<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Moeldoko: Semua Ditegur Presiden, Komunikasi Publik Kita Sungguh Sangat Jelek</title><description>Moeldoko mengakui jajaran Kabinet Indonesia Maju mendapat teguran dari Presiden karena buruknya komunikasi publik terkait UU Cipta Kerja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/21/337/2297419/moeldoko-semua-ditegur-presiden-komunikasi-publik-kita-sungguh-sangat-jelek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/10/21/337/2297419/moeldoko-semua-ditegur-presiden-komunikasi-publik-kita-sungguh-sangat-jelek"/><item><title>Moeldoko: Semua Ditegur Presiden, Komunikasi Publik Kita Sungguh Sangat Jelek</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/10/21/337/2297419/moeldoko-semua-ditegur-presiden-komunikasi-publik-kita-sungguh-sangat-jelek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/10/21/337/2297419/moeldoko-semua-ditegur-presiden-komunikasi-publik-kita-sungguh-sangat-jelek</guid><pubDate>Rabu 21 Oktober 2020 20:24 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/21/337/2297419/moeldoko-semua-ditegur-presiden-komunikasi-publik-kita-sungguh-sangat-jelek-2ubjlBj686.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KSP Moeldoko. (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/21/337/2297419/moeldoko-semua-ditegur-presiden-komunikasi-publik-kita-sungguh-sangat-jelek-2ubjlBj686.jpg</image><title>KSP Moeldoko. (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengakui jajaran Kabinet Indonesia Maju mendapat teguran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi)  terkait buruknya komunikasi publik.  Terutama terkait substansi dari Undang-Undang (UU) Cipta kerja (Ciptaker).

&amp;ldquo;Kami semuanya ditegur oleh Presiden bahwa komunikasi publik kita sungguh sangat jelek,&amp;rdquo; katanya di kantornya, Rabu (21/10/2020).

Dia mengatakan, teguran Presiden dan berbagai masukan dari luar akan jadi bahan perbaikan.

&amp;ldquo;Untuk itu, ini sebuah masukan dari luar maupun teguran dari Presiden, kita segera berbenah diri untuk perbaikan ke depan dengan baik,&amp;rdquo; ujarnya.

Pada kesempatan itu, Moeldoko mengakui bahwa kondisi saat ini media sosial berkembang dengan luar biasa. Dia menuturkan, terkadang kewalahan menghadapi hoaks dan disinformasi.

&amp;ldquo;Kita memasuki sebuah disruption. Sebuah situasi yang seperti saat ini di mana media sosial bertumbuh luar biasa. Kadang-kadang melampaui imajinasi kita. Di situlah kita kadang-kadang kewalahan menghadapi bertumbuhnya disinformasi dan hoaks,&amp;rdquo; tuturnya.

Namun, mantan Panglima TNI itu menekankan, kondisi itu bukan sebuah alasan  untuk tidak berkomunikasi dengan baik.

Baca juga : Presiden Jokowi Akui Komunikasi Pemerintah soal UU Cipta Kerja Perlu Diperbaiki

&amp;ldquo;Kami selalu membenahi diri,  kita selalu ingin memperbaiki diri khusus dalam konteks Omnibus Law Cipta Kerja. Memang sebuah masukan dari berbagai pihak dan presiden juga sangat-sangat tahu,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga : Singgung Omnibus Law, Lemhannas: Tidak Mungkin Mengorbankan Rakyat Indonesia


</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengakui jajaran Kabinet Indonesia Maju mendapat teguran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi)  terkait buruknya komunikasi publik.  Terutama terkait substansi dari Undang-Undang (UU) Cipta kerja (Ciptaker).

&amp;ldquo;Kami semuanya ditegur oleh Presiden bahwa komunikasi publik kita sungguh sangat jelek,&amp;rdquo; katanya di kantornya, Rabu (21/10/2020).

Dia mengatakan, teguran Presiden dan berbagai masukan dari luar akan jadi bahan perbaikan.

&amp;ldquo;Untuk itu, ini sebuah masukan dari luar maupun teguran dari Presiden, kita segera berbenah diri untuk perbaikan ke depan dengan baik,&amp;rdquo; ujarnya.

Pada kesempatan itu, Moeldoko mengakui bahwa kondisi saat ini media sosial berkembang dengan luar biasa. Dia menuturkan, terkadang kewalahan menghadapi hoaks dan disinformasi.

&amp;ldquo;Kita memasuki sebuah disruption. Sebuah situasi yang seperti saat ini di mana media sosial bertumbuh luar biasa. Kadang-kadang melampaui imajinasi kita. Di situlah kita kadang-kadang kewalahan menghadapi bertumbuhnya disinformasi dan hoaks,&amp;rdquo; tuturnya.

Namun, mantan Panglima TNI itu menekankan, kondisi itu bukan sebuah alasan  untuk tidak berkomunikasi dengan baik.

Baca juga : Presiden Jokowi Akui Komunikasi Pemerintah soal UU Cipta Kerja Perlu Diperbaiki

&amp;ldquo;Kami selalu membenahi diri,  kita selalu ingin memperbaiki diri khusus dalam konteks Omnibus Law Cipta Kerja. Memang sebuah masukan dari berbagai pihak dan presiden juga sangat-sangat tahu,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga : Singgung Omnibus Law, Lemhannas: Tidak Mungkin Mengorbankan Rakyat Indonesia


</content:encoded></item></channel></rss>
