<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Masih Telusuri Dalang Provokasi Pelajar Ikut Demo</title><description>Diduga para pelajar itu berbuat anarkis karena ada yang memprovokasinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/19/338/2295949/polisi-masih-telusuri-dalang-provokasi-pelajar-ikut-demo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/19/338/2295949/polisi-masih-telusuri-dalang-provokasi-pelajar-ikut-demo"/><item><title>Polisi Masih Telusuri Dalang Provokasi Pelajar Ikut Demo</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/19/338/2295949/polisi-masih-telusuri-dalang-provokasi-pelajar-ikut-demo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/19/338/2295949/polisi-masih-telusuri-dalang-provokasi-pelajar-ikut-demo</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2020 13:53 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/19/338/2295949/polisi-masih-telusuri-dalang-provokasi-pelajar-ikut-demo-faVAnZ2MPl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana (Foto: Okto Rizki Alpino)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/19/338/2295949/polisi-masih-telusuri-dalang-provokasi-pelajar-ikut-demo-faVAnZ2MPl.jpg</image><title>Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana (Foto: Okto Rizki Alpino)</title></images><description>JAKARTA - Polisi menyebutkan hingga kini masih menelusuri siapa aktor yang memprovokasi agar para pelajar sekolah mengikuti aksi demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja dan membuat kerusuhan. Sejauh ini, diduga para pelajar itu berbuat anarkis karena ada yang memprovokasinya.
&quot;Sampai sekarang penggerak dari banyaknya pelajar saat demo kemarin masih dilakukan penyelidikan. Ada beberapa yang sudah kami identifikasi,&quot; ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, Senin (19/10/2020).
Namun, dia tak menjelaskan secara rinci tentang pelaku provokasi anarkis yang telah teridentifikasi tersebut lantaran polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mengumpulkan petunjuk dan bukti-bukti terkait hal itu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Moeldoko: Banyak Tokoh Menolak Omnibus Law Tapi Belum Memahami Isinya
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/duKYQjFVcaM&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Dia menambahkan, polisi memang menduga para pelajar yang mendatangi lokasi demo pada tanggal 8 dan 13 Oktober 2020 kemarin diprovokasi oleh pihak tertentu, khususnya melalui media sosial. Apalagi, kelompok yang membuat aksi anarkisme saat demo kemarin dan berhasil diamankan polisi rata-rata berasal dari pelajar sekolah.
&quot;Rata-rata pelajar SMK, SMP, bahkan sampai pelajar SD, meski ada beberapa mahasiswa dan pengangguran,&quot; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Istana Siapkan 35 PP dan 5 Perpres Tindaklanjut UU Cipta Kerja</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi menyebutkan hingga kini masih menelusuri siapa aktor yang memprovokasi agar para pelajar sekolah mengikuti aksi demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja dan membuat kerusuhan. Sejauh ini, diduga para pelajar itu berbuat anarkis karena ada yang memprovokasinya.
&quot;Sampai sekarang penggerak dari banyaknya pelajar saat demo kemarin masih dilakukan penyelidikan. Ada beberapa yang sudah kami identifikasi,&quot; ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, Senin (19/10/2020).
Namun, dia tak menjelaskan secara rinci tentang pelaku provokasi anarkis yang telah teridentifikasi tersebut lantaran polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mengumpulkan petunjuk dan bukti-bukti terkait hal itu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Moeldoko: Banyak Tokoh Menolak Omnibus Law Tapi Belum Memahami Isinya
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/duKYQjFVcaM&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Dia menambahkan, polisi memang menduga para pelajar yang mendatangi lokasi demo pada tanggal 8 dan 13 Oktober 2020 kemarin diprovokasi oleh pihak tertentu, khususnya melalui media sosial. Apalagi, kelompok yang membuat aksi anarkisme saat demo kemarin dan berhasil diamankan polisi rata-rata berasal dari pelajar sekolah.
&quot;Rata-rata pelajar SMK, SMP, bahkan sampai pelajar SD, meski ada beberapa mahasiswa dan pengangguran,&quot; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Istana Siapkan 35 PP dan 5 Perpres Tindaklanjut UU Cipta Kerja</content:encoded></item></channel></rss>
