Mirisnya 60 persen diantaranya didiga berstatus pelajar. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membenarkan hal ini.

&quot;Lebih dari 60 persen ternyata usianya di bawah 19 tahun atau statusnya pelajar. bukan mahasiswa atau buruh,&quot;kata Ariza.

Ariza meminta agar kedepan para pelajar ini tidak perlu ikut-ikutan turun ke jalan apalagi sampai melakukan pengrusakan atau terlibat kerusuhan. Ketimbang ikut-ikutan demo Riza meminta mereka untuk menyelesaikan tugas mereka sebagai pelajar.

</description><content:encoded>JAKARTA - Dinas Pendidikan DKI Jakarta tidak mempermasalahkan pelajar sekolah ikut aksi unjuk rasa Omnibus Law Cipta Kerja di Ibukota. Terpenting, para pelajar tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring yang dilakukan selama pandemi ini.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, melalui Orang tua murid dan seluruh tenaga pengajar, pihaknya sudah seringkali mengingatkan pentingnya kegiatan belajar mengajar secara daring dan tidak boleh ada yang meninggalkannya.

&quot;Didik hanya memastikan pembelajaran Daring bisa dilaksanakan dengan baik,&quot; kata Nahdiana kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Selain itu, lanjut Nahdiana, pihaknya juga kerap mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan peserta didik di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, aksi unjuk rasa Omnibus Law Cipta Kerja yang dilakukan beberapa waktu lalu sangat rentan menimbulkan klaster baru.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xMy8xLzEyMzM1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Supaya mereka bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik,&quot; pungkasnya

Diketahui sebelumnya, pada unjuk rasa Kamis pekan lalu, Polisi menangkap sebanyak 1.192 perusuh. Mirisnya 60 persen diantaranya didiga berstatus pelajar. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membenarkan hal ini.

&quot;Lebih dari 60 persen ternyata usianya di bawah 19 tahun atau statusnya pelajar. bukan mahasiswa atau buruh,&quot;kata Ariza.

Ariza meminta agar kedepan para pelajar ini tidak perlu ikut-ikutan turun ke jalan apalagi sampai melakukan pengrusakan atau terlibat kerusuhan. Ketimbang ikut-ikutan demo Riza meminta mereka untuk menyelesaikan tugas mereka sebagai pelajar.

</content:encoded></item></channel></rss>
