<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Bisa Kembali Meningkat</title><description>Potensi peningkatan kasus tetap besar kemungkinan terjadi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/19/337/2295730/kasus-positif-covid-19-di-jakarta-bisa-kembali-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/19/337/2295730/kasus-positif-covid-19-di-jakarta-bisa-kembali-meningkat"/><item><title>Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Bisa Kembali Meningkat</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/19/337/2295730/kasus-positif-covid-19-di-jakarta-bisa-kembali-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/19/337/2295730/kasus-positif-covid-19-di-jakarta-bisa-kembali-meningkat</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2020 07:31 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/19/337/2295730/kasus-positif-covid-19-di-jakarta-bisa-kembali-meningkat-9ztu5M2d7K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/19/337/2295730/kasus-positif-covid-19-di-jakarta-bisa-kembali-meningkat-9ztu5M2d7K.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Epidemolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan, kasus Covid-19 di Jakarta kemungkinan besar kembali meningkat.  Peningkatan tersebut bisa terjadi akibat rendahnya pengendalian kasus corona di kota penyangga Ibu Kota.

&quot;Potensi peningkatan kasus tetap besar kemungkinan terjadi,&quot; kata Dicky kepada Okezone saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2020).

Apalagi kata dia, saat ini Pemrov DKI Jakarta sudah kembali melakukan pelonggaran. Hal tersebut dapat mendorong peningkatan kasus jika banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

&quot;Sekarang kan sudah terjadi pelonggaran kemungkinan bisa naik kalau enggak tertib,&quot; bebernya.

Dicky meminta masyarakat tidak terlalu berbesar hati melihat penurunan kasus di Jakarta sebab kondisi tersebut masih jauh dari kata aman.

Baca Juga :&amp;nbsp;Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Turun tapi Belum Aman

&quot;Kasus di DKI memang sedang turun namun belum aman karena angka kematian dan kasus aktif masih banyak. Selain itu daerah penyangga ibukota belum terkendali,&quot; tandasnya.

Seperti diketahu kasus positif Covid19 per 18 Oktober 2020 kemarin di Jakarta mengalami penurunan atau dibawa 1000. Meski begitu Jakarta tetap masih masuk dalam daftar 5 provinsi tertinggi sebagai penyumbang terbanyak Covid-19 di Indinesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Epidemolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan, kasus Covid-19 di Jakarta kemungkinan besar kembali meningkat.  Peningkatan tersebut bisa terjadi akibat rendahnya pengendalian kasus corona di kota penyangga Ibu Kota.

&quot;Potensi peningkatan kasus tetap besar kemungkinan terjadi,&quot; kata Dicky kepada Okezone saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2020).

Apalagi kata dia, saat ini Pemrov DKI Jakarta sudah kembali melakukan pelonggaran. Hal tersebut dapat mendorong peningkatan kasus jika banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

&quot;Sekarang kan sudah terjadi pelonggaran kemungkinan bisa naik kalau enggak tertib,&quot; bebernya.

Dicky meminta masyarakat tidak terlalu berbesar hati melihat penurunan kasus di Jakarta sebab kondisi tersebut masih jauh dari kata aman.

Baca Juga :&amp;nbsp;Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Turun tapi Belum Aman

&quot;Kasus di DKI memang sedang turun namun belum aman karena angka kematian dan kasus aktif masih banyak. Selain itu daerah penyangga ibukota belum terkendali,&quot; tandasnya.

Seperti diketahu kasus positif Covid19 per 18 Oktober 2020 kemarin di Jakarta mengalami penurunan atau dibawa 1000. Meski begitu Jakarta tetap masih masuk dalam daftar 5 provinsi tertinggi sebagai penyumbang terbanyak Covid-19 di Indinesia.</content:encoded></item></channel></rss>
