<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir 1 Meter Rendam Kota Palopo, Sebagian Warga Terisolir</title><description>Ketinggian air bervariasi namun yang paling parah 1 meter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/18/340/2295582/banjir-1-meter-rendam-kota-palopo-sebagian-warga-terisolir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/18/340/2295582/banjir-1-meter-rendam-kota-palopo-sebagian-warga-terisolir"/><item><title>Banjir 1 Meter Rendam Kota Palopo, Sebagian Warga Terisolir</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/18/340/2295582/banjir-1-meter-rendam-kota-palopo-sebagian-warga-terisolir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/18/340/2295582/banjir-1-meter-rendam-kota-palopo-sebagian-warga-terisolir</guid><pubDate>Minggu 18 Oktober 2020 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Nasruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/18/340/2295582/banjir-1-meter-rendam-kota-palopo-sebagian-warga-terisolir-wqAYXcNGKW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Kota Palopo. Foto: Nasruddin</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/18/340/2295582/banjir-1-meter-rendam-kota-palopo-sebagian-warga-terisolir-wqAYXcNGKW.jpg</image><title>Banjir di Kota Palopo. Foto: Nasruddin</title></images><description>PALOPO - Tingginya intensitas curah hujan yang melanda sejak Sabtu 16 Oktober 2020 mengakibatkan sejumlah titik Kota Palopo terendam banjir. Ketinggian air bervariasi namun yang paling parah 1 meter.

Dampak terparah dirasakan warga di lingkungan Marobo, Kelurahan Salubattang, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Banjir di daerah itu mengakibatkan warga terisolir dan mengalami krisis air bersih.

Selain rumah, banjir juga membuat fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, dan akses jalan terendam dengan ketinggan hingga 80 Cm.

Untuk membantu para korban banjir, pihak Badan Penanggulangan Bencana BPBD Kota Palopo menurunkan sejumlah personel ke lokasi.

Ketua Tim TRC BPBD Kota Palopo, Ricar mengatakan bahwa bencana ini diakibatkan luapan air Sungai Salubattang.
Baca Juga:&amp;nbsp;Diguyur Hujan, Kawasan Kebon Jeruk Jakbar Banjir 1 Meter
&quot;Ini diakibatkan luapan Sungai Salubattang, jadi tadi kita juga evakuasi harta benda warga dan saat ini kita mendirikan tenda bencana,&quot; kata Ricar, Minggu (18/2/10/2020).

Sementara Kahar Iting warga yang menjadi korban banjir mengaku penduduk sudah terisolir dan butuh bantuan pemerintah.

&quot;Kita butuh bantuan saat ini khususnya makanan siap saji. Tadi sudah ada beberapa warga kita evakuasi dengan perahu kayu, banjir ini merupakan banjir terparah dalam tiga tahun terakhir&quot; ungkap Kahar.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Daruba Maluku Utara
Dari pantauan di lokasi, aktifitas warga terhambat lumpuh, sementara warga yang memaksa melintas menggunakan sepeda motor terjebak bahkan tak sedikit dari mereka terpaksa mendorong kendaraan ke tempat yang aman.
</description><content:encoded>PALOPO - Tingginya intensitas curah hujan yang melanda sejak Sabtu 16 Oktober 2020 mengakibatkan sejumlah titik Kota Palopo terendam banjir. Ketinggian air bervariasi namun yang paling parah 1 meter.

Dampak terparah dirasakan warga di lingkungan Marobo, Kelurahan Salubattang, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Banjir di daerah itu mengakibatkan warga terisolir dan mengalami krisis air bersih.

Selain rumah, banjir juga membuat fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, dan akses jalan terendam dengan ketinggan hingga 80 Cm.

Untuk membantu para korban banjir, pihak Badan Penanggulangan Bencana BPBD Kota Palopo menurunkan sejumlah personel ke lokasi.

Ketua Tim TRC BPBD Kota Palopo, Ricar mengatakan bahwa bencana ini diakibatkan luapan air Sungai Salubattang.
Baca Juga:&amp;nbsp;Diguyur Hujan, Kawasan Kebon Jeruk Jakbar Banjir 1 Meter
&quot;Ini diakibatkan luapan Sungai Salubattang, jadi tadi kita juga evakuasi harta benda warga dan saat ini kita mendirikan tenda bencana,&quot; kata Ricar, Minggu (18/2/10/2020).

Sementara Kahar Iting warga yang menjadi korban banjir mengaku penduduk sudah terisolir dan butuh bantuan pemerintah.

&quot;Kita butuh bantuan saat ini khususnya makanan siap saji. Tadi sudah ada beberapa warga kita evakuasi dengan perahu kayu, banjir ini merupakan banjir terparah dalam tiga tahun terakhir&quot; ungkap Kahar.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Daruba Maluku Utara
Dari pantauan di lokasi, aktifitas warga terhambat lumpuh, sementara warga yang memaksa melintas menggunakan sepeda motor terjebak bahkan tak sedikit dari mereka terpaksa mendorong kendaraan ke tempat yang aman.
</content:encoded></item></channel></rss>
