<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erupsi Gunung Kerinci Muntahkan Asap Hitam, Buat Warga Panik</title><description>Menurut keterangan warga, asap putih masih terlihat keluar dari Gunung Kerinci.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/17/340/2295240/erupsi-gunung-kerinci-muntahkan-asap-hitam-buat-warga-panik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/17/340/2295240/erupsi-gunung-kerinci-muntahkan-asap-hitam-buat-warga-panik"/><item><title>Erupsi Gunung Kerinci Muntahkan Asap Hitam, Buat Warga Panik</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/17/340/2295240/erupsi-gunung-kerinci-muntahkan-asap-hitam-buat-warga-panik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/17/340/2295240/erupsi-gunung-kerinci-muntahkan-asap-hitam-buat-warga-panik</guid><pubDate>Sabtu 17 Oktober 2020 16:20 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/17/340/2295240/erupsi-gunung-kerinci-muntahkan-asap-hitam-buat-warga-panik-HXhEpiuIuM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Kerinci sejak Sabtu (17/10/2020) subuh mengeluarkan asap hitam tebal, membuat warga Kayu Aro, Kerinci panik. (Foto: SINDOnews/Riko P)  </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/17/340/2295240/erupsi-gunung-kerinci-muntahkan-asap-hitam-buat-warga-panik-HXhEpiuIuM.jpg</image><title>Gunung Kerinci sejak Sabtu (17/10/2020) subuh mengeluarkan asap hitam tebal, membuat warga Kayu Aro, Kerinci panik. (Foto: SINDOnews/Riko P)  </title></images><description>KERINCI - Gunung Kerinci erupsi sehingga sejak subuh hingga pagi Sabtu (17/10/2020) terus mengeluarkan asap tebal berwarna hitam pekat yang mengarah ke arah timur. Akibatnya sejumlah warga Kayu Aro, Kerinci, Jambi sempat dibuat panik.
&quot;Ya, kejadiannya pagi tadi, sempat membuat warga panik. Tapi sekarang sudah normal kembali,&quot; ujar Andarno salah satu warga Kayu Aro.
Andarno mengatakan, ketinggian asap yang keluar dari kawah gunung api tertinggi di Sumatera itu mencapai lebih kurang 100 meter, dan langsung terbawa angin ke arah timur.
BACA JUGA: Erupsi Gunung Kerinci Picu Gempa M 5,4 di Mentawai
Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) Wilayah I Kerinci, Nurhamidi menyatakan, tadi pagi gunung dengan ketinggian 3.805 MDPL tersebut sempat mengeluarkan asap hitam pekat.
&quot;Tapi sekarang sudah normal kembali, walaupun masih ada mengeluarkan asap putih,&quot; sebut Nurhamidi.
&quot;Untuk info lebih lanjut silakan hubungi petugas pemantau Gunung api di Kayu Aro dan BMKG. Info lebih jelas hubungi petugas pos pemantau dan BMKG,&quot; pungkasnya.
Terpisah Kepala Bidang (Kabid) Mitigasi Gunung Api (MGA) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan membenarkan telah terjadi erupsi Gunung Kerinci, pada tanggal 17 Oktober 2020 pukul 06.30 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 200 m, yang tekanan sedang condong ke arah Timur Laut.
BACA JUGA: PVMBG: Erupsi Gunung Kerinci Tak Ganggu Aktivitas Penerbangan
&quot;Ya betul, namun hanya selama 4 menit saja, lalu berangsur normal,&quot; ungkapnya.
Diakuinya bahwa, hembusan asap di Gunung Kerinci hampir setiap hari terjadi dengan ketinggian mencapai 200 m. &quot;Kadang-kadang hembusan asap tersebut, mengandung abu tipis seperti kejadian pagi tadi,&quot; timpalnya.

Kolom abu teramati berwarna kelabu, dengan intensitas sedang condong  ke arah timur laut. &quot;Meskipun demikian, saat ini Gunung Kerinci berada  pada status Level II Waspada,&quot; tegasnya.
Terkait dengan erupsinya Gunung Kerinci, Badan Geologi mengimbau  masyarakat sekitar Gunung Kerinci dan wisatawan tidak mendaki dan  beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif yang berada di puncak  gunung.
Badan Geologi juga mengimbau, jalur penerbangan di sekitar Gunung  Kerinci dihindari. &quot;Karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan  abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>KERINCI - Gunung Kerinci erupsi sehingga sejak subuh hingga pagi Sabtu (17/10/2020) terus mengeluarkan asap tebal berwarna hitam pekat yang mengarah ke arah timur. Akibatnya sejumlah warga Kayu Aro, Kerinci, Jambi sempat dibuat panik.
&quot;Ya, kejadiannya pagi tadi, sempat membuat warga panik. Tapi sekarang sudah normal kembali,&quot; ujar Andarno salah satu warga Kayu Aro.
Andarno mengatakan, ketinggian asap yang keluar dari kawah gunung api tertinggi di Sumatera itu mencapai lebih kurang 100 meter, dan langsung terbawa angin ke arah timur.
BACA JUGA: Erupsi Gunung Kerinci Picu Gempa M 5,4 di Mentawai
Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) Wilayah I Kerinci, Nurhamidi menyatakan, tadi pagi gunung dengan ketinggian 3.805 MDPL tersebut sempat mengeluarkan asap hitam pekat.
&quot;Tapi sekarang sudah normal kembali, walaupun masih ada mengeluarkan asap putih,&quot; sebut Nurhamidi.
&quot;Untuk info lebih lanjut silakan hubungi petugas pemantau Gunung api di Kayu Aro dan BMKG. Info lebih jelas hubungi petugas pos pemantau dan BMKG,&quot; pungkasnya.
Terpisah Kepala Bidang (Kabid) Mitigasi Gunung Api (MGA) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan membenarkan telah terjadi erupsi Gunung Kerinci, pada tanggal 17 Oktober 2020 pukul 06.30 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 200 m, yang tekanan sedang condong ke arah Timur Laut.
BACA JUGA: PVMBG: Erupsi Gunung Kerinci Tak Ganggu Aktivitas Penerbangan
&quot;Ya betul, namun hanya selama 4 menit saja, lalu berangsur normal,&quot; ungkapnya.
Diakuinya bahwa, hembusan asap di Gunung Kerinci hampir setiap hari terjadi dengan ketinggian mencapai 200 m. &quot;Kadang-kadang hembusan asap tersebut, mengandung abu tipis seperti kejadian pagi tadi,&quot; timpalnya.

Kolom abu teramati berwarna kelabu, dengan intensitas sedang condong  ke arah timur laut. &quot;Meskipun demikian, saat ini Gunung Kerinci berada  pada status Level II Waspada,&quot; tegasnya.
Terkait dengan erupsinya Gunung Kerinci, Badan Geologi mengimbau  masyarakat sekitar Gunung Kerinci dan wisatawan tidak mendaki dan  beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif yang berada di puncak  gunung.
Badan Geologi juga mengimbau, jalur penerbangan di sekitar Gunung  Kerinci dihindari. &quot;Karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan  abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
